Surat Al Ikhlas dan Artinya Lengkap

Surat Al ikhlas dan artinya lengkap, kami sertakan juga bacaan Arab, latin, tafsir, keutamaan, manfaat juga kandungan surat yang di turunkan di kota mekah ini, satu lagi tentang asbabun nuzul surat Al Ikhlas.

surat al ikhlas dan artinya

Surat AL Ikhlas

Surat ini di turunkan di kota mekah, sebelum adanya perintah hijrah ke Madinah, sehingga surat ini masuk kedalam surat Makiyah.

Surat ini juga merupakan surat yang pendek juga mudah dihafal dan sepertinya surat ini menjadi hafalan terbanyak  kedua setelah surat AL Fatihah yang di hafalkan oleh umat Muslim.

Walaupun pendek, surat ini kandungannya sangat besar, bahkan di dalam suatu hadits di terangkan bahwa surat ini kandungannya sepertiga AL Qur’an.

Karena kandungan surat AL Ikhlas ini menyangkut inti tauhid, yaitu tentang mengesakan Allah, yang mana kalau kita baca Al Quran, maka kebanyakan isinya adalah tentang tauhid kepada Allah

Surat AL Ikhlas dan Artinya Lengkap

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

qul huwallāhu aḥad

1. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa”.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

allāhuṣ-ṣamad

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

lam yalid wa lam yụlad

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

4. dan “tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Tulisan Arab Surat Al Ikhlas

  1. قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
  2. ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
  3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
  4. وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

Surat Al Ikhlas Latin

  1. qul huwallāhu aḥad
  2. allāhuṣ-ṣamad
  3. lam yalid wa lam yụlad
  4. wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Arti Surat Al Ikhlas Per Ayat

  1. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
  3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
  4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Tafsir Al Ikhlas

Surat ini di Nama-kan dengan Al Ikhlas karena di dalam surat ini isinya hanya tentang keesaan Allah dan mengkhususkan surat ini hanya untuk-Nya, tidak ada hukum syr’i dan juga khabar tentang selain-Nya.

Surat ini juga mengandung tauhid Asma wa siat atau nama-nama Allah yang agung

Dia sendiri dengan kesempurnaan, memiliki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi yang sempurna serta perbuatan-perbuatan yang suci, dimana pada semua itu tidak ada yang menyamainya.

Katakan wahai Muhammad bahwa Allah itu satu, semua yang ada dijagat raya ini hanya bergantung kepada Allah, Dia tidak beranak dan tidak juga di peranakan, dan tidak ada yang sama dengannya semua yang ada di jagat raya ini.

Tafsir ini di ambil dari tafsir As Sa’di dan Ibnu Utsaimin Rahimahullah.

Keutamaan Al Ikhlas

Surat Al Ikhlas setara dengan sepertiga Al Quran

Hal ini berdasarkan dalil hadits Riwayat Bukhari dan Muslim berikut:

Hadits Riwayat Muslim No 1922 yang berbunyi:

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِى لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ ». قَالُوا وَكَيْفَ يَقْرَأُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ قَالَ « (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) يَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ ».

Terjemahan: Dari Abu Darda’ dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam?” Mereka mengatakan, ”Bagaimana kami bisa membaca seperti Al Qur’an?” Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” [HR. Muslim]

Hadits riwayat Bukhari No 6643 yang berbunyi:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ أَنَّ رَجُلاً سَمِعَ رَجُلاً يَقْرَأُ ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) يُرَدِّدُهَا ، فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ ، وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ »

Terjemahan: Dari Abu Sa’id (Al Khudri) bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang membaca dengan berulang-ulang ’Qul huwallahu ahad’(Surat Al ikhlas). Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut dengan nada seakan-akan merendahkan surat al Ikhlas. Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

”Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an”. [HR. Bukhari no. 6643]

Manfaat Surat Al Ikhlas

1. Mendapatkan Cinta Allah

Barang siapa suka dengan bacaan surat Al ikhas maka akan mendapatkan cinta dari Allah Azza wajalla, sebagaimana hadits Bukhari dan Muslim berikut.

Dari Aisyah radiallahuanha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seorang lelaki dalam suatu sariyyah (pasukan yang ditugaskan untuk suatu operasi/peperangan). Laki-laki tersebut ketika menjadi imam shalat bagi para sahabatnya selalu mengakhiri bacaan suratnya dengan “QUL HUWALLAHU AHAD.” Ketika mereka pulang, disampaikan berita tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda:

سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ

Artinya: “Tanyakanlah kepadanya kenapa ia melakukan hal itu?” Lalu mereka pun menanyakan kepadanya. Ia menjawab,

لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا

Artinya: “Karena didalamnya terdapat sifat Ar Rahman, dan aku senang untuk selalu membacanya.” Mendengar itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ

Artinya: “Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Ta’ala juga mencintainya.” [HR. Bukhari no. 7375 dan Muslim no. 813]

Dalam Fathul Bari 20/443, Ibnu Daqiq Al ’Ied menjelaskan tentang perkataan Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam tersebut yaitu: ”Kabarkan padanya bahwa Allah mencintainya”.

Ibnu Daqiq Al ’Ied mengatakan, ”Maksudnya adalah, kecintaan Allah pada orang tadi karena kecintaan orang tersebut pada surat AL Ikhlas”, dan bisa saja kecintaan orang tersebut terhadap sifat sifat Allah yang menandakan benarnya keyakinan orang tersebut terhadap Allah.

2. Bisa Menghantarkan Pembacanya Ke Surga

Hal ini seperti yang di sebutkan dalam hadits riwayat At Tirmidzi dan An Nasa’i, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَقْبَلْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ، فَسَمِعَ رَجُلاً يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اللهُ الصَّمَدُ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ

: ((وَجَبَتْ))، قُلْتُ: وَمَا وَجَبَتْ؟ قَالَ: ((الجَـنَّةُ)).

Terjemahan: “Aku datang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mendengar seseorang membaca: qul huwallāhu aḥad, allāhuṣ-ṣamad, Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Telah wajib,” aku bertanya: “Apa yang wajib?” Beliau bersabda, “Surga.”[HR at Tirmidzi dan An Nasaa-i]

3. Sebab Di Ampuni-nya Dosa

Jika kita memohon ampuanan dari dosa yang di dahului dengan surat AL aikhlas maka akan di ampuni dosa dosanya,seperti hadits berikut:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ دَخَلَ المَسْجِدَ، إِذَا رَجُلٌ قَدْ قَضَى صَلاَتَهُ وَهُوَ يَتَشَهَّدُ، فَقَالَ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا اَللهُ بِأَنَّكَ الوَاحِدُ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوْبِي، إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : ((قَدْ غُفِرَ لَهُ))، ثَلاَثاً.

Artinya: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam masjid, tiba-tiba (ada) seseorang yang telah selesai dari shalat-nya, dan ia sedang bertasyahhud, lalu ia berkata:

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta (kepadaMu) bahwa sesungguhnya Engkau (adalah) Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepadaMu) segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya, ampunilah dosa-dosaku, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh ia telah diampuni (dosa-dosanya),” beliau mengatakannya sebanyak tiga kali. [HR Abu Dawud, an Nasaa-i, Ahmad]

4. Menjadi Penyebab Terkabulnya Doa

Sama seperti meminta ampuanan di atas, jika kita berdoa dengan di dahului dengan membaca surat AL Ikhlas maka doa kita akan di kabulkan oleh Allah, seperti hadits berikut:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ سَمِعَ رَجُلاً يَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ، فَقَالَ: ((لَقَدْ سَأَلْتَ اللهَ بِالاِسْمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى، وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ)).

Artinya: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seseorang berkata:

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu, bahwa diriku bersaksi sesungguhnya Engkau (adalah) Allah yang tidak ada ilah yang haq disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepadaMu) segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya,”

kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh dirimu telah meminta kepada Allah dengan namaNya, yang jika Ia dimintai dengannya (pasti akan) memberi, dan jika Ia diseru dengannya, (pasti akan) mengabulkannya”.[HR Abu Dawud, at Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad]

Asbabun Nuzul

Asbabun nuzul atau sebab turunnya surat Al ikhlas adalah karena ada sekelompok orang dari Bani Quraisy yang meminta penjelasan tentang nasab atau leluhur keturunan Allah, maka Allah turunkan surat ini untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Ada lagi riwayat yang mengatakan bahwa datang sekelompok orang yahudi dan menanyakan tentang nasab dan sifat Allah, maka turunlah surat ini untuk memberikan jawaban tersebut.

Intinya surat ini turun sebagai jawaban atas orang orang musrik yang menanyakan tentang Allah dan sifat sifatnya.

Asbabun nuzul tersebut ada di Musnad Ahmad, Ibnu Abi Harim, Ibnu Jarir, Tirmidhi, Bukhari dalam At-Tarikh, Ibnu al-Mundhir, Hakim, Baihaqi.

Demikian pembahasan Surat AL Ikhlas beserta Artinya lengkap, semoga bermanfaat dan kita bisa mengamalkan isi kandungan surat yang mulia ini. Wallahu a’lam.

Baca juga: Hadits tentang ikhlas

Speak Your Mind

*