Memahami Hikmah Qurban Yang Sering di Lupakan

Apa hikmah qurban yang sangat penting, tapi sering di lalaikan oleh kita sebagai umat Muslim, Simak bahasan kali ini yang akan menjelaskan tentang 9 hikmah berkurban.

Ibadah qurban adalah salah satu syariat Islam yang sangat di tekankan untuk di lakukan, terutama oleh orang yang mempunyai harta berlebih, tapi statusnya tetap sunnah.

Qurban di lakukan pada bulan Dzulhijah tepatnya pada tanggal 10 saat Idul Adha dan 3 hari setelahnya yaitu tanggal 11, 12, 13 dzulhijah atau dikenal sebagai hari tasrik.

Untuk tata cara qurban tentu ada ilmu fikihnya tersendiri, dan mudah mudahan lain waktu akan kami tuliskan tentang fiqih Qurban, untuk saat ini kita akan bahas tentang hikmah dari berqurban itu sendiri.

Pertama akan kami tuliskan tentang hikmah dari berkurban yang sering tidak di sadari dan jarang di bahas, padahal ini adalah hikmah yang penting, dan selanjutnya akan kami tuliskan daftar dari hikmah kurban secara umum.

Memahami Hikmah Qurban Yang Sering Luput dari Perhatian

Sering kita dengar bahwa hikmah dari berkurban adalah mengenang, mengikuti atau meneladani peristiwa penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim alaihissalam, tapi tidak dijelaskan apa maksud dari itu semua.

Kata mengenang tentu hanya sebagai sebuah frasa yang tidak berarti jika tidak dengan meneladani atau mengikuti apa yang di lakukan oleh Nabi Ibrahim tersebut.

Tapi kata mengikuti atau meneladani tersebut apakah cukup hanya dengan menyembelih hewan qurban saja?. Tentu tidak, karena dari cerita yang kita dapatkan makna penyembelihan tersebut sangat mendalam dan penting untuk di pahami oleh kita sebagai orang Islam.

Ketakwaan

Ketakwaan adalah hikmah yang utama dari qurban, tapi bukan hanya sebuah kata taqwa tanpa makna yang tidak jelas atau samar, sudah sering kita dengar tentang meningkatkan iman dan takwa tanpa tahu hakikat dari taqwa itu sendiri.

Taqwa adalah selalu berusaha untuk melakukan apapun yang di perintahkan serta meninggalkan apa yang di larang-Nya.

Taqwa ini buah dari Iman, karena keimanan menuntut kita untuk beramal sesuai apa yang kita imani atau yakini tersebut.

Lalu apa hikmah tersembunyi dari kisah Nabi Ibrahim terkait ketaqwaan?

Inilah taqwa yang sesungguhnya yang dilakukan oleh seorang Manusia terhadap perintah sang Pencipta Allah Subhana Huwataala.

Andai kita berada di posisi Nabi Ibrahim, apakah sanggup kita menjalankan perintah-Nya untuk menyembelih Anak kita sendiri, yang anak tersebut adalah anak kesayangan yang sudah lama di tunggu tunggu kehadirannya?.

Tentu ini sangat berat, dan kita akan berfikir ulang untuk melakukannya, karena ini adalah perintah yang di luar akal.

Tapi lihat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang mereka berdua di karunia ketaqwaan yang sempurna, perintah yang sangat tidak bisa di terima akal dan sangat berat tersebut mereka lakukan dengan Ikhlas.

Dan Allah dengan karunianya mengganti Nabi Ismail dengan domba dan memberikan mereka karunia yang sangat besar.

hikmahnya

Hikmahnya adalah kita mencontoh atau meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dengan belajar berusaha untuk melakukan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya.

Toh perintah yang di bebankan kepada kita tidak lebih berat dari perintah yang di berikan kepada Nabi Ibrahim tersebut.

Dan ingat ketika kita melakukan perintah Allah dengan ikhlas dan sesuai dengan cara yang di contohkan oleh Nabi Muhammad Salallahu alaihiwassalam maka kita akan mendapatkan balasan yang jauh lebih baik.

Dan salah satunya adalah perintah qurban kepada orang yang mampu, walaupun ini sunah, sudah selayaknya bagi kita untuk berqurban, toh bukan anak kita tapi seekor domba, kambing, kerbau, unta atau sapi.

9 Hikmah Qurban Yang Utama

Setidaknya ada 9 hikmah qurban yang bisa kita dapati dari ibadah sunnah ini.

  1. Meneladani Ketakwaan Nabi Ibrahim Alaihissalam
    Tambahan dari pembahasan di atas, bahwa esesnsi taqwa yang di ajarkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam adalah berserah diri atau pasrah terhadap semua perintah Allah, artinya kita seperti tawanan perang yang tidak akan melawan walaupun kita di perintahkan oleh penawan untuk melakukan hal yang tidak kita sukai, dan inilah arti Islam yang benar. Bacu penjelasan lengkap di artikel Jelaskan Apa Itu Islam?.
  2. Mengikis Sifat Bakhil
    Sifat bakhil atau pelit adalah sifat yang tercela, dengan kita berkurban maka kita setidaknya belajar untuk membuang sifat ini yang harapannya kita akan bisa menjadi orang yang lebih dermawan dan senang berbagi.
  3. Ibadah Sosial
    Kita tahu bahwa hubungan kita harus baik secara horizontal kepada Allah dan secara vertikal kepada sesama Manusia, di dalam ibadah qurban kita menerapkan perbuatan baik kepada sesama dengan membagikan daging kurban, dan tentu ini termasuk ibadah sosial.
  4. Salah Satu Bentuk Syiar Islam
    Qurban merupakan ibadah yang dilakukan di tempat umum, sehingga semua orang bisa menyaksikannya, dan inilah alasan qurban menjadi salah satu syiar Islam, yang tentunya banyak orang yangakan penasaran dengan apa yang di lakukan, setelahnya mereka akan mencari tahu dan mendapati bahwa ini adalah salah satu amalan Islam yang bersumber dari Nabi Ibrahim.
  5. Ungkapan Rasa Syukur
    Bersyukur atas segala yang diberikan kepada Allah adalah hal yang sangat dianjurkan, dan dengan bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kita, dalam ibadah kurban ketika kita diberikan harta yang banyak maka salah satu caranya adalah dengan berqurban tentu di samping zakat dan sedekah.
  6. Membahagiakan Orang Miskin
    Tidak semua orang mampu untuk membeli lauk pauk yang memadai, terutama daging, dengan kurban ini yang dagingnya akan di bagikan kepada beberapa orang diantaranya adalah fakir miskin, maka ini merupakan bentuk untuk berbagi kebahagiaan kepada mereka.
  7. Belajar Ikhlas Karena Allah
    Mungkin tidak akan yang marah ketika kita memutuskan untuk tidak berkurban, tapi karena ktulusan dan keikhlasan kita kita rela menyisihkan harta untuk membeli hewan kurban dan menyembelihnya untuk di bagikan kepada orang lain.
  8. Bulu Bulu Hewan Qurban = Kebaikan
    Betapa banyak kebaikan yang akan kita peroleh dengan berqurban, simak hadits berikut.
    Dari Zaid ibnu Arqam, Dia berkata: “Wahai Rasulullah Salallahu alaihi wassalam, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
  9. Qurban adalah amalan yang disukai Allah
    Tentu amalan ini paling disukai oleh Allah ketika hari raya Idul Adha, sebagaimana hadits riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi berikut.
    Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

Demikian 9 hikmah berqurban untuk orang yang melaksanakannya maupun yang belum bisa melaksanakannya, kita bisa memetik hikmah atau pelajaran tersebut, terutama point 1 tentang meneladani ketaqwaan Nabi Ibrahim Alaihissalam, wallahu a’lam.

Baca Juga:

Speak Your Mind

*