“Jangan Berbohong” Ini Akibat Dosa dan Azab orang Berbohong

Jangan berbohong, kenapa? karena akibat dari berbohong yang sangat merugikan, baik untuk orang yang berbohong maupun orang yang di bohongi, di antaranya akan mendapatkan dosa dan azab yang pedih tatkala kita berbohong.

Jangan Berbohong Akibat, Dosa dan Azab orang Berbohong

Jangan Berbohong

Kata kata ini familiar ketika kita menghakimi anak kita atau orang lain yang kita anggap sedang berdusta atau bohong.

Kata jangan bohong ini adalah suatu kebenaran yang bersandar pada hadits, yang pada intinya Allah mengharamkan berbohong dan menyukai kejujuran berikut redaksinya.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Artinya: Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta (berbohong), karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (PEMBOHONG).’” [HR Bukahari, Muslim, Abu Dawud,At Tirmidzi, Al Baihaqi, Ibnu Hiban].

Penjelasan dan bahasan hadits yang membicarakan tentang kebohongan bisa anda baca pada artikel sebelumnya yaitu hadits tentang berbohong.

Akibat Berbohong

Merujuk pada hadits di atas bahwa akibat dari berbohong adalah dekatnya kita dengan perbuatan perbuatan zalim dan kejahatan, dan tentu kejahatan akan membawa kita kedalam neraka. Berikut akibat dari penyakit suka berbohong.

  1. Mudah berbuat jahat dan zalim kepada diri sendiri dan orang lain.
  2. Mendapatkan dosa yang akan memasukkan kita ke dalam neraka.
  3. Rentan masuk kedalam golongan orang munafik, karena ciri kemunafikan adalah berkata dusta.
  4. Sulit untuk di percaya oleh orang lain, sehingga akan merugi jika usaha sulit sukses dalam bidang apapun.
  5. Di tulis disisi Allah sebagai seorang pembohong.
  6. Tidak di sukai manusia dan akan dijauhi oleh orang lain.
  7. Hilang wibawa.

Itu adalah akibat umum seseorang yang mempunyai kebiasaan berbohong, lalu apa akibat khususnya?, akibat khususnya adalah mendapatkan dosa.

Dosa Berbohong

Dosa berbohong merupakan dosa yang seharusnya tidak di anggap remeh oleh kita, karena walau bagaimanapun kebohongan yang kecilpun akan tetap di hitung sebagai dosa.

Dari kebohongan kecil atau ringan inilah, jika di lakukan berulang kali akan menjadi kebiasaan berbohong yang pada akhirnya akan membawa kepada bohong yang besar.

Bohong kecil dan bohong besar ini, maksudnya adalah berbohong yang akan menimbulkan efek kerugian kepada objek yang kita bohongi.

Misal kita berbohong kepada anak kita dengan mengatakan, kalau tidak makan nanti ada setan yang akan menculiknya, sepertinya bohong disini adalah bohong yang tidak berpengaruh kepada si anak, malah bagus. Tapi ini tidak di perbolehkan dan inilah yang dinamakan bohong kecil.

Kalau misal, kita ada proyek membangun rumah, lalu kita bekerja sama dengan rekan kita dalam membangun proyek ini, karena kita adalah orang yang bertanggung jawab dan lebih banyak mengeluarkan modal, sehingga kita yang tahu berapa keuntungan dari proyek tersebut.

Setelah selesai proyek tersebut, lalu mendapatkan keuntungan besar, katakan 1 milyar, tapi karena kita menginginkan bagian yang lebih besar,lalu kita membuat laporan palsu nahwa keuntungan hanya sebesar 500 jt.

Tentu ini akan mengakibatkan kerugian pada rekan kita, inilah yang dinamakan bohong besar, sehingga ancaman azab yang di terima antara pelaku bohong besar dan kecil berbeda.

Jika kita sering melakukan kebohongan kecil maka lambat laun kita akan melakukan kebohongan besar,karena kita tidak akan sadar lagi bahwa kita berbohong, inilah dosa yang sangat buruk yang akan menjadikan kita sebagai orang munafik.

Azab Berbohong

Berbicara masalah azab, maka bisa berlaku di dunia, di alam kubur maupun di akhirat, dan untuk azab berbohong yang kami dapati adalah azab di alam kubur atau barzakh, seperti apa azab orang yang mempunyai penyakit suka bohong, simak hadits riwayat bukhari berikut.

رَأَيْتُ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي، قَالاَ: اَلَّذِى رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ، يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغُ الآفَاقَ، فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya: Aku melihat dalam mimpi dua orang Malaikat, keduanya berkata: “Orang yang engkau lihat mulutnya dikoyak hingga telinga, adalah seorang pembohong. Ia berbohong hingga kebohongannya tersebut dibebankan kepadanya hingga mencapai ufuk, maka dibuatlah ia diberi beban seperti itu hingga hari kiamat.” [HR. Bukhari].

Ini adalah hadits yang ringkas tentang azab berbohong, dan dalam kitab lainnya Imam Bukhari menuliskan hadits ini lebih lengkap sebagai berikut:

Dalam riwayat yang panjang disebutkan, bahwa pada saat itu Nabi melihat dua orang malaikat dalam mimpinya mendatangi beliau, kemudian mereka menarik tangannya dan membawanya ke tanah suci, di sana ada seorang laki-laki yang berdiri dengan tangannya kemudian ada besi yang dimasukkan dari rahang hingga tembus ke pingangnya kemudian dilakukan hal yang sama dengan rahang lainnya hingga mencapai pinggang sebelahnya, demikian berulang-ulang terjadi. Lalu Nabi bertanya.

“Kenapa ini?” lalu para malaikat menjawab seperti hadis di atas.

Hadits di atas menjelaskan tentang azab bagi orang yang suka berbohong, walaupun ulama berselisih tentang apakah semua kebohongan atau hanya orang yang melakukan kebohongan besar saja.

Pada dasarnya jangan melakukan kebohongan walau dalam bercanda karena kebohongan kecil yang ringan akan membawa kepada kebohongan lainnya yang lebih besar, sehingga bukan mustahil nanti kita dapat azab mengerikan seperti hadits di atas.

Akibat Bersumpah Demi Allah Tapi Berbohong

Hukum dari sumpah palsu dengan menyebut demi Allah disebut ghamus dan ini adalah dosa besar berdasarkan Ayat dan hadits berikut:

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allâh dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allâh tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. [Ali Imran ayat 77]

Asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat ini di terangkan dalam hadits berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ، وَهُوَ فِيهَا فَاجِرٌ، لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ» قَالَ: فَقَالَ الأَشْعَثُ: فِيَّ وَاللَّهِ كَانَ ذَلِكَ، كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَ رَجُلٍ مِنَ اليَهُودِ أَرْضٌ فَجَحَدَنِي، فَقَدَّمْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَكَ بَيِّنَةٌ»، قُلْتُ: لاَ، قَالَ: فَقَالَ لِلْيَهُودِيِّ: «احْلِفْ»، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِذًا يَحْلِفَ وَيَذْهَبَ بِمَالِي، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: { إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا } [آل عمران: 77] إِلَى آخِرِ الآيَةِ

Artinya: Dari Abdullah Radhiyallahu anhu , dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bersumpah dusta untuk mengambil harta seorang Muslim, maka dia pasti akan bertemu Allâh dalam keadaan Allâh murka kepadanya”. Al-Asy’ats berkata, “Demi Allâh hal itu telah terjadi. Telah terjadi masalah tanah antara aku dengan seorang Yahudi, dia mengingkari hakku. Maka aku membawanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Apakah engkau memiliki bukti (saksi)?”. Aku menjawab, “Tidak!” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada si Yahudi, “Bersumpahlah!” Aku berkata, “Wahai Rasûlullâh! Kalau begitu dia akan bersumpah dan pergi membawa hartaku!” Maka Allâh Azza wa Jalla menurunkan ayat (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allâh dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit… sampai akhir ayat”. [HR. Al-Bukhâri, no. 2416 dan Muslim, no. 138. Lafazh ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri].

Dari ayat dan hadits di atas di dapati bahwa bersumpah dengan nama Allah tapi ternyata dusta, maka berakibat dengan mendapat dosa besar.

Jika ia tidak meminta maaf ke orang yang di bohongi dan bertaubat kepada Allah, maka akan di campakan oleh Allah di hari kiamat, tidak akan diajak bicara, tidak akan di lihat dan tidak akan di sucikan, yang pada akhirnya nerakalah tempat kembalinya yang merupakan azab yang sangat pedih.

Kesimpulan Jangan Berbohong

“Jangan bohong, walaupun hal yang remeh dan sebagai candaan” ingat kata kata ini untuk diri sendiri, tanamkan kedalam hati, agar kita melazimi dan terbiasa untuk berkata dan bertindak dengan jujur.

Karena orang yang suka berbohong dan mempunyai kebiasaan berbohong, di awali dengan kebohongan yang kecil, seperti bercanda, dari kebiasaan berbohong ini, lama lama kita akan di sebut sebagai orang yang punya penyakit suka berbohong.

Akibatnya lambat laun apapun yang kita lakukan akan penuh dengan kedustaan dan tidak terasa kita akan bersumpah dengan nama Allah tanpa kita sadari, padahal ini adalah dosa besar.

Maka apapun yang kita perbuat dan katakan jujurlah jangan sekali kali berkata dusta, karena dosa dan azab berbohong sangat besar untuk kita tanggung. “Jangan Berbohong”. Wallahu a’lam.

Baca Juga:

Speak Your Mind

*