Hadits Tentang Jodoh dan Kiat Memilih Pasangan

hadits tentang jodoh

Hadits Tentang Jodoh | “Bro..belum ada jodoh nih gw, malu gw sering di tanya, kapan nikah, kapan nikah… Lu ada ga saudara cewek?, kalau ada kenalin dong.”

Pernah dengar ungkapan seperti itu dari anak muda yang sedang galau karena belum dapat jodoh?, sejatinya kalau kita sebagai seorang muslim, tidak perlu khawatir dan galau perihal jodoh, karena semua itu sudah di tuliskan di lauhful manfudz, atau dalam kata lain jodoh kita sudah ada dan di persiapkan oleh ALLAH Azza Wa Jalla, seperti yang sudah di terangkan dalam Ayat Al Quran dan hadist tentang jodoh.

Kalau begitu, berarti kita tidak usah berusaha dong, nanti jodoh akan datang sendiri?.

Tidak begitu juga ferguso, karena kita semua hidup di dunia ini ada yang namanya sunnatullah, dan hidup kita semua mengikuti sunnatullah tersebut.

Ga ngerti saya, bisa di jelaskan lebih rinci?

Sebagai contoh aja nih, apakah kalau kamu lapar, kamu akan diam saja dan menunggu untuk kenyang sendiri?, tentu tidak kan, anda akan mencari makanan, dan setelah dapat makanan anda memakannya menggunakan kedua tangan anda, apakah mendapatkan makanan juga bukan sebagai rejeki yang merupakan takdir dan ketetapan ALLAH?.

Ya..ya..saya paham.

Definisi Jodoh

Jodoh adalah pertemuan antara wanita dan pria dalam ikatan pernikahan, jadi kalau hanya pacaran walaupun 20 tahun lamanya, tapi tidak menikah, maka itu bukan jodoh, itu namanya berbuat maksiat, ayo katakan tidak pada pacaran.

Perkara jodoh ini ada berbagai macam pendapat, yang mengatakan bahwa jodoh sudah di takdirkan dan ada yang mengatakan jodoh adalah kita sendiri yang menentukan. Tapi yang benar Ins Sya ALLAH jodoh termasuk kedalam takdir yang telah di tentukan.

Perkara jodoh memang perkara gaib yang hanya ALLAH sajalah yang mengetahuinya, kita hanya berusaha dan ikhtiar saja, lalu bagaimana ikhtiar untuk mendapatkan jodoh tersebut?, baca dengan seksama sampai akhir, insya ALLAH anda akan mendapatkan jawabannya.

Hadits Tentang Jodoh

Bagi yang belum menemukan jodoh, agar tidak galau dan khawatir tentang jodoh, akan kami tuliskan hadist dan ayat Al Quran yang berkenaan dengan jodoh, yang jika kita memahami maknanya dan menerapkan dalam kehidupan kita, maka ins sya ALLAH kita tidak akan galau.

Hadits Tentang Jodoh Pasti Bertemu

Ada ungkapa kalau jodoh tidak akan kemana, maksud ungkapan ini adalah jodoh kita adalah cerminan diri kita yang tidak akan jauh seperti diri kita, lihatlah diri kita maka kita akan mendapati seperti apa jodoh kita tersebut, berikut hadisnya:

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

Artinya: “Ruh-ruh itu diibaratkan seperti tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih,” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam Musnad Imam Ahmad di tuliskan tentang asbabul wurud hadis ini yaitu ketika ada seorang wanita penduduk Mekkah yang selalu membuat orang tertawa melakukan hijrah ke Madinah, dan ternyata setelah hijrah dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya. Yaitu senang membuat orang lain tertawa. Karena itulah Nabi ﷺ mengucapkan hadis ini (asbabbul wurud).

Hal ini juga berlaku untuk jodoh, karena seperti dalam Ayat Al Quran surat An Nur ayat 26, yang berbunyi:

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

Artinya: “Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”. [QS. An Nur:26].

Hadits dan ayat Al Quran ini saling menjelaskan dan menguatkan, bahwa jodoh pasti bertemu, dan pertemuan ini akan melibatkan persamaan sifat antara satu sama lain.

Oleh sebab itu, jika kita menginginkan jodoh yang salih atau shalihah maka yang perlu kita perbaiki adalah diri kita terlebih dahulu, jika kita adalah orang yang shalih atau shalihah maka akan mendapatkan jodoh seperti itu juga, ini juga yang di sebut dengan  ikatan batin jodoh menurut islam.

Hadits Tentang Jodoh Ditangan Allah

ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

Artinya: Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. [HR. Bukhari dan Muslim]

Hadist ini hadist yang panjang, yang menceritakan tentang penciptaan manusia di rahim seorang ibu, sampai menjadi segumpal daging lalu di tipukanlah oleh malaikat ruh kepada janin trsebut sambil menentukan semua takdirnya.

Lalu ada hadist juga yang menceritakan tentang takdir setiap manusia yang sudah di tetapkan jauh sebelum kita ada, hadist tersebut berbunyi:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Artinya: “Allah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)

Inikan hadist yang menerangkan masalah takdir, kok jadinya hadist tentang jodoh?

Benar, ini adalah hadist tentang ketetapan takdir, dan “ingat” jodoh juga termasuk bagian dari takdir, jadi hadist ini menerangkan tentang takdir rezeki, takdir kematian dan jodoh kita yang sudah di tentukan dan di tulis di lauh manfuzd 50.000 tahun sebelum di ciptakannya langit dan bumi.

Anjuran memilih Jodoh Menurut Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam

1 Pilih dan nikahilah wanita atau pria yang baik agamanya.

Rasullullah Sallalahu Alaihi Wassalam menganjurkan kita untuk menikahi wanita yang agamanya baik, berikut hadist riwayat Bukhari dan muslim:

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” [HR. Bukhari-Muslim]

2 Pilih dan nikahi wanita yang penyayang dan subur

Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih calon istri yang penyayang dan subur,

تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” [HR. An Nasa’I dan  Abu Dawud]

3 Nikahlah jika ada yang melamar dan kita mengetahui baik agama dan ahlaknya

عن أبي هريرة قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إذا أتاكم من ترضون خلقه و دينه فانكحوه إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض . رواه الحاكم وقال هذا حديث صحيح الإسناد و لم يخرجاه

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Apabila datang kepada kalian siapa yang kalian ridhai akhlak dan agama nya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan menjadi fitnah dan muka bumi dan kerusakan yang luas.” [HR. Al-Hakim – sanadnya shahih].

4 Hiasan terbaik bagi seorang pria adalah wanita sholihah.

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَاالْمَرْأَةُ الصَّالِحَة

“Dunia adalah hiasan, dan sebaik-baik hiasan dunia adalah wanita Sholehah”[H.R Muslim]

5 Nikahi wanita yang merdeka

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ طَاهِرًا مُطَهَّرًا فَلْيَتَزَوَّجْ الْحَرَائِرَ

“barang yang mau menghendaki Alloh dalam keadaan suci dan disucikan, maka hendaklah dia mengawini wanita merdeka. [HR. Imam ibn Majah]

6 Termasuk menjalankan sunnah adalah menikah

من أحب فطرتي فليستن بسنتي ومن سنتي النكاح . رواه أبو يعلى قال حسين سليم أسد : رجاله ثقات

Dari Ubaid bin Sa’ad, Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang menyukai fitrahku hedaknya ia bersunnah dengan sunnahku, dan termasuk sunnahku adalah menikah.”

7 Jangan meminang wanita yang sudah di pinang oleh pria lain

أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَلَا يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ

“Sesama mukmin adalah bersaudara, maka baginya tidak halal menawar barang yang telah ditawar (dibeli) oleh saudaranya dan tidak halal meminang perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya, kecuali bila saudaranya telah membatalkan pinangan.” [Al Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

8 Keberuntungan seorang muslim adalah mendapatkan wanita shalihah

مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِه

”Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Alloh kecuali memiliki seorang istri yang Sholih. Yang bila disuruh, menurut dan bila di pandang menyenangkan, dan bila janji menepati, dan bila ditinggal pergi bisa menjaga diri dan harta suaminya.” [HR. Ibnu Majah]

Janji ALLAH Azza Wa Jalla Tentang Jodoh

Allah Azza wajalla telah menjanjikan akan menciptakan pasangan untuk kita dan kita akan merasa tentram dan berkasih sayang, berikut bunyinya:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya: “Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah dia telah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Allah menjadikan diantara kalian rasa kasih sayang. Sungguh dalam hal ini, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mau berfikir” [Q.S Ar Rum. Ayat 21]

Janji ALLAH Azza Wa Jalla yang kedua adalah akan memberikan kita jodoh sesuai dengan diri kita sendiri, seperti yang sudah kami tuliskan di atas yaitu QS. An Nur:26.

Penghalang Jodoh Dalam Islam

Seperti sudah di jelaskan di atas, bahwa jodoh itu adalah termasuk takdir, tapi bukan berarti kalau sudah takdir kita tidak berusaha, tetap kita ikhtiar tapi untuk hasil kita serahkan kepada ALLAH Azza Wa Jalla saja.

Dalam perjalanannya, kadang kita sudah ikhtiar dengan sungguh-sungguh tapi jodoh belum datang juga, mungkin anda mempunyai penghalang untuk mendapatkan jodoh, baca artikel berikut penghalang jodoh dalam islam.

Speak Your Mind

*