Kebersihan Sebagian Dari Iman? Ini Penjelasan Ulama & Maknanya yg Tepat

Kebersihan sebagian dari iman, hadits ini adalah hadits yang sudah sangat familiar dan beredar luas di tengah masyarakat kita, tapi apakah benar itu sebuah hadits?, berikut kami uraikan secara lengkap berdasarkan ulama ahli hadits tentang kedudukannya.

kebersihan sebagian dari iman

Kebersihan Sebagian Dari Iman

Hadits yang di maksud berbunyi: اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ Bacaan Latin: “annazofatu syathrun minal iman” Artinya:Kebersihan sebagian dari iman” .

Sebelum melanjutkan, kita harus tahu dahulu hukum jika kita berdusta atas Nama Nabi Muhammad Sallalahu alaihi wassalam, seperti misalkan kita mengatakan bahwa Nabi bersabda: “mandi wajiblah kalian dengan sabun lifebuoy”, tentu tidak ada hadits yang berbunyi seperti itu.

Contoh di atas adalah berdusta atas nama Rasul, dan hukumnya adalah dosa besar, berdasarkan hadits riwayat Bukhari berikut ini.

من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار

Artinya: “Siapa yang berdusta secara sengaja atas namaku, maka hendaklah ia mengambil tempat di neraka. [HR. Bukhari : 107].

Walaupun perkataan yang di sandarkan kepada Nabi adalah perkataan yang benar berdasarkan maknanya, tetap saja hal ini adalah hal yang haram dan pelakunya akan mendapatkan tempat di neraka.

Hadits Kebersihan Sebagian Dari Iman Adalah Palsu

Ya, anda tidak salah baca, hadits yang sudah sangat populer di masyarakat kita tersebut ternyata adalah hadits palsu, dan kita jika telah mengetahuinya, maka di larang untuk mengatakan bahwa ini adalah sebuah hadits.

Walaupun secara makna hadits ini selaras dengan ajaran syariat islam yang menjunjung tinggi kebersihan, tetap saja yang namanya hadits palsu tetap palsu.

Dari mana kita tahu kalau hadits tentang kebersihan ini palsu?

Penjelasan Ulama Tentang Palsunya Hadits Ini

Tentu sandaran kita adalah para Ulama ahli hadits yang meneliti setiap sanad, rawi dan matan dari suatu hadits, Ulama yang mengatakan palsunya hadits ini adalah syaikh Abdul Karim al-Khudeir hafizhahullahu Ta’ala dan Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah juga Syaikh Sulaiman bin Nashir Al Ulwan.

Abdul Karim al-Khudeir hafizhahullahu Ta’ala berkata dalam Syarah al-Manzhumah al-Baiquniyyah : 2/15,

ينتشر على ألسنة الناس: “النظافة من الإيمان” ويجزمون بهذا، نقول: هذا ليس له إسناد أصلاً، لا يروى بإسناد عن النبي -عليه الصلاة والسلام

Artinya: “Telah tersebar ucapan pada lisan-lisan kebanyakan manusia ungkapan “An-Nazhofatu minal Iman”, dan mereka menetapkan/meyakini ucapan tesebut, maka kami katakan bahwa ucapan tersebut tidaklah memiliki sanad (asal-usul) sama sekali, sehingga tidak boleh disandarkan kepada Nabi sallalahu alaihiwassalam”.

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah dalam websitenya https://binbaz.org.sa juga mengatakan:

ورد عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : “النظافة من الإيمان” لكنه حديث ضعيف, ومعناه صحيح

“Telah datang dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: Kebersihan bagian dari Iman, akan tetapi haditsnya lemah, walaupun maknanya benar”.

Syaikh Sulaiman bin Nashir Al Ulwan dalam website https://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=109878 yang merupakan kumpulan fawaid beliau yang telah ditranskrip, Beliau mengatakan:

حديث ( النظافة من الإيمان ) لا أصل له ، باطل موضوع ، لكن معناه صحيح

Artinya: “Hadits “kebersihan bagian dari iman” tidak ada asalnya, batil dan palsu, tapi maknanya benar”.

Kesimpulan

Hadits annazofatu syathrun minal iman yang artinya kebersihan sebagian dari iman adalah hadits palsu yang jika kita cari di dalam kitab hadits terkenal, maka kita tidak akan menjumpai redaksi kalimat tersebut.

Memang benar makna dari ungkapan ini adalah selaras dengan ajaran islam, tapi tetap saja, kita di larang menisbatkan perkataan ini kepada Nabi Muhammad sallalahu alaihi wassalam.

Jika kita ingin menggunakan dalil tentang kebersihan dalam islam, maka kita bisa menggunakan dalil lain yang sanad dan matannya sahih, seperti hadits ImamMuslim yang berbunyi:

الطهور شطر الإيمان

Artinya: “Kesucian atau bersuci adalah setengah atau sebagian dari Iman” [HR. Muslim].

Dan masih banyak lagi hadits tentang kebersihan yang sahih dan kita bisa menyandarkan nya kepada Baginda Nabi Sallalahu alaihi wassalam.

Demikian bahasan tentang kebersihan sebagian dari iman, semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

Speak Your Mind

*