Hadits Tentang Al Quran, Keutamaan Belajar, Membaca dan Menghafalnya

Hadits tentang Al Quran disini maksudnya adalah hadits tentang keutamaan mempelajari, membaca dan menghafal Al Quran, yang sebenarnya kebanyakan kita sudah tahu bahwa semua yang terkait Al Quran mempunyai keutamaan, cuma kita tidak tahu dalilnya.

Untuk itulah postingan ini kami buat, tidak lupa juga akan kami cantumkan lengkap dari tulisan Arab dan artinya juga keterangan Ulama mengenai hadits yang kami tulis tersebut.

Al Quran

Arti Al-Qur’an secara bahasa adalah mashdar dari قرأ-يقرأ (qara’a-yaqra’u), Mempunyai dua makna,

  1. Sesuatu yang dibaca karena Al-Qur’an dibaca lisan-lisan manusia.
  2. Pengumpul, karena Al-Qur’an adalah mengumpulkan kabar dan hukum.

Dan secara istilah syar’i, Al Qur’an adalah Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang diawali dengan surat Al-Faatihah dan ditutup dengan surat An-Naas.

Al Quran Bukan Mahluk

Al Quran adalah kalamullah (perkataan Allah) dan bukan mahluk, inilah aqidah ahlu sunnah waljamaah, bahwa Al Quran bukan mahluk, siapa saja yang mengatakan ALQuran Mahluk maka Ia telah keluar dari barisan Ahlu sunnah wal jamaah.

Ini penting disampaikan disini karena ini adalah masalah aqidah, yang dengannya Imam Ahmad di hukum oleh penguasa pada zamannya karena bersikeras mempertahankan Aqidahnya dengan mengatakan Al Quran bukan mahluk tapi kalamullah.

Hadits Tentang Al Quran

hadits tentang al quran

Kami akan mulai dengan menuliskan keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al Quran, tapi sebelumnya alangkah lebih baik jika sebelum melanjutkan kita membaca doa sebelum belajar, agar kegiatan kita membaca dan kami yang menulis mendapatkan pahala disisinya.

Hadits Tentang Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al Quran

Hadits Pertama

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya:Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” [Hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah].

Hadits Kedua

إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Hadits riwayat Bukhari]

# Kedua Hadits di atas terlihat seperti sama tapi redksinya yang berbeda, dan kedua hadits di atas menunjukan kepada kita bahwa jika ingin mulia dan lebih utama dari orang lain adalah dengan belajar atau mengajarkan Al Quran.

Jadi jangan menganggap remeh orang yang kelihatannya biasa saja tapi setiap habis maghrib ataupun ba’da subuh orang ini mengajarkan al Quran kepada anak-anak di kampungnya, yang biasa di sebut guru ngaji.

Juga ini menjadi cambuk bagi kita yang sudah dewasa bahkan berumur tapi belum menguasai bacaan Al Quran, jangan ada rasa malu untuk belajar, kalaupun malu untuk belajar maka silahkan belajar otodidak, karena di zaman sekarang semua alat untuk belajar AL Quran sudah semakin banyak, seperti adanya website islam dan vidio youtube, tapi lebih utama dan ini menjadi jalan para salaf adalah dengan belajar langsung kepada Ahlinya.

Hadits Tentang Keutamaan Membaca Al Quran

Hadits pertama, Mendapatkan 10 kebaikan setiap huruf yang kita baca

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

Artinya: “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” [HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469]

Dalam atsar lain di sebutkan dengan redaksi sebagai berikut,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ.

Artinya: “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” [Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660].

# Kedua Hadits di atas tidak mengharuskan kita mengerti dan paham bahasa Arab, jadi keutamaan ini akan didapat oleh seorang muslim ketika membaca Al Quran baik Dia mengerti artinya atau tidak.

Hadits kedua, Mendapatkan pahala shalat sepenjang malam dengan membaca 100 ayat pada malam hari

عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ»

Artinya: “Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” [HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468]

Hadits ketiga, Mendapatkan pahala lebih besar jika dibaca dalam sholat

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” [HR. Muslim]

Hadits keempat, Membaca dengan lancar dan terbata-bata sama sama mendapatkan pahala

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” [HR. Muslim].

Hadits kelima, Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at

عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Artinya: “Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” [HR. Muslim].

Hadits Tentang Keutamaan Menghafal Al Quran

Hadits Pertama

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Artinya: “Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al Qur’an nanti : ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” [HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 2240 mengatakan bahwa hadits ini shohih].

Dalam keterangannya Dalam As Silsilah Ash Shohihah Syaikh Al Albani Rahimahullah mengatakan, bahwa Yang dimaksudkan dengan ‘membaca’ dalam hadits ini adalah menghafalkan Al Qur’an dari dalam sanubari, hal ini berdasarkan sabda nabi yang lain yang berbunyi (mahfumnya) ‘Suatu kaum akan dipimpin oleh orang yang paling menghafal Kitabullah (Al Qur’an).’

Derajat dan kedudukan manusia di surga akan bertingkat-tingkat, dan tingkat paling tinggi akan di dapatkan oleh orang yang banyak menghafal Al Quran saat di dunia, dan ini merupakan keuntungan yang sangat besar bagi para penghafal Al Quran.

Tapi ingat, menghafal Al Quran tersebut harus di landasi dengan niat ikhlas karena Allah, bukan karena niat lainnya, karena jika karena niat selain untuk Allah maka kita akan termasuk kedalam golongan orang munafik seperti yang di sabdakan oleh Nabi Sallalahu Alaihi wassalam berikut,

أَكْثَرَ مُنَافِقِي أُمَّتِي قُرَّاؤُهَا

Artinya: “Kebanyakan orang munafik di tengah-tengah umatku adalah qurro’uha (yang menghafalkan Al Qur’an dengan niat yang jelek).” [HR. Ahmad], sanadnya hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth).” [Makna qurro’uha di sini adalah salah satu makna yang disebutkan oleh Al Manawi dalam Faidhul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 2/102 (Asy Syamilah)]

Hadits Kedua Tentang Mengulang Hafalan

إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ

Artinya: “Sesungguhnya orang yang menghafalkan Al Qur’an adalah bagaikan unta yang diikat. Jika diikat, unta itu tidak akan lari. Dan apabila dibiarkan tanpa diikat, maka dia akan pergi.” [HR. Bukhari no. 5031 dan Muslim no. 789].

Di dalam riwayat Imam Muslim,

وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ

Artinya: ”Apabila orang yang menghafal Al Qur’an membacanya di waktu malam dan siang hari, dia akan mengingatnya. Namun jika dia tidak melakukan demikian, maka dia akan lupa.” [HR. Muslim no. 789]

Inilah yang di lakukan oleh Syeikh Al Utsaimin dalam menghafalkan AlQuran,beliau berkata dalam kitabul ilmi halaman 105 cetakan Arul Itqom Al Iskandariyah.

“Menurutku cara yang paling bagus untuk menghafalkan Al Qur’an adalah jika seseorang pada suatu hari menghafalkan beberapa ayat maka hendaklah dia mengulanginya pada keesokan paginya. Ini akan banyak menolongnya untuk menguatkan apa yang telah dia hafalkan di hari sebelumnya. Ini merupakan kebiasaan yang saya lakukan dan menghasilkan hafalan yang bagus.”

Demikian, semoga bermanfaat, Wallahu A’lam


Sumber:

  • Al Manhaj.or.id
  • Muslim.or.id
  • Rumaysho.com

Speak Your Mind

*