Hadits Tentang Bersyukur dan Penjelasan Ulama Akan Keutamaannya

Kumpulan hadits tentang bersyukur beserta arti dan arabnya, syarat syukur, bagaimana bersyukur kepada Allah dan bersyukur kepada manusia, simak bahasannya.

Bersyukur adalah berterima kasih atas semua nikmat yang Allah berikan kepad kita, bagaimanapun keadaan kita tersebut, karena hakikatnya semua yang di berikan Allah kepada kita, itulah yang terbaik untuk kita.

Bersyukur dalam islam

Dalam Madarijus Salikin Ibnul Qoyim mengatakan bahwa bersyukur itu dengan menunjukan adanya nikmat Allah pada dirinya berupa pujian yang terucap dari lisannya dengan sadar bahwa kita sudah diberikan nikmat oleh Allah.

Tidak cukup dengan lisan, tapi harus ada juga keluar dari dalam hatinya, yaitu berupa persaksian dan kecintaannya kepada yang maha kuasa yaitu Allah Azza Wa Jalla.

Dn terakhir kita menunjukan rasa syukur adalah dengan anggota badan dengan melakukan ketaatan kepadaNya.

Syarat Syukur

Jadi ada 3 syarat seseorang di katakan bersyukur, yaitu:

  1. Mengucapkan dengn lisnnya berupa pujian kepada ALlah
  2. Membenarkan dalam hati dengan persaksian dan juga rsa cinta kepada Allah
  3. Anggota tubuh melakukan semua ketaatan dengan amaliayah agama yang di syariatkan

Hadits Tentang Bersyukur

hadits tentang bersyukur

Hadits Riwayat Muslim

Hadits tentang syukur dan sabar

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya: “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” [HR. Muslim no.7692].

Hadits tentang bersyukur nikmat allah

مُطِرَ النَّاسُ على عهدِ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أصبحَ منَ النَّاسِ شاكرٌ ومنهم كافرٌ قالوا هذهِ رحمةُ اللَّهِ وقالَ بعضُهم لقد صدقَ نوءُ كذا وكذا

Artinya: “Ketika itu hujan turun di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu Nabi bersabda, ‘Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata, ‘Inilah rahmat Allah.’ Orang yang kufur nikmat berkata, ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu’” [HR. Muslim no.73].

Hadits Riwayat Bukhari

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الَّلهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الَّلهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَشِيْرٌ مِنْ النَّاَسِ الصِّحَّةُ وَاْلفَرَاغُ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas, dia berkata : Nabi SAW bersabda : “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu [HR Bukhari].

الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمُ الصَّابِرِ

Artinya: Orang makan yang bersyukur adalah sederajat dengan orang bershaum yang sabar. [HR. Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban]

Hadits Riwayat Tabrani

(قَا اللهُ تَعَالىَ : يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى (رواه الطبرانى عن ابى هريرة

Artinya: “Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya: “wahai anak Adam, bahwa selama engkau mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku, berarti engkau telah mendurhakai Aku!”. [H.R Thabrani]

Hadits Riwayat Ahmad dan Baihaqi

Hadits tentang bersyukur kepada manusia

وَمَنْ لاَيَشْكُرِ النَّاسَ لاَيَشْكُرِ اللهَ

Artinya: “barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah”. [H.R Ahmad dan Baihaqi]

Hadits Riwayat Ibnu Majah

كن وَرِعًا تكن أعبدَ الناسِ ، و كن قنِعًا تكن أشْكَرَ الناسِ

Artinya: “Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur”[HR. Ibnu Majah no. 3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah].

Hadits Riwayat Tirmidzi

وروى التر مذى و قا ل حسن غريب : من اعطى عطا ء فوجد فليجز به فان لم يجد فليثن فان من اثنى فقد شكر ومن كتم فقد كفر.

Artinya: “Barang siapa yang diberikan suatu pemberian dan merasa cukup atas pemberian tersebut, maka hendaklah dia membalasnya. Dan jika dia tak merasa cukup maka hendaklah dia memuji, sebab sesungguhnya perbuatan memuji itu merupakan tanda syukur dan barang siapa yang hanya diam saja maka sungguh dia telah kufur”. [H.R.Turmudzi]

Artinya: Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Tirmidzi)

Hadits Riwayat Abu Dawud

فَإِنْعَجِزْتُمْعَنْمُكَافَأَتِهِفَادْعُوْالَهُحَتَّتَعْلَمُوْاأَنْقَدْشَكَرْتُمْفَإِنَّاللّٰهَيُحِبُّالشَّاكِرِيْنَ

Artinya : “Jika engkau tidak mampu membalasnya maka doakan dia hingga engkau merasa bahwa engkau telah mensyukuri kebaikan tersebut, karena sesungguhnya Allah SWT sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur”. [Hadits Shahih Abu Dawud].

عن أبي بكرة نفيع بن الحارث رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا جاءه أمر بشر به خر ساجدا؛ شاكرا لله

Artinya : “Dari Abu Bakrah Nafi’ Ibnu Harits Radhiallahu’anhu ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggemberikan beliau bersimpuh untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah” [HR. Abu Daud no.2776, dihasankan oleh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil].

من قال حين يصبح: اللهم ما أصبح بي من نعمة أو بأحد من خلقك فمنك وحدك لا شريك لك، فلك الحمد ولك الشكر. فقد أدى شكر يومه، ومن قال ذلك حين يمسي فقد أدى شكر ليلته

Artinya : “Barangsiapa pada pagi hari berdzikir: Allahumma ashbaha bii min ni’matin au biahadin min khalqika faminka wahdaka laa syariikalaka falakal hamdu wa lakasy syukru.”
(Ya Allah, atas nikmat yang Engkau berikan kepada ku hari ini atau yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu)
Maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. Dan barangsiapa yang mengucapkannya pada sore hari, ia telah memenuhi malamnya dengan rasa syukur” [HR. Abu Daud no.5075, dihasankan oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth dalam tahqiqnya terhadap kitab Raudhatul Muhadditsin].

Kesimpulan Tentang Syukur

1. Syukur adalah ibadah, seperti yang di firmankan oleh Allah dalam Surat Al Baqoroh Ayat 152, yang berbunyi:

فاذكروني أذكركم واشكروا لي ولا تكفرون

Artinya: “Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar” [QS. Al Baqarah: 152]

Juga sebagaimana firmannya di ayat Al Baqoroh Ayat 172, yang berbunyi:

يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كنتم إياه تعبدون

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” [QS. Al Baqarah: 172].

Bisa di ambil kesimpulan, bersukur di atas adalah perintah, dan menjalankannya adalah suatu ibadah yang akan mendatangkan pahala.

2. Bersyukur merupakan salah satu ciri orang beriman, sebagaimana hadist riwayat muslim di atas, bahwa seorang mukmin sejati akan bersyukur jika mendapatkan nikmat dan akan bersabar jika mendapatkan musibah, baca juga bahasan hadits tentang sabar, agar nyambung antara hadits tentang bersyukur dan bersabar.

3. Bersyukur akan mendatangkan ridha Allah, sebagaimana dalam firmannya dalam Al Quran Surat Az Zumar Ayat 7, yang berbunyi:

وإن تشكروا يرضه لكم

Artinya: “Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian” [QS. Az-Zumar: 7].

4. Bersyukur akan menghindarkan dari adzab Allah, Hal ini sebagaimana dalam firmannya dalam Al Quran Surat An Nisa Ayat 147 yang berbunyi:

ما يفعل الله بعذابكم إن شكرتم وآمنتم

Artinya:  “Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” [QS. An-Nisa: 147].

5. Bersyukur akan menambah nikmat, Ini selaras dengan Ayat Al Quran dalam Surat Ibrahim Ayat 7, yang berbunyi:

وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” [QS. Ibrahim: 7].

6. Bersyukur akan mendapatkan ganjaran, ganjaran di dunia dan juga di akhirat kelak, sebagaimana firmannya dalam Surat Ali Imran Ayat 145, yang berbunyi:

وسنجزي الشاكرين

Artinya: “Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran” (QS. Al Imran: 145).

Menurut imam At Tabrani dalam menafsirkan ayat ini adalah seperti hadits yang di riwayatkan oleh Ibnu Ishak, “Maksudnya adalah, karena bersyukur, Allah memberikan kebaikan yang Allah janjikan di akhirat dan Allah juga melimpahkan rizki baginya di dunia” [Tafsir Ath Thabari, 7/263].

7. Bersyukur tidak hanya kepada Allah saja, tapi kepada manusia juga dengan membalas dengan yang lebih baik apa-apa yang telah orang lakukan kepada kita, kalaupun tidak bisa membalasnya, maka ucapkan terimakasih dan doakan.

Renungan:

Bersyukur adalah ibadah yang tidak di anggap ibadah, karena pemahaman kita yang tidak menyeluruh, padahal janji Allah adalah benar adanya, bahwa “siapa saja hamba yang bersyukur maka akan di tambah nikmatnya”.

Lalu alasan apa lagi untuk kita tidak bersyukur, sedangkan semua yang saat ini kita miliki dan juga kita nikmati semuanya datangnya dari Allah semata.

Tidaklah perlu untuk kita berusaha mengejar dunia dengan mengorbankan amalan agama, karena sejatinya hanya dengan bersyukur saja, maka kenikmatan akan kita raih.

Demikian kumpulan hadits tentang bersyukur atas nikmat Allah dan juga kepada manusia dan penjelasan menurut ulama, semoga bermanfaat.

Sumber:

  • Muslim.or.id
  • Almangaj.or.id

Baca Juga:


Speak Your Mind

*