Hadits Tentang Akhlak dan Penjelasannya Lengkap

Hadits Tentang Akhlak | Dalam Islam, akhlak merupakan suatu sifat yang mulia yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslim. Tapi pada kenyataannya akhlak kita tidak seperti yang di contohkan oleh panutan kita yaitu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.

Padahal seperti yang disabdakan oleh Nabi kita yang mahfumnya “Aku di utus untuk menyempurnakan akhlak”.

Mengapa hal ini terjadi?, dan bagaimana cara agar kita mempunyai akhlak yang mulia?, dalam artikel ini akan kami tuliskan hadist tentang akhlak, dan kami berusaha menuliskannya secara lengkap dan kami lengkapi pula dengan tulisan arab, latin dan artinya, juga penjelasan ulama tentang akhlak yang mulia.

Definisi Akhlak

Akhlak adalah tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan, baik perbuatan itu baik ataupun buruk.

Dan dalam menentukan baik buruknya akhlak seseorang adalah dengan tolok ukur Al Quran dan Hadits, karena seperti yang sudah kita ketahui, ajaran islam ini adalah ajaran yang lengkap yang mengatur segala lini kehidupan kita.

Begitupun dengan akhlak, parameternya sudah jelas yaitu Al Quran dan Assunnah, simak di bawah ini ayat dan hadist-hadist yang berkenaan dengan akhlak.

10 Hadits Tentang Akhlak dan Penjelasannya

hadits tentang akhlak

Simak di bawah ini hadist tentang keutamaan akhlakul karimah, kami pilihkan 10 hadist yang jika kita bisa menerapkannya dalam kehidupan kita maka kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat banyak.

Hadist ke 1

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya juga tentang perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, beliau menjawab, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” [HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246].

Penjelasan: Taqwa adalah meninggalkan semua yang di larang dan mengamalkan apapun yang di perintahkan sesuai dengan petunjuk dan cara yang di contohkan oleh Rasullulah sallallahu alaihi wassalam, dengan bekal taqwa maka akhlak yang baik akan mudah kita terapkan di keseharian kita.

Ini menandakan tanpa taqwa maka akhlak yang baik saja tidak akan memasukan kita kedalam surga keduannya harus beriringan, ini berarti sebaik apapun akhlak seorang muslim, kalau dia tidak sholat atau tidak melaksanakan amalan wajib, maka akhlaknya tersebut tidak bisa memasukannya kedalam surga.

Hadist ke 2

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya: “Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” [HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153].

Penjelasan: Sama seperti hadist pertama di atas, taqwa lebih penting dari akhlak dalam satu sisi. Lalu, jika kita melakukan suatu kesalahan atau dosa, maka jika kita mengikutinya dengan melakukan amalan baik maka kesalahan tersebut akan di hapuskan oleh ALLAH Azza wa jalla, tapi syaratnya bukan kesalahan atau dosa yang besar, karena kalau kita melakukan dosa besar harus dengan taubatan nashuha.

Di bagian akhir hadist ini memerintahkan kita untuk bergaul dengan manusia dan memperlakukan orang lain dengan akhlak yang baik, di bawah akan kami tuliskan apa saja akhlak yang baikmenurut islam,

Hadist ke 3

إِنَّ مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا

Artinya: “Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang yang paling baik akhlaknya.” [HR. Tirmidzi]

Penjelasan: Ini adalah salah satu fadhilah atau keutamaan jika kita memiliki akhlak yang baik, dan ini keuntungan sangat besar, bayangkan…,kita akan di cintai oleh manusia Agung ini dan kita pada hari kimat akan mendapatkan keutamaan lain yaitu dekat dengan Nabi.

Dekat dengan nabi pada hari kiamat berarti kita akan di jauhkan dari Neraka dan akan mudah untuk memasuki surga, keutamaan apa lagi yang lebih besar dari ini?.

Hadist ke 4

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Artinya: “Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman (Surga) bagi seseorang yang meniggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah ditengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di Surga paling atas bagi orang yang memiliki akhlak yang baik.[HR. Abu Dawud]

Penjelasan: Nyambung dengan hadits ke tiga diatas, bahwa Nabi akan menjamin kita untuk mendapatkan rumah di surga yang paling atas, artinya derajat kita di surga akan tinggi, syaratnya kita harus memiliki akhlak yang mulia,

Hadist ke 5

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Artinya: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” [HR. Abu Daud no. 4682 dan Ibnu Majah no. 1162.]

Penjelasan: Iman dalam islam adalah suatu hal yang harus kita jaga dan kita pelihara di dalam hati agar selalu kuat dan yakin akan semua yang di turunkan dan di jelaskan, baik melalui Al Quran Maupun Assunnah, dan akhlak baik yang di miliki oleh seseorang merupakan salah satu tanda akan sempurna imannya.

Hadist ke 6

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

Artinya: “Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali memperburuknya.” [HR. Muslim]

Penjelasan: Lembut merupakan akhlak yang mulia, entah itu lembut kepada manusia ataupun hewan, lembut disini berarti kita tidak kasar, entah itu dalam berucap maupun dalam bersikap.

Hadist ke 7

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Artinya: “Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang baik.” [HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhiib no. 2643.]

Penjelasan: Alangkah baik dan bahagiannya seseorang yang di berikan taufiq dan hidayah oleh Allah Subhana hu wataala untuk melakukan amalan puasa sunnah dan sholat, tapi jangan khawatir, jika kita belum bisa melakukan amalan agama yang sunnah secara rutin, kita masih bisa menandingi derajat mereka.

Yaitu dengan memiliki akhlak yang mulia, apalagi jika disamping kita rajin puasa dan rajin sholat, kita juga mempunyai akhlak yang mulia, maka itu adalah salah satu keutamaan besar yang di berikan Allah Azza wa jalla kepada kita.

Hadist ke 8

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Artinya: “Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari gangguan ucapan dan tangannya, dan orang yang hijrah (termasuk kelompok muhajirin) adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah.” [HR. Bukhari]

Penjelasan: Seorang yang mempunyai akhlak mulia maka akan menjaga tangan dan lisannya dari menyakiti dan menganggu orang lain, maka jika kita masih sering menggibah, berkata bohong dan adu domba maka itu cerminan dari buruknya akhlak kita.

Hadist Tentang Akhlak ke 9

قال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- : “إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُ

Artinya: Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata, Nabi shallallahu alaihi was sallam, bersabda : “Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu.” [HR. Ibnu Majah]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ (مسلم

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda,“Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang, cabang iman tertinggi adalah mengucapakna ‘Laa ilaha illallaah’, dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa malu merupakan sebagian dari iman.” [HR. Muslim]

Penjelasan: Kedua hadist di atas menjelaskan tentang sifat malu yang di miliki oleh seorang muslim adalah salah satu akhlak islami, dan selain itu sifat malu juga bagian dari cabang iman.

Pertanyaannya, malu seperti apa yang merupakan akhlak mulia?, malu disini adalah ketika kita malu kepada ALLAH jika kita kelakukan kemaksiatan, dan malu kepada manusia jika kita melakukan kemaksiatan dalam artian jika kita melakukan kemaksiatan maka kita akan menyimpannya sebagai rahasia yang tidak boleh di ketahui oleh orang lain.

Hadits Tentang Akhlakul Karimah ke 10

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

Artinya: “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” [HR. At Tirmidzi]

Penjelasan: Sama seperti hadist diatas, kesempurnaan iman adalah dengan memiliki akhlak yang mulia, dan Nabi kita Sallallahu alaihi wassalam meberikan bocoran tentang orang yang terbaik akhlaknya adalah seseorang yang baik kepada istri atau suaminya.

Seperti kita ketahui kita hidup dengan pasangan kita dalam jangka waktu lama, dan ini akan mengeluarkan sifat asli kita, berbeda jika kita berakhlak dengan teman atau kerabat kita, karena pertemuan kita dengan kerabat tersebut dalam jangka waktu yang tidak lama, maka kita bisa membaguskan akhlak kita.

Berbeda kepada pasangan kita, yang kita lakukan adalah cerminan akhlak kita yang sebenarnya, jika kita berakhlak kepada pasangan kita maka memang itulah akhlak kita yang sesungguhnya, jika akhlak kita baik kepada pasangan kita maka kita termasuk orang yang mempunyai akhlak mulia.

Hadits Tentang Akhlak Tercela

إِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَا

Artinya: “Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang tercela.” [HR. Bukhari, Muslim]

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ

Artinya: Dari Abu Darda’ radhiallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak ada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah amatlah murka terhadap seseorang yang keji lagi jahat (mempunyai akhlak tercela).” [HR. Tirmidzi]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ (مسلم

Artinya: “Tidak akan masuk Surga orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” [HR. Muslim]

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ

Artinya: Dari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda “Sesungguhnya diantara orang yang paling aku cintai dan tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari Kiamat ialah orang yang akhlaknya paling bagus.

Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya darilu pada hari Kiamat ialah orang yang paling banyak bicara (berkata-kata yang tidak bermanfaat dan memeperolok manusia).” Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?’ Nabi menjawab, ‘Yaitu orang-orang yang sombong (akhlak tercela).” [HR. Tirmidzi]

Ayat dan Hadits Tentang Akhlak Rasulullah

Ayat Al Quran

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya:“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang agung.” [QS. Al-Qalam Ayat 4]

Hadits tentang menyempurnakan akhlak

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” [HR. Ahmad, Bukhari]

كاَنَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: “Akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an.” [HR. Muslim]

Penjelasan Ulama Tentang Akhlak Mulia

Abdurrahman bin Nashir as-Si’diy mengatakan:

وَإِنَّهُ فِي نَفْسِهِ عِبَادَةٌ عَظِيْمَةٌ تَتَنَاوَلُ مِنْ زَمَانِ الْعَبْدِ وَقْتًا طَوِيْلاً، وَهُوَ فِي رَاحَةٍ وَنَعِيْمٍ، مَعَ حُصُوْلِ الأَجْرِ الْعَظِيْمِ

Artinya: “Dan sesungguhnya akhlak mulia itu sendiri pada dasarnya merupakan ibadah yang agung yang mencakup waktu yang panjang dari seorang hamba, sementara sang hamba dalam ketenteraman dan kebahagian, disertai memperoleh pahala yang besar” [risalah “Husnul Khuluq”]

Ini adalah perkataan yang benar adanya, jika kita sholat, puasa dan melakukan ibadah lainnya, kita sadar bahwa kita sedang melakukan amal ibadah, tapi tatkala kita bergaul dengan manusia dan berakhlak mulia kita tidak menyadarinya atau tidak menganggap sebagai ibadah, padahal ini adalah ibadah yang mulia yang akan mendatangkan banyak sekali keutamaan.

Dan waktu yang kita pakai dalam pergaulan dengan manusia adalah waktu yang panjang, sehingga jika kita berusaha untuk berakhlak mulia selama dalam pergaulan tersebut, maka pahala besar menanti kita.

Hasan Al Basri rahimahullah seorang Ulama tabi’in menjelaskan tentang akhlak mulia ini yaitu dengan menyebutkan 3 perkara.

كف الأذى ؛ وبذل الندى ؛ وطلاقة الوجه

Artinya: Tidak menganggu,  suka menolong dan berwajah ceria atau optimis

Tidak menganggu

Jika kita belum bisamembantu dan memberikan manfaat kepada orang, maka sebisa mungkin tidak mengganggu dan membuat orang lain tidak terbebani oleh kita.

Suka menolong

Menolong sesama baik dengan harta, tenaga maupun gagasan, dengan membantu orang lain secara tidak langsung sebenarnya sedang membantu kita juga, kenapa demikian, karena Allah Azza wajalla yang akan membalas kebaikan kita tersebut,baik di dunia maupun di akhirat.

Berwajah ceria atau optimis

Siapa yang tidak senang jika bertemu orang yang murah senyum, dan jika di mintakan pendapat selalu membuat kita optimis, begitulah orang dengan akhlak yang mulia, selalu membuat orang lain senang, dan inilah yang banyak orang salah dalam menilai, karena akhlak merupakan ibadah yang tidak di anggap ibadah.

Doa Agar di Berikan Akhlak Yang Baik

Ada seseorang yang sedari lahir sudah diberikan anugrah oleh Allah mempunyai akhlak yang mulia, dan sebagian lagi tidak, dan untuk mendapatkan hidayah dari ALLAH berupa akhlak yang terpuji, maka kita perlu meminta kepadaNya dengan berdoa, berikut bacaan doa meminta akhlak yang terpuji.

Doa Meminta Akhlak Mulia ke 1

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ

Bacaan Latin: ‘Allaahumma inni a’udzubika min munkaraatil akhlaaqu wal a’mali wal ahwaai’

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbagai kemunkaran akhlak, amal maupun hawa nafsu”.’ [HR. At Tirmidzi]

Doa Memohon Akhlak Mulia Ke 2

,أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ, فَإِنَّهُ لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَالَايَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَاإِلَّاأَنْتَ

Bacaan Latin: “Allaahumma ahdinii li-ahsanil a’maal, wa ahsanil akhlaaq, la yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wa qinii sayyi-il a’maal, wa sayyi-il akhlaaq, laa yaqii sayyi-ahaa illaa anta.”

Artinya:  “Ya Allah, tunjukkanlah aku pada akhlak yang paling baik, karena tidak ada yang bisa menunjukkannya selain Engkau. Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang tidak baik, karena tidak ada yang mampu menjauhkannya dariku selain Engkau [HR Imam Nasa’i]

Kesimpulan

  1. Akhlak mulia mempunyai kedudukan tinggi dalam syariat agama islam, bahkan ini menjadi indikator bagi seseorang yang memiliki keimanan sempurna.
  2. Menerapkan akhlak mulia di dalam kehidupan kita adalah ibadah yang sangat agung, dan waktu ibadah ini akan sangat panjang, karena kita sebagai manusia yang merupakan mahluk sosial akan sering berinteraksi dengan manusia lainnya.
  3. Perlu untuk di tanamkan kedalam diri kita bahwa berakhlak mulia adalah ibadah, berusahalah untuk memperlakukan ini seperti ibadah lainnya.
  4. Ada sebagian orang yang sudah di berikan taufiq dan hidayah dengan akhlak yang mulia, tapi ada juga, bahkan kebanyakan tidak mendapatkan hidayah tersebut.
  5. yang belum mendapatkan taufiq akhlak mulia maka patut untuk berusaha dengan bersungguh-sungguh agar bisa berakhlak mulia dengan cara mencontoh bagaimana Nabi dan para Sahabatnya bersikap.
  6. Langkah selanjutnya untuk mendapatkan akhlak mulia adalah dengan berdoa kepada ALLAH Azza Wajalla.

Dengan berakhlak mulia maka kita akan di senangi oleh manusia, Nabi Sallalahu Alaihi Wassalam dan juga ALLAH Subhana Hu wataala dan akan mendapatkan pahala yang besar juga jaminan rumah di dalam surga.

Demikian beberapa penjelasan dan kutipan hadits tentang akhlak, Semoga kita di mudahkan oleh ALLAH Subhana Hu Wataala untuk senantiasa berakhlak mulia.


Referensi:

Baca Juga:

Speak Your Mind

*