Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Apa hikmah beriman kepada hari akhir, dan mengapa iman kepada hari akhir sangat penting bagi seorang Muslim, simak penjelasan yang mudah di pahami dengan dalil dan logika atau dalil aqli.

Sebelum kita bahas tentang hikmahnya, terlebih dahulu kita bahas tentang definisi dari beriman kepada hari akhir dan alasannya, agar kita bisa mudah memahami dengan benar korelasi hikmah yang ada.

Beriman Kepada Hari Akhir

Ada dua hal yang menjadi poin dari bahasan kali ini, yaitu tentang hari akhir dan beriman, kita jabarkan apa maksud dari kata tersebut.

Hari akhir disini adalah hari dimana kita di kumpulkan untuk mendapatkan semua balasan atas apa yang telah kita lakukan selama kita hidup di dunia, balasan disini bisa berbentuk siksaan atau nikmat.

Beriman maksudnya adalah meyakini dengan keyakinan yang benar tanpa ragu bahwa hari akhirat itu benar benar ada dan akan di rasakan oleh semua makhluk hidup.

Timbul pertanyaan, Mengapa harus ada pembalasan?, bukankah Allah maha pengampun?, dan kenapa Allah begitu kejam dengan diciptakannya neraka?.

Mengapa harus ada hari pembalasan?

Pembalasan yang Allah lakukan di hari akhir berkaitan dengan sifat maha adilnya Allah dan sifat Allah yang tidak akan pernah untuk berbuat dzalim kepada semua makhluk.

Misal ada kasus pencurian, dan pencuri tersebut tidak mendapatkan balasan apapun atas perbuatannya di dunia ini, karena satu dan lain hal.

Apakah dalam contoh keadaan ini ada keadilan untuk kedua belah pihak (pencuri dan korban)?, jawabannya tidak.

Untuk mewujudkan rasa keadilan ini, maka balasan atas perbuatan pencuri tersebut akan di dapatkan di akhirat atau hari akhir.

Begitupun dengan semua perbuatan yang kita lakukan di dunia ini, baik perbuatan zalim maupun perbuatan baik, maka akan mendapatkan balasannya kelak di akhirat.

Inilah hikmah adanya hari pembalasan di akhirat kelak, tidak lain untuk menegakan keadilan dengan seadil adilnya, dan pada hari itu tidak ada lagi manusia yang di zalimi.

Bukankah Allah maha pengampun?

Benar, Allah maha pengampun atas semua dosa yang kita lakukan selama manusia meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam perkara hanya maksiat kepada Allah.

Tapi jika perkara dosa yang kita lakukan berkaitan dengan kezaliman kepada manusia lainnya, maka di samping bertobat kepada Allah, kita juga harus meminta maaf kepada manusia yang kita zalimi tersebut.

Jika syarat tersebut di atas, yaitu bertobat dan memohon maaf kepada manusia yang pernah kita zalimi tidak kita penuhi, maka kita akan mendapatkan balasan di akhirat kelak.

Jadi bukan berarti Allah maha pengampun itu akan mengampunkan semua kezaliman hambanya tanpa syarat apapun.

Walaupun dalam salah satu firmannya di dalam Al Quran surat An Nisa ayat 48, yag berbunyi:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [QS. An Nisa: 48].

Di dalam surat tersebut Allah akan mengampuni segala dosa selain syirik, jika Allah berkehendak, di dalam ayat ini para ulama memberikan keterangan bahwa potensi dosa yang kita lakukan bisa di ampuni oleh Allah walaupun belum sempat taubat.

Karena jika seseorang bertaubat pasti di ampuni oleh Allah, walaupun dosa syirik (bertobat dari syirik ketika masih hidup di dunia), karena ayat ini menerangkan tentang dosa yang kita lakukan selama di dunia yang terbawa sampai wafat.

Dari ayat ini saja sudah terlihat bagaimana maha pengampunnya Allah kepada makhluknya, dan semua itu berkaitan dengan maha adilnya Allah.

Mengapa diciptakan Neraka?

Apakah dengan di ciptakannya neraka itu menandakan Allah kejam?, tentu tidak karena ini adalah balasan atas orang yang berbuat zalim.

Sudah mahfum kalau seseorang berbuat salah akan ada hukumannya, dan semua peraturan sudah tertuang di dalam syariat Allah.

Dan tidak semena mena Allah memasukkan seseorang kedalam neraka, Ketika seseorang tidak mengindahkan syariat bahkan melawan syariat sejatinya orang tersebut tengah berjalan menuju neraka.

Perlu di ingat juga tentang syariat menuntut ilmu agama yang merupakan kewajiban seorang Muslim, karena dengan ilmu inilah kita akan mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh di lakukan.

Baca: Hadits Tentang Menuntut Ilmu

Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Dari paparan di atas baru kita bisa menarik kesimpulan tentang hikmah apa saja yang bisa kita petik dari beriman kepada hari akhir.

Yang sebenarnya sangat banyak hikmah yang bisa kita ambil, tapi secara garis besar atau yang paling penting setidaknya ada 5 hikmah, seperti di bawah ini:

1. Mencegah kita dari Berbuat Dosa

Berbuat dosa ini umum, yaitu mencakup perbuatan zalim kepada sesama makhluk, tidak melaksanakan perintah Agama maupun melakukan perbuatan yang di larang Agama.

Dengan keyakinan kita terhadap hari akhir yang di dalamnya ada siksa dan ada kesenangan, maka otomatis manusia akan mengejar kesenangan daripada siksa.

2. Semangat untuk Berbuat Kebaikan

Berbuat kebaikan ini termasuk didalamnya, melakukan kewajiban seperti sholat 5 waktu, membantu sesama, berbakti kepada orang tua dll.

Dengan keyakinan yang benar tentang hari akhir, maka akan membuat kita mudah dalam beramal, karena ketika kita yakin tentang balasan di akhirat, kita akan mempersiapkan dengan bekal yang banyak, dan bekal disini adalah amal kebajikan.

3. Mudah untuk Bertobat

Dalam sebuah hadits di sebutkan bahwa “semua manusia itu pasti berbuat dosa, dan sebaik baik manusia adalah yang bertobat setelah berbuat dosa”.

Tobatnya manusia atas dosa yang dilakukannya maka akan membuat Allah senang dan tentu dosa tersebut akan di ampuni.

Sehingga seseorang yang yakin akan adanya hari akhir akan senantiasa menjaga dirinya dari berbuat dosa, dan ketika berbuat dosa entah itu di sengaja atau tidak maka akan segera bertaubat agar mendapatkan ampuanan atas dosanya tersebut.

4. Mendapatkan Ketenangan Hati

Ketenagan hati adalah anugerah yang sangat besar karena semua kesenangan bersumber dari hati kita.

Ketika kita yakin akan adanya hari akhir maka hati kita akan tenang, karena kita yakin atas apapun yang terjadi di dunia ini akan mendapatkan balasannya.

Ketika ada yang berbuat zalim kepada kita, maka kita tidak mudah untuk membalas bahkan cenderung memaafkan, ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginannya maka kita akan bersabar karena yakin itu adalah yang terbaik untuk kita.

5. Tidak Tamak Terhadap Dunia

Dunia ini membuat kita lalai, karena kebanyakan kita mencintai dunia secara berlebihan bahkan dunia sudah masuk kedalam hati kita sehingga setiap saat yang ada di benaknya adalah perkara dunia. Bahkan untuk mendapatkan dunia bisa menggunakan cara cara yang melanggar syariat.

Berbeda dengan orang yang beriman kepada hari akhir, mereka tidak mencintai dunia secara berlebihan karena yakin kenikmatan dunia ini hanya kenikmatan yang sementara saja.

Sehingga dunia yang akan di nikmati benar benar dari jalan yang halal dan merasa cukup dengan apa yang telah di dapatkan nya.

Secara tidak langsung hal ini juga akan membuat hati kita nyaman dan tenteram, karena tidak di bebani oleh berbagai macam keinginan duniawi yang tentunya akan sangat menyita pikiran kita.

Ingat beriman kepad hari akhir adalah salah satu rukun dari rukun iman, artinya jika kita tidak meyakini akan adanya hari akhir maka kita tidak termasuk orang beriman.

Demikian bahasan kali ini tentang hikmah beriman kepada hari akhir, semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

Baca Juga:

Speak Your Mind

*