Pejuang Subuh

Untuk para pejuang subuh, simak nasihat sangat bagus dan indah yang bisa membangkitkan gairah kita untuk bangun dan menunaikan shalat subuh subuh secara berjamaah, oleh Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr

Pejuang Subuh

Nasehat untuk Para Pejuang Subuh

Kami mendapatkan video dari youtube tentang nasihat yang sangat bagus dan indah yang seharusnya bisa membangkitkan gairah dan semangat kedalam diri kita untuk bangun di waktu subuh dan menunaikan sholat subuh secara berjamaah.

Video akan kami sertakan di akhir nasihat, dan tulisan ini kami edit sedikit tanpa merubah makna dari apa yang di sampaikan dalam ceramah tersebut.

Karena dalam ceramahnya beliau tidak menerangkan hadits riwayat siapa juga sedikit keterangan tambahan dari kami untuk memperjelas apa yang di sampaikan oleh Beliau.

Untukmu Yang Kesiangan Shalat Subuh (Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr)

Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rakaat Shalat Fajar -yaitu Shalat Sunnah Qobliyah Subuh – lebih baik dari dunia dan seisinya.”

وَعَنْهَا عَنِ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: “رَكْعَتاَ الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنيَا وَمَا فِيْهَا “رَوَاهُ مُسْلِمٌ. وَفِي رِوَايَةٍ: “لَهُمَا أَحَبُّ إِليََّ مِنَ الدُّنْيا جَمِيْعاً”.

Artinya: Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia menyatakan, “Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim]. Dalam riwayat lain disebutkan, “Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih aku sukai daripada dunia semuanya.” [HR. Muslim, no. 725]

Mana yang lebih agung, Shalat Sunnah atau Shalat Fardhu?

Jawabanya tentu lebih agung dan besar pahala sholat fardhu subuh, dalilnya bisa kita lihat dari hadits Qudsi berikut.

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi, “Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku yang lebih Aku cintai daripada dengan apa yang Aku wajibkan.

Hadits lengkapnya adalah:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ ، وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أحْبَبْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإنْ سَألَنِي أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

Artinya: “Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya.” [HR. Al-Bukhâri 6502 Fathul Bârî (11/348)]

Maka, jika Shalat Sunnah Qobliyah Subuh lebih baik dari dunia dan seisinya, Bagaimana kedudukan Shalat Fardhu Subuh?.

Tentu sholat subuh kedudukannya lebih utama dari pada sholat sunah fajar atau qabliyah subuh.

Di sini, Kita dapat mengetahui kerugian besar yang didapat oleh orang yang tidur dan tertinggal Shalat Subuh.

Sungguh sejatinya Ia telah kehilangan dunia beserta seisinya seluruhnya, Bahkan ia kehilangan apa yang lebih baik dari dunia seluruhnya!.

Bandingkan jika keuntungan dunia yang sejatinya lebih kecil dari keuntungan menunaikan sholat subuh dan sholat subuh berjamaah .

Sekarang jika ditawarkan kepada seseorang, salah satu kenikmatan dunia yang fana ini (Misal akan mendapatkan uang senilai 1 milyar), dan ia dipanggil atau harus datang di waktu pagi-pagi buta untuk mendapatkan uang tersebut.

Pasti ia dengan senangnya dan semangatnya menanti waktu tersebut dan mempersiapkan agar jangan telat sedetikpun, agar ia tidak melewatkan untuk mendapatkan kenikmatan dunia yang sedikit itu (uang 1 milyar).

Jadi, orang yang melewatkan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh, berarti ia telah melewatkan pada hari itu sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya.

Dan jika ia melewatkan Shalat Fardhu Subuh, maka bayangkan apa yang telah ia lewatkan?!

Jika yang sunnah saja lebih baik dari dunia dan seisinya, maka lihatlah kerugian besar yang didapatkan oleh orang yang melewatkan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh dan juga Shalat Subuh!

Baca juga:

Para Pejuang Subuh Ingat, Harimu seperti Untamu

Subhanallah, orang yang dimuliakan oleh Allah adalah orang yang dapat memegang awal hari.

Sebagian para salaf berkata, “Harimu seperti untamu, …… jika kamu memegang permulaannya, maka akhirnya juga akan mengikutimu.”

Jika seorang hamba mendapat taufik untuk dapat memegang hari sejak awal waktunya, ..

Bagaimana cara memegang hari sejak awal waktunya?

Memegang hari sejak awal waktunya, yaitu dengan mengerjakan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh dan Shalat Subuh.

Jika ia memegang hari sejak awal waktunya, yaitu dengan mengerjakan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh dan Shalat Subuh, maka ia akan dijaga dan diberi kecukupan sepanjang hari.

Disebutkan dalam hadits yang menakjubkan-subhanallah!- yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, yang merupakan hadits shahih,

yaitu dalam satu Hadits Qudsi, Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku 4 rakaat di pagi hari, maka Aku akan memberimu kecukupan hingga akhir hari.”

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Menurutku yang dimaksud adalah Shalat Sunnah Qobliyah Subuh dan Shalat Subuh.””atau Shalat Subuh dan Shalat Sunnahnya.”

Oleh karena itu, orang yang diberi taufik oleh Allah untuk menjaga pelaksanaan Shalat Sunnah dan Fardhu Subuh ini, ia akan diberi kecukupan sepanjang hari.

Dan disebutkan dalam hadits lain, “… maka ia berada dalam perlindungan Allah.” Yakni dalam penjagaan dan pengawasan Allah.

Dan diriwayatkan dalam hadits lain, bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersegera melebihi ketika untuk mengerjakan Shalat Sunnah Qobliyah Subuh.”

Diriwayatkan juga, bahwa Nabi ‘alaihis shalatu wassalam tidak pernah meninggalkan dua rakaat sebelum subuh ini, baik ketika beliau sedang safar atau bermukim.

Semoga Allah menjadikan kita bermanfaat dan memberi taufik menuju segala kebaikan.

Maha Suci dan segala puji bagi Engkau ya Allah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada Engkau.

Demikian Nasihat yang sangat berharga bagi kita semua para pejuang subuh, dan semoga kita bisa istiqomah menunuaikan semua kewajiban sholat subuh secara berjamaah. Wallahu a’lam.

Speak Your Mind

*