Hadits Tentang Wanita Sholehah Beserta Arabnya Juga Keistimewaannya

Wanita dalam islam menjadi mulia dan terangkat derajatnya, banyak hadits tentang wanita dan ayat Al Quran yang menerangkan  bagaimana kondisi wanita era sebelum dan sesudah datangnya islam.

Mungkin media barat dan orang liberal yang anti islam, akan menganggap islam telah memenjarakan wanita, membelenggu dengan aturan yang sepertinya membatasi gerak wanita, dan stigma negatif lainnya.

Yang sebenarnya jika kita telaah lebih mendalam, ternyata islam sangat menghargai wanita, dan mengistimewakan wanita di balik kelemahan yang melekat padanya.

Kali ini akan kami tuliskan hadits-hadits tentang wanita yang bisa kita ambil pelajarannya dan bagaimana seharusnya seorang pria memperlakukannya, juga bagaimana agar seorang wanita menjadi wanita yang sholihah, lengkap dengan penjelasan dari ulama tentangnya.

Hadits Tentang Wanita

hadits tentang wanita

Hadits tentang wanita yang akan kami tulis sebagian di lengkapi juga dengan tulisan Arabnya tapi lebih banyak yang tidak kami tuliskan, tapi hanya kami tuliskan artinya saja.

Kami sertakan penjelasan ulama akan makna yang terkandung di dalamnya dan nasihat sebagai renungan bagi wanita agar bisa lebih baik lagi dalam menerapkan syariat islam, yang pada akhirnya akan menjadi wanita sholehah dan akan mengajarkan islam kepada anak turunannya.

Hadits Tentang Wanita Sholehah

Berikut beberapa hadits tentang wanita yang sholehah beserta arabnya:

Artinya: Sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita salihah, sebagaimana dalam hadits Riwayat Imam Muslim, Dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasullulah Bersabda:

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

Artinya: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.” [HR Muslim].

Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berkata kepada Umar bin khathhab radhiallahu’anhu:

Artinya: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” [HR. Abu Dawud no. 1417]

Penjelasan dan Nasihat

Dunia di pandang dalam islam adalah sebagai sesuatu yang hina, kecuali yang mendekatkan kepada Allah. Dan banyak manusia berlomba-lomba dalam mengumpulkan harta dunia.

jikalau pengumpulan harta tersebut adalah untuk tujuan akhirat maka akan sangat mulia, tapi sangat jarang yang seperti itu, kebanyakan hanya sebagai pemuas nafsunya saja.

Dalam hadits di atas, Nabi sallalahu alaihi wassalam menerangkan tentang harta dunia yang terbaik adalah wanita sholihah, karena dengannya bisa membawa kita dan bisa membantu kita untuk lebih taat kepada Allah dan kita akan mudah untuk bekerja sama dalam melakukan amalan agama.

Penjelasan istri shalihah dalam hadits berikutnya yaitu bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya, inilah harta yang sesungguhnya yang akan mendorong suami betah di rumah dan tidak di pusingkan dengan banyaknya tuntutan dari istri.

Hadits Tentang Wanita Penghuni Surga

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

Artinya: “Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. [HR. Ahmad].

Artinya: “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih saying, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Dimana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” [HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287]

Penjelasan dan nasihat

Ini adalah ciri dan juga keutamaan dari wanita shalihah yang sangat besar, bagaimana tidak hanya dengan melakukan hal seperti dalam hadits di atas maka wanita sholihah akan bebas memilih masuk surga dari pintu mana saja.

Andai wanita mau meresapi dan mengamalkan anjuran dari hadits ini, niscaya tidak ada lagi seorang istri yang membantah dan melawan kepada suaminya, dan ini salah satu bukti bahwa harta di dunia yang palig baik adalah istri sholihah.

Dan bayangkan betapa tentramnya suami jika mempunyai istri yang penurut dan berbakti kepadanya, sangat benar apa yang di sabdakanNya.

Kebahagiaan Seorang pria (suami) Di Dunia

Artinya: “Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan 4 perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” [HR. Ibnu Hibban]

Ketika Umar ibnul Khathtbab radhiallahu’anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam:

Artinya: “Wahai Rasulullah, Harta apakah yang sebaiknya kita miliki ?” Beliau menjawab: “hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” [HR. Ibnu Majah no. 1856]

Hadits Tentang Memilih Istri Sholihah

Artinya: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” [HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466]

Penjelasan dan Nasihat

Seorang pria biasanya mencari calon istri melihat dari parasnya, cantik atau tidak yang kedua karena hartanya, yang ketiga dari keturunannya dan yang terakhir baru dari agamanya.

Dan ternyata kebiasaan yang di terapkan oleh pria dalam memilih istri salah, yang benar adalah lihat dahulu agamanya, baru setelahnya lihat yang lainnya.

Bukan tanpa alasan Nabi mengatakan hadits ini, karena seperti yang sudah kita tuliskan di atas, bahwa wanita sholihah akan membuat kita tentram, karena mereka akan nurut dan patuh kepada suami.

Apalah gunanya jika wanita tersebut berparas cantik, tapi membuat kita sengsara karena banyak tuntutan dan juga tidak nurut, tapi memang yang afdhol dan beruntung adalah ke empat kriteria tersebut ada padanya.

Atau dengan kata lain, yang pertama kita lihat adalah agamanya, jika agamanya tidak bagus maka jangan di teruskan atau cari yang lainnya, walaupun parasnya sangat jelita, berharta banyak dan dari turunan ningrat.

Ingatlah semua syariat islam di turunkan untuk kemaslahatan dan kebaikan manusia itu sendiri.

Baca juga:

Anjuran Suami Dalam Memperlakukan Istri (wanita)

اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Artinya: “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” [HR Muslim: 3729]

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” [HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285]

Artinya: “Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya maka kamu mematahkannya. Jadi, berlemah lembutlah terhadapnya, maka kamu akan dapat hidup bersamanya.” [HR. Hakim, shohih].

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda di akhir kehidupannya, dan hal itu terjadi pada haji wada’:

Artinya: “Ingatlah, berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka itu (bagaikan) tawanan di sisi kalian. Kalian tidak berkuasa terhadap mereka sedikit pun selain itu, kecuali bila mereka melakukan perbuatan nista. Jika mereka melakukannya, maka tinggalkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukul lah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika ia mentaati kalian, maka janganlah berbuat aniaya terhadap mereka. Mereka pun tidak boleh memasukkan siapa yang tidak kalian sukai ke tempat tidur dan rumah kalian. Ketahuilah bahwa hak mereka atas kalian adalah kalian berbuat baik kepada mereka (dengan mencukupi) pakaian dan makanan mereka.” [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, shohih].

Hadits yang diriwayatkan dari Sa’ad rodhiallohu anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam bersabda padanya:

Artinya: “Apapun yang engkau berikan berupa suatu nafkah kepada keluargamu, maka engkau diberi pahala, hingga sampai sesuap makanan yang engkau angkat (masukan) ke mulut istrimu.” [HR. Bukhori Muslim]

Al-Husnain bin Mihshan rahimahullahu menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam karena satu keperluan tersebut.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepadanya: “Apakah engkau sudah bersuami?”

Bibi Al-Hushain Menjawab: “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah lagi.

Ia menjawab: “Aku… tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.”

Rasulullah bersabda:

Artinya: “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena SUAMIMU ADALAH SURGA dan NERAKAMU.” [HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat Ash-Shahihah no. 2612]

Penjelasan dan Nasihat

Setelah kita memilih calon istri yang salihah, dan jangan lupakan bagaimana kita harus memperlakukan istri, karena tuntunan dalam syariat sudah jelas.

Seperti dalam hadis di atas, kita di perintahkan untuk berbuat baik kepadanya jangan kasar dan jika berbuat salah maka nasihati juga dengan lembut, karena kalau di kasari wanita akan patah (sulit di nasihati dan mati hatinya serta malah keras perlawanannya).

Mereka lemah dan kita adalah yang berkuasa, tapi tidak berarti kita semena-mena terhadapnya, ingat dalam pernikahan kita telah mengambil tanggung jawab lahir dan batin dari sang ayah.

Cukupi nafkahnya lahir dan batin,jangan lupakan juga untuk selalu nasihat menasihati antara suami dan istri.

Hadits Tentang Wanita Adalah Aurat

Dari ‘abdillah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi wa ssallam, beliau bersabda:

Artinya: Sesungguhnya wanita adalah aurat. Sehingga ketika ia keluar rumah, ia akan disambut oleh syaithan. Dan kondisi yang akan lebih mendekatkan dirinya dengan Rabbnya adalah ketika ia berada di rumahnya.” [HR. Ibnu Khuzaimah; shahih].

Penjelasan dan Nasihat

Wanita itu spesial, bagaimana tidak, seluruh tubuhnya aurat, suaranya aurat, bentuk dan lekuk tubuhnya aurat, dan ini kalau di tampakkan di muka umum, maka pria yang mempunyai penyakit hati akan tergoda dan mengundang maksiat, zina mata dan imajinasi liar dari lawan jenisnya.

Maka syariat islam mengajarkan untuk wanita yang akan keluar rumah harus menjaga adab-adabnya, seperti memakai jilbab, tidak memakai wangi-wangian dan memakai pakaian yang longgar atau tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.

Semua itu di lakukan agar wanita lebih aman dan terjaga dari fitnah, bukan berarti sebagai bentuk pengekangan dan pembatasan, sekali lagi syariat islam ini di ciptakan oleh yang maha tahu, dan inilah yang terbaik untuk wanita muslimah.

Hadits Tentang Ancaman Kepada Wanita

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

Artinya: “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” [HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289]

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” [HR. Muslim no. 1436]

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” [HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436]

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina.” [HR. Nasaii ibn Khuzaimah dan Hibban].

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Rasulullah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikir giginya.” [HR. At-Thabrani]

Penjelasan dan Nasihat

Hadits hadits ini menjelaskan bahwa wanita akan mudah untuk masuk neraka sebagaimana juga mudah masuk surga, asal tahu batasan batasan atau hukum hukum tentang boleh tidaknya dalam melakukan sesuatu.

Sebagaimana fitrah seorang wanita senang di puji, tapi salah dalam penempatan, sehingga mereka memamerkan apa yang ada pada dirinya kepada khalayak umum, dan ini perbuatan yang tercela.

Seharusnya wanita hanya berhias dan memperlihatkan kecantikannya hanya kepada suaminya tidak kepada khalayak umum.

Berkaitan dengan wanita sholihah yang nurut dan tidak membangkang kepada suami, maka ini adalah jalan menuju surga yang termudah bagi wanita.

Tapi karena godaan syetan maka seperti terlihat sulit untuk berbakti dan bersyukur kepada suami, padahal surga istri ada pada keridhoan suami.

Hadits Tentang Wanita Berjilbab

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Wahai anakku fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan mahramnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Ada dua kelompok termaksud ahli neraka, aku belum pernah melihatnya: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakaian tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga atau tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 tahun).” [HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421].

Hadits Tentang Anak Perempuan

مَنْ كَانَتْ لَهُ أُنْثَى ، فَلَمْ يَئِدْهَا وَلَمْ يُهِنْهَا ، وَلَمْ يُؤثِرْ وَلَدَهُ عَلَيْهَا، أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ

Artinya: Barangsiapa memiliki anak perempuan dan dia tidak menguburnya hidup-hidup, tidak pula dia hinakan, dan tidak lebih mengutamakan anak laki-laki darinya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga [HR. Ahmad].

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, dan dia bersabar atas mereka, serta memberikan mereka pakaian sesuai kemampuannya, maka Allâh akan menjadikan mereka sebagai hijab (penghalang) baginya dari api neraka pada hari Kiamat [HR. Ibnu Majah]

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْم الْقِيَامَة أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ, وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

Artinya:  “Barangsiapa mengasuh dua anak perempuan sampai mereka mencapai usia balig, maka dia akan datang pada hari kiamat bersamaku seperti dua ini” Beliau menyatukan dua anak jarinya. [HR. Muslim]

مَنْ عَالَ ابْنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَ بَنَاتٍ أَوْ أُخْتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَ أَخَوَاتٍ، حَتَّى يَبْلُغْنَ، أَوْ يَمُوتَ عَنْهُنَّ، أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ

Artinya: “Barangsiapa mengasuh dua atau tiga anak perempuan, dua atau tiga saudara perempuannya sampai mereka mencapai usia baligh, atau dia meninggal dan mereka dalam asuhannya, maka dia dan aku seperti dua jari ini” [HR. Ahmad]

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيْهِنَّ وَيَكْفِيْهِنَّ وَيَرْحَمُهُنَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةَ فَقَالَ رَجَلٌ مِنْ بَعْضِ الْقَوْمِ : وَثِنْتَيْنِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: وَثِنْتَيْنِ

Artinya: “Barangsiapa mengasuh tiga anak perempuan, mencukupi kebutuhan mereka, dan mengasihi mereka maka telah dipastikan baginya surga.” Salah seorang Sahabat bertanya, “Bagaimana dengan dua anak perempuan, wahai Rasulullah? Beliau bersabda, “Dua anak perempuan juga seperti itu.” [HR.Bukhari]

Dalam Shahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, diriwayatkan bahwa ‘Aisyah Radhiyallahu anha mengatakan, bahwa ada orang Arab Badui mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya :

أَتُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ؟ فَمَا نُقَبِّلُهُمْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوَأَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ

Artinya: Apakah kalian pernah mencium anak-anak kalian? Dia menjawab, “Kami tidak menciumi mereka.” Rasulullah kemudian bersabda, ‘Saya tidak mampu menjadikan rasa kasih sayang di hatimu, jika Allâh Azza wa Jalla telah mencabutnya dari hatimu. [HR. Bukhari dan Muslim].

Keterangan dan Nasihat

Dalam islam anak wanita mempunyai kedudukan spesial, karena seperti dalam hadits di atas, hanya dengan merawatnya dengan kasih sayang, mencukupi semua kebutuhannya hingga usia balig, maka Allah menjanjikan surga dan surga yang spesial, karena Rasullulah menggambarkan seperti 2 jari, yang artinya surga kita akan berdekatan dengan Rasullullah.

Dalam hadits ini juga menerangkan kalau kita dilarang mengutamakan anak laki dibanding dengan anak perempuan, dan tanda kita sayang kepada Anak kita adalah kita mencium mereka dengan ciuman kasih sayang, karena kalau tidak, seperti yang di gambarkan oleh Rasullulah rasa kasih sanyang kita telah dicabut oleh Allah.

Ayat Al Quran Tentang Wanita

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Al Rûm [30]: 21)

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

Artinya: “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?.” (QS. An Nahl [16]:72)

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Artinya: “Mereka (istri-istri) adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al Baqarah [2]: 187)

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An Nisâ [4]: 124)

فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا

Artinya: “Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.” (QS. Al Baqarah [2]: 233)

Wanita berhak mengadukan permasalahannya kepada hakim:

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Mujâdilah [58]: 1)

Wanita adalah partner laki-laki dalam peran beramar makruf nahi munkar dan ibadat yang lainnya:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Taubah [9]: 71)

Allah juga berfirman tentang hak wanita:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi laki-laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah [2]: 228)

Ibnu Katsir berkata, “Maksud ayat ini adalah bahwa wanita memiliki hak atas laki-laki, sebagaimana laki-laki atas mereka. Maka, hendaknya masing-masing dari keduanya menunaikan hak yang lainnya dengan cara yang makruf.” (Tafsîr al Qur`ân al Adzîm: 1/609)

Muhammad al Thâhir bin ‘Asyûr berkata, “Ayat ini adalah deklarasi dan sanjungan atas hak-hak wanita.” (al Tahrîr wa al Tanwîr: 2/399)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzâb [33]: 59)

Wanita pun diperintah oleh Allah untuk menjaga kehormatan mereka di hadapan laki-laki yang bukan suaminya dengan cara tidak bercampur baur dengan mereka, lebih banyak tinggal di rumah, menjaga pandangan, tidak memakai wangi-wangian saat keluar rumah, tidak merendahkan suara dan lain-lain.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzâb [33]: 33)

Demikian artikel hadits tentang wanita sholihah dan beberapa keistimewaannya juga sedikit penjelasan dan nasihatnya, semoga bisa di ambil hikmahnya dan semoga kita semua yang wanita di jadikan wanita shalihah. Wallahu a’lam.

Sumber: https://almanhaj.or.id/4130-kemulian-wanita-dalam-syariat-islam.html

Baca Juga:

Speak Your Mind

*