Hadits Tentang Sakit dan Hikmah Yang Harus Kita Ketahui

Kali ini kami akan tuliskan hadits tentang sakit, dan penjelasan bagaimana seorang muslim menyikapi penyakit yang sedang di deritanya, dan bagaimana cara agar penyakit yang kita derita tersebut segera di sembuhkan.

Untuk tulisan kali ini kami tidak banyak menampilkan tulisan arabnya, hanya 2 hadits awal saja, untuk selanjutnya kami akan tuliskan hanya artinya saja.

Karena kebanyakan pembaca hanya mencari faidah nya saja, sehingga tulisan arabnya tidak di baca, hal ini hanya membuat tulisan terlihat panjang dan membuat anda malas untuk membacanya sampai akhir.

Hadits Tentang Sakit

hadits tentang sakit

Setiap penyakit ada obatnya, sesuai dengan hadits berikut,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فإذا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عز وجل

Artinya: “Setiap penyakit ada obatnya, jika obat itu sesuai dengan penyakitnya, akan sembuh dengan izin Allah Azza wajalla,” [HR.Muslim¬,no:2204]

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).

Penjelasan hadits

Ini adalah janji Allah, maka barang siapa sakit, ikhtiar lah dengan berobat, jika obat tersebut cocok maka dengan izin Allah penyakit yang kita derita akan sembuh.

وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Artinya: “Gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “ [Riwayat Bukhori]

Hadits Tentang Sakit dan Sabar

عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له

Artinya: “Sungguh mengagumkan urusan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik , dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, dan demikian itu lebih baik baginya.” [HR. Muslim, al Baihaqi dan Ahmad].

مَنْ يُرِد اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

Artinya: “Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka akan ditimpakan cobaan padanya.” [HR. Bukhari]

Artinya: “sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (sabar) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (tidak sabar) maka Allah murka kepadanya.” [HR. At-Tirmidzi]

Artinya: “Wahai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhoan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhoi pahalamu melainkan surga”.[HR. Ibnu Majah no.1597]

Penjelasan

Makna ujian di dalam hadits ini adalah umum, sehingga rasa sakit dan penyakit yang menimpa kita masuk didalamnya, barang siapa bersabar dengan penyakit yang di deritanya maka Allah akan balas dengan keridhoan dan surga.

Di hadits yang terakhir menjelaskan tentang dalil, bahwa orang dikatakan sabar adalah ketika musibah atau rasa sakit datang di awal dan kita bersabar atasnya, bukan setelah beberapa waktu baru sabar, karena hakikatnya setiap manusia seiring berjalannya waktu akan menerima setiap musibah yang di terimanya, dan ini tidak di katakan sabar.

Baca juga bahasan hadits tentang sabar yang lengkap, termasuk keutamaan dan makna sabar dalam islam.

Hadits Tentang Sakit Sebagai Penghapus Dosa

Artinya: “Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” [HR Ath-Thabarani].

Artinya: “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. [HR. Muslim no. 2572].

Artinya: “Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”. [HR. Al-Hakim I/348]

Artinya: “Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia menguji mereka. Maka siapa yang ridha (terhadapnya) maka baginya keridhaan Allah, dan siapa yang marah (terhadapnya) maka baginya kemurkaan Allah.” [HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Artinya: “Tidaklah seorang mukmin dan mukminan tertimpa musibah pada dirinya, anaknya dan hartanya sehingga ia berjumpa Allah Ta’ala tidak membawa satu kesalahanpun.” [HR. Al-Tirmidzi]

Artinya: “Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” [HR Bukhari-Muslim].

Artinya: “Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” [HR Bukhari-Muslim].

Artinya: “Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,”[HR Ath-Thabarani].

Artinya: “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. [HR. Muslim no. 2573].

Penjelasan

Betapa banyak hadits yang membahas tentang penggugur dosa karena sakit, dan ini jugalah dalil kalau sakit bisa menggugurkan dosa, jadi bersabarlah ketika sakit dan berbahagialah karena banyaknya dosa yang akan berguguran.

Sampaipun hal sakit kecil semisal tertusuk duri, maka Allah akan gugurkan dosanya, apalagi sakit yang berat.

Tapi bukan berarti ketika kita sehat boleh meminta sakit, ini tidak di benarkan, tapi hendaknya bersyukur ketika di berikan sehat dan bersabar ketika sakit.

Hadits Tentang Sakit Demam

إن الحمى من فيح جهنم

Artinya: ”Sesungguhnya penyakit demam (panas) adalah berasal dari panas neraka jahanam.” [HR.Bukhari]

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ (أَوْ: أُمِّ الْمُسَيَّبِ)، فَقَالَ: مَا لَكِ يَا أُمَّ السَّائِبِ (أَوْ: يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ) تُزَفْزِفِيْنَ؟ قَالَتْ: اَلْحُمَّى، لاَ بَارَكَ اللهُ فِيْهَا. فَقَالَ: لاَ تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِيْ آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ.

Artinya: “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Sa’ib (atau wahai Ummu al-Musayyib), kenapa kamu bergetar?’ Dia menjawab, ‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabda, ‘Janganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat’.“[HR. Muslim no. 2575]

Artinya: “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. [HR. Al-Bazzar]

Penjelasan

Kalau di hadits sebelumnya adalah sakit yang umum, artinya semua sakit dan musibah akan menggugurkan dosa, dalam hadits ini lebih spesifik lagi yaitu tentang sakit demam termasuk di dalamnya sakit kepala yang menyebabkan demam.

Sehingga jelas maknanya adalah sakit demam atau panas akan menggugurkan dosa dosa kita, dilain sisi kita di larang untuk mencela demam, karena pada hakikatnya demam ini akan menghapus dosa.

Hikmah Sakit Yang Perlu Kita Pahami

Setelah membaca hadits-hadits tentang sakit di atas, maka ada beberapa hikmah yang perlu kita pahami agar sakit yang kita derita tidak terlalu membuat kita menderita, berikut ini setidaknya ada 5 hikmah di kala kita tertimpapenyakit dan kesusahan di dunia ini.

  1. Sakit yang menimpa kita adalah salah satu bentuk cobaan yang seharusnya seorang mukmin bersabar di atasnya, dan tidak di benarkan untuk mengumpat dan menggerutu karena sakit yang di derita.
  2. Di gugurkan dosa-dosanya, ini adalah keutamaan dari orang sakit yang paling besar, dimana kita di perintahkan untuk bersabar menerimanya, maka akan berguguranlah dosa-dosa yang ada pada diri kita.
  3. Di jauhkan dari siksa neraka, sejalan dengan hikmah pertama, setelah dosa seorang mukmin di gugurkan maka pasti akan di selamatkan oleh Allah dari pedih nya siksa neraka.
  4. Sakit sebenarnya adalah suatu kebaikan yang Allah berikan kepada kita, bagaimana tidak, hanya dengan bersabar dan menahan rasa sakit di dunia maka kita akan di selamatkan oleh Allah kelak di akhirat.
  5. Sakit akan membuat manusia kembali kepada Allah, banyak orang sakit tersadar bahwa nikmat Allah berupa sehat merupakan nikmat yang besar yang kebanyakan manusia melupakannya, lalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikannya dengan lebih taat setelah sembuh.
  6. Ingatlah tatkala nanti di akhirat, banyak orang akan berharap waktu hidupnya di dunia di berikan cobaan, sebagaimana hadits riwayat At Tirmidzi berikut.

“Orang-orang yang sehat saat melihat pahala yang diberikan kepada ahlul bala’ (banyak dapat musibah) nanti di hari kiamat berkeinginan kalau saja kulit-kulit mereka dipotong dengan gunting saat di dunia.” [HR. al-Tirmidzi]

Kesimpulan

Bergembira dan bersyukurlah jika kita di berikan sakit, karena hakikatnya sakit ini akan menggugurkan dosa dan menyelamatkan kita dari siksa neraka.

Sakit ini adalah tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan kepada kita, karena sebagaimana dalam hadits yang mahfumnya, barang siapa di kehendaki kebaikan maka Allah akan segerakan siksanya di sunia, dalam redaksi lain Allah akan berikan cobaan di dunia, sampai nanti bertemu Allah bersih dari dosa-dosanya.

Tidak semua hamba di berikan sakit, dan kita dilarang untuk meminta di berikan sakit atau cobaan, maka jika kita yang di berikan sakit sambutlah dengan bergembira dan jangan mengeluh tapi bersabar dan ikhtiar untuk kesembuhan adalah suatu kebaikan dan sunnah yang di contohkan oleh Nabi dan para salafus shalih.

Demikian semoga bermanfaat semoga hadits tentang sakit dan keterangan serta hikmah yang di sampaikan bisa membawa berkah dan faidah, wallahu a’lam.

Baca Juga:

Speak Your Mind

*