Hadits Arbain Ke 1 Beserta Latin dan Artinya

Syarah hadits arbain ke 1 beserta latin dan artinya lengkap, serta penjelasan makna kandungan hadits yang penting untuk di pahami oleh kaum Muslimin, simak uraiannya berikut.

Hadits Arba’in Nawawiyah

Hadits arba’in artinya adalah 40 hadits, tapi jumlah hadits sebenarnya dalam kitab tersebut adalah 42 hadits, Penulis kitab ini adalah Ulama Khibar yaitu Imam An Nawawi yang beliau bermahzab Syafi’i.

Isi dari kitab arbain Nawawiyah ini sendiri adalah kumpulan hadits pilihan yang mencakup semua hukum aqidah, akhlak, muamalah dan ibadah, yang oleh banyak ulama di sebut sebagai sepertiga Islam, poros Islam dan penyebutan lainnya.

Kitab hadits arbain ini berisi hadits hadits sahih yang sebagian besarnya berasal dari sahih Bukhari dan Muslim. Sekarang kita akan bahas hadits arbain pertama, yaitu hadits tentang niat.

Hadits Arbain Ke 1, Latin dan Artinya

hadits arbain ke 1

Bacaan Arab Hadits Arbain Pertama

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Bacaan Latin: “Innamal a’malu binniyyat, wainnamaa likullimri yinmaanawa, waman kanat hijrotuhu illaahi wa rasululihi wa hijrotuhu illalai warusulluhu, waman kanat hijrotuhu illa dunyaa yushiibuhaa iw imro ati yatazawwajuhaa, wahijrotuhu illa maa haajaro ilayhi”

Artinya:  “Sesungguhnya amal seseorang itu tergantung dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasannya sesuai dengan apa yang di niatkannya. Barangsiapa berhijrah dengan niat kepada Allah dan RasulNya, maka ia mendapatkan balasan hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa berhijrah dengan niat kepada keuntungan dunia yang akan diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada apa yang ia niatkan tersebut”. [Hadist Riwayat Bukhari & Muslim]

Keterangan Hadits

Hadits arba’in pertama ini berbicara tentang niat, dan begitulah sebagian besar Ulama ketika menulis kitab hadits selalu di dahului tentang bab niat, karena ini adalah perkara penting yang akan menjadikan amalan kita di terima sebagai amalan sholeh atau malahan sebagai maksiat, misal karena niat yang tidak ikhlas dengan mengharapkan pujian manusia atupun mengharapkan harta dunia.

Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim ini menjelaskan bahwa amalan kita, apapun itu bentuk amalannya, maka pahala dan kedudukan amalan tersebut tergantung dari niat atau tujuan kita dari amalan yang kita lakukan tersebut.

Dalam Hadits arbain ke 1 tersebut di berikan contoh tentang amalan hijrah, yang mana siapa saja yang hijrah dengan niat karena Allah subhana hu wataala dan Rasulnya ﷺ, maka balasannya adalah pahala dari Allah dan Rasulnya ﷺ.

Tapi sebaliknya siapa saja yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia atau karena wanita yang di sukainya, maka Allah akan memberikan balasan sesuai dengan niatnya tersebut, yaitu mendapatkan dunia atau wanita yang di sukainya, tapi untuk balasan di akhirat dia tidak mendapatkannya.

Faidah Hadits

Hadits ini sangat besar faidahnya, karena dengan niat inilah kita akan mendapatkan balasannya, sehingga jika niat kita ikhlas karena Allah maka kita akan mendapatkan pahala yang setimpal, apapun amalan tersebut, berat maupun ringan.

Seperti misalkan kita menyingkirkan kayu di jalanan yang akan menyebabkan motor terjatuh jika melindasnya, maka jika niat kita karena Allah maka kita akan mendapatkan pahala, tapi kalau kita tidak meniatkan karena Allah, hanya karena ingin di puji, maka tidak ada balasan pahala atasnya.

Begitu sebaliknya jika niat kita bukan karena Allah, sebagus dan sesempurnanya amalan tersebut, maka kita tidak akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah, bahkan akan mendapatkan dosa.

Misal kita melaksanakan sholat dengan sempurna, wudhu sempurna, syarat sholat terpenuhi dan rukun serta sunnah sholat di lakukan, tapi karena niatnya bukan kerena Allah maka Dia tidak mendapatkan pahala, dan sebaliknya bisa mendapatkan dosa jika dia meniatkan ibadah sholat tersebut agar di puji oleh manusia (riya).

Perkataan Ulama Tentang Niat

Betapa banyak amalan yang kecil juga sedikit menjadi pahala yang besar karena bagusnya niat (ikhlas karena Allah taa’la) dan betapa banyak amalan yang besar mendapatkan laknat dari Allah taa’la karena buruknya atau rusaknya niat.

Banyak Ulama menganjurkan untuk memperbaharui niat ketika beramal, yaitu ketika awal hendak beramal, di pertengahan beramal dan setelah selesai beramal, di lanjutkan dengan mengucapkan istighfar, agar kelalaian kita dalam beramal bisa di ampuni oleh Allah ta’ala.

Kesimpulan Hadits Arbain Ke 1

Sangat penting peran niat dalam setiap amalan yang kita lakukan karena:

  • Semua amalan akan mendapatkan ganjaran berupa pahala di akhirat ataupun ganjaran berupa harta dunia atau wanita atau apapun bentuknya, tergantung dari Niat yang kita azamkan.
  • Amalan kecil dan ringan bisa menjadi manfaat karena bagusnya niat, begitupun sebaliknya amalan besar akan mendapatkan dosa bahkan laknat Allah karena buruknya niat.

Selalu perhatikan niat ketika beramal, dan sebaiknya lakukan evaluasi dari niat kita, yaitu di awal, di tengah dan di akhir amalan yang kita lakukan.

Demikian penjelasan singkat tentang hadits arbain ke 1 yang kami lengkapi dengan latin dan artinya, semoga bermanfaat dan semoga kita tergolong orang yang selalu ikhlas dalam beramal. Wallahu a’lam.


Speak Your Mind

*