Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua dan Dalilnya

Sebutkan keutamaan berbakti kepada orang tua dalam Islam? apakah Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut?, jika tidak, berikut kami akan tuliskan apa saja fadhilah atau keuntungan ketika kita melakukan Birul Walidain.

Berbakti kepada orang tua di kenal dengan istilah Birul Walidain, yaitu ketika kita berbuat baik kepada mereka, lalu apa makna dari berbuat baik tersebut?.

Berbuat baik kepada orang tua artinya kita mematuhi semua perintah, larangan dan nasihatnya, tentu jika semua itu tidak bertentangan dengan hukum Islam.

Misal ketika orang tua kita menyuruh untuk menyiram tanaman atau mencuci piring, maka perintah ini wajib kita lakukan sebagai bentuk dari Birul Walidain.

Tapi ketika orang tua kita menyuruh untuk korupsi, maka ini haram untuk kita lakukan dan tidak ada kewajiban untuk menjalankan perintahnya tersebut, bahkan sebaliknya kita harus menasihati orang tua kita bahwa tindakan tersebut adalah dosa.

Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua

keutamaan berbakti kepada orang tua

Apa sebenarnya keutamaan yang akan kita dapatkan ketika kita berbakti kepada orang tua, berikut 5 hal yang akan kita dapatkan jika berbuat baik kepada kedua orang tua.

1. Amalan yang Paling Utama

Berbakti kepada kedua orang tua adalah salah satu amalan yang paling utama, yang sudah barang tentu kita akan mendapatkan pahala dari apa yang kita lakukan tersebut.

Dalil dari keutamaan ini adalah Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam fatul baari, dari Sahabat sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata :

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ : قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ : قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Artinya: “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [HR. Bukhari dan Muslim]

Jadi jika kita menginginkan amalan yang paling utama, maka birul walidain adalah salah satu caranya.

2. Mendapatkan Ridha Allah

Mengapa kita akan mendapatkan ridha Allah ketika kita berbakti kepada orang tua, karena ada hadits yang menerangkan bahwa ridha Allah tergantung dari ridho orang tua, artinya jika orang tua ridha kepada kita maka Allah pun akan ridha kepada kita.

Dalilnya adalah Hadits dari Imam Al Bukhari, Ibnu Hibban dan lainnya dari Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِضَا الرَبِّ فِى رِضَا الوَالِدِ و سُخْطُ الرَبِّ فِى سُخْطِ الوَالِدِ

Artinya: “Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” [HR. Bukhari, Ibnu Hibban, Tirmidzi dan Hakim].

3. Mendapatkan Jalan Keluar dari Masalah yang Sedang di Hadapi

Iya benar, berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu jalan untuk memecahkan masalah, baik masalah ringan maupun berat, caranya dengan tawasul, apa maksudnya tawasul.

Tawasul adalah menjadikan amalan shaleh sebagai jalan untuk meminta sesuatu, berarti disini kita melakukan amal Birul Walidain sebagai sarana agar masalah yang kita hadapi segera terselesaikan.

Dalilnya adalah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar, yang cukup panjang (disini kami hanya tuliskan artinya saja), Ibnu Umar berkata :

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yang lain, ‘Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan’.

Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut.

Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain.

Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya.

Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku.

Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan kepada anak-anaku.

Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yang menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim].

Dari hadits di atas, kita mengetahui bahwa setiap perbuatan baik kepada orang tua yang pernah kita lakukan, bisa kita gunakan untuk tawassul kepada Allah di saat kita membutuhkannya.

4. Mendapatkan Kelapangan Rezeki dan Panjang Umur

Keutamaan berbakti kepada orang tua yang ke empat ini, jika banyak orang tahu maka akan banyak juga yang akan mengamalkannya, karena kebanyakan kita akan tergiur dengan yang namanya rezeki berupa harta benda.

Padahal rezeki tidak selalu berhubungan dengan harta benda, tapi karena kecintaan kita kepada dunia yang berlebih, jadinya apapun yang berbau dunia maka akan semangat untuk di amalkan.

Dalil dari keutamaan berbakti yang ke 4 ini adalah hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ، وَيَنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud].

Mungkin anda bertanya, inikan hadits tentang silaturahmi, bukan tentang berbakti kepada orang tua atau Birul Walidain?.

Memang benar, tapi coba renungkan ini, dalam hal silaturahmi yang paling uatama adalah silaturahmi kepada kerabat dekat dan kerabat yang paling dekat adalah orang tua, maka kepada orang tualah silaturahmi yang paling di anjurkan pertama kali, baru kepada kerabat yang lain.

Dan lihat kenyataan di kehidupan kita, kebanyakan kita silaturahmi sering kepada teman dan kerabatnya, tapi kepada orang tuanya jarang bahkan tidak pernah.

Tentu ini adalah bentuk dari kurangnya kita berbuat baik kepada orang tua, padahal orang tua sangat mengharapkan dan sangat senang jika anaknya berkunjung “Silaturahmi”.

5. Akan Dimasukan Kedalam Surga

Keutamaan bakti kita kepada orang tua yang kelima adalah kita akan di masukan oleh Allah kedalam surga, mengapa demikian?.

Jawabnya sudah jelas, karena bakti kita kepada orang tua, maka orang tua akan ridho kepada kita dan jika orang tua ridho kepada kita maka Allah pun akan ridho, jika Allah ridho kepada kita maka balasannya adalah surga.

Ada hadits yang menerangkan bahwa dosa besar ketika anak durhaka kepada orang tua, jika di balik maka pahala besar untuk anak yang berbakti kepada orang tua.

Kesimpulan Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua

  • Akan mendapat pahala dari amalan yang paling utama
  • Akan mendapatkan ridho Allah
  • Akan mendapatkan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi
  • Akan mendapatkan rezeki dan di panjang umur
  • Akan di masukan kedalam surga

Demikian bahasan kali ini tentang keutamaan berbakti kepada orang tua, semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

Baca juga:

Speak Your Mind

*