Arti Kalimat Tauhid Yang Shahih Dengan Penjelasan Yang Mudah

Kalimat tauhid merupakan kalimat yang agung, yang mana pengucapnya akan mendapatkan jaminan surga. Tapi jaminan surga hanya untuk orang yang paham dengan benar apa itu tauhid dan apa saja syarat dan konsekuensi yang harus di terima dan dijalankannya.

Untuk pertama ini akan saya bahas masalah kalimat tauhid dan artinya yang benar dan shahih berdasarkan dalil Al-Quran dan Sunah, untuk syarat-syarat Kalimat tauhid akan saya tulis dalam artikel selanjutnya. dan artikel ini adalah seri artikel tentang aqidah Islam.

Kalimat Tauhid

Gambar Tauhid

Tauhid adalah “Laa ilaaha illallaah” lafadz tauhid arab:

لا إله إلا الله

Arti Tauhid yang benar adalah:

Tidak ada Sesembahan yang berhak untuk disembah/diibadahi selain Allah atau dengan kata lain Tiada sesembahan yang benar kecuali Allah.

Tunggu dulu…,maksudnya arti tauhid yang benar itu apa yah?, apakah selama ini yang saya pahami dengan makna Laa ilaaha illallaah dengan “Tidak ada tuhan selain ALLAH” adalah salah?.

Ya betul, pengertian tauhid yang selama ini kita pahami adalah kurang tepat, mengapa demikian?.

Baik, akan saya uraikan secara sederhana agar paham dan dengan dalilnya, untuk memudahkan pemahaman, dalil akan saya tulis hanya surat dan ayatnya saja.

Pengertian Tauhid Yang Kurang Tepat

Jika makna Laa Ilaaha Ilallaaah “tidak ada tuhan selain ALLAH“, yang berarti: Tidak ada yang berkuasa selain ALLAH, tidak ada yang memberi rizki selain ALLAH, tidak ada yang mengatur alam semesta selain ALLAH (di sebut dengan rububiyah).

Sudah tentu kaum musrikin quraisy tentu tidak akan mempermasalahkan, karena kaum musrik arab dahulu juga yakin dengan adanya tuhan ALLAH dan mereka juga yakin akan maha kuasanya ALLAH, yakin akan yang memberikan rezki ALLAH, yakin yang menghidupkan dan mematikan adalah ALLAH.

Dalil kaum musrik Quraisy yakin akan rububiyah adalah Al Qur’an surat [Yunus : 31], [Luqman : 25], [Al-ankabut : 63], [Az-Zukhruf : 87], [Al-Mu’minuun : 86-87] 

Berarti makna yang benar dari kalimat Laa Ilaaha Ilallaaah BUKAN  Tiada yang memberi rizki selain ALLAH, Tiada tuhan selain ALLAH atau rububiyah, karena mereka (kaummusryikin Quraisy menolaknya), ini menandakan makna Laa Ilaha Ilalaah bertentangan dengan keyakinan mereka.

Sudah paham atau masih bingung?

Kalimat Tauhid Laa Ilaha Ilallaah Bukan Tentang Tauhid Rububiyah

Baik, begini ringkasnya:

Kalimat Tuhid Laa Ilaaha Ilallaaah bukan tentang tauhid RUBUBIYAH tapi tentang tauhid ULUHIYAH.

Maksudnya apa?

Tauhid Rububiyah adalah tauhid tentang keyakinan bahwa ALLAH yang mengatur alam semesta, ALLAH yang memberikan rezeki, ALLAH yang menghidupkan dan mematikan.

Tauhid Uluhiyah adalah tauhid tentang ibadah wajib hanya kepada ALLAH, qurban kepada ALLAH, Doa kepada ALLAH.

Jadi kalimat tauhid Laa Ilaaha Ilallaah yang benar seperti yang sudah di tulis di atas adalah: “Tidak ada sesembahan yang patut di sembah atau di ibadahi selain ALLAH”

Jadi inti tauhid Laa Ilaha Ilallaah adalah mengajak kaum musrikin Quraisy hanya menyembah dan beribadah kepada ALLAH, bukan kepada patung, kuburan, wali dll.

Dengan kata lain makna kalimat Laa Ilaha Ilalaah adalah mengajak kepada tauhid Uluhiyah.

Itulah sebabnya kaum musrikin Quraisy menolak untuk mengucapkan kalimat tauhid Laa Ilaha Ilallaah, karena mereka beribadah kepada berhala, walaupun mereka berargumen bahwa berhala ini hanya sebagai wasilah atau perantara saja.

Sudah paham?, kalau belum simak kembali keterangan di atas secara perlahan.

Tambahan:

Sebagai bukti kalau kaum musrikin arab meyakini akan tauhid rububiyah atau yakin dengan adaya ALLAH yang maha kuasa, adalah nama dari Ayah Nabi Muhammad ﷺ yaitu Abdullah yang berarti Hamba ALLAH.

Ini jelas sebagai bukti bahwa kaum musrik arab tahu akan ALLAH سبحانه و تعالى

Seperti di awal saya tuliskan tentang adanya syarat kalimat tauhid Laa Illaha Ilalaah agar tauhid kita sempurna dan di terima, silahkan anda baca di artikel Syarat tauhid Laa Ilaha Ilallaah, anda harus paham dengan syarat tauhid ini dan menanggung konsekuensi dari perkataan yang telah kita ikrarkan.

Lalu Pembahasan Aqidah ini juga tidak lepas dengan namanya tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan asma wa sifat, untuk tauhid rububiyah dan uluhiyah di atas sudah di singgung sedikit, untuk selengkapnya silahkan anda baca pembagian tauhid.

Wallahu A’lam

Leave a Reply