Hadist Tentang Sedekah, Manfaat dan Keutamaannya

Hadist tentang sedekah lengkap disertai tulisan Arab, arti dan penjelasannya dari para ulama. Bagaimana agar sedekah kita di terima oleh Allah lalu apa manfaat dari sedekah, semua akan kami tuliskan secara rinci dan insya Allah mudah untuk dipahami.

Pengertian Sedekah

Sedekah adalah memberikan sesuatu dalam bentuk apapun yang kita miliki kepada mahluk atau orang lain dengan niat ikhlas karena ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.

Kata kuncinya ilhlas, baca juga tulisan hadist tentang ikhlas agar lebih paham akan pentingnya niat ikhlas karena ALLAH.

Sebelum melanjutkan, ada pertanyaan yang sering di ajukan, yaitu: kalau sedekah niatnya karena ingin mendapatkan balasan dunia?, apakah niat tersebut termasuk tidak ikhlas?.

Ada hadits yang menerangkan tentang fadhilah sedekah, yaitu akan dibalas sekian kalilipat bahkan tidak terbatas, dan dalil ini juga yang di gunakan oleh sebagian Ustadz untuk mengkampanyekan sedekah, seperti ustadz yusuf Mansyur.

jika ada keterangan dari hadist maupun ayat Al Quran tentang balasan suatu amalan di dunia maka meniatkannya boleh, tapi jangan 100 persen niat untuk dunia saja, tapi niatkan untuk akhirat juga karena walau bagaimanapun kenikmatan akhiratlah yang hakiki dan lebih besar.

Hadist Tentang Sedekah

hadist tentang sedekah

Di bawah ini akan kami tuliskan hadist-hadist yang berkenaan dengan sedekah, kami lengkapi dengan tulisan arab, arti dan penjelasan hadist.

Penjelasan hadist kami ambil dari perkataan ulama yang kami tulis dengan bahasa yang mudah untuk kita pahami, dan kami berikan sub judul tentang hadist yang di maksud.

Tangan di Atas Lebih Baik Dari Tangan Di Bawah

‎ اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، فَاليَدُ العُلْيَا: هِيَ المُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى: هِيَ السَّائِلَةُ

Artinya: “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang ‎memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” [HR. al-Bukhari no.1429 dan Muslim ‎no.1033].

Penjelasan

Inilah dalil tegas tentang keutamaan dari sedekah, dan tentu memberi adalah lebih baik daripada meminta, kita di anjurkan untuk mulia dengan memberi, dan bukan malah meminta.

Kalaupun kita tidak bisa memberi maka usahakan tidak meminta kepada mahluk, tapi mintalah kepada Allah niscaya Allah akan bantu kita dengan caraNya.

‎وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

Artinya: ‎”Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti nyata, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa ‎menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR. Muslim 223).‎

Penjelasan

Sedekah menandakan keimanan seseorang yang sempurna, kenapa? karena ini adalah bukti nyata dari seseorang yang pemurah dan mudah menolong, bagaimana tidak ketika kita sudah berusaha mencari harta dengan istilahnya banting tulang peraskeringat.

Tapi hasil yang sudah kita peroleh tersebut kita gunakan untuk bersedekah atau menafkahi keluarga kita, inilah salah satu bukti keimanan seseorang, yaitu rajin dan gemar dalam berinfak sodaqoh.

Hadist Tentang Sedekah di Pagi Hari

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصبِحُ العِبادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Artinya; “Tidak ada hari kecuali setiap hari tersebut ada dua malaikat yang turun setiap pagi dan berkata salah seorang diantara mereka, ‘Ya Allah berilah ganti bagi orang yang bersedekah‘, dan berkata malaikat yang lain, ‘berilah kebinasaan bagi orang yang kikir.’” [HR. Bukhari dan Muslim]

Penjelasan

Ibnu Bbathol rahimahullah menjelaskan yang di maksud sedekah di atas adalah memberikan nafkah kepada keluarganya, kerabatnya dan juga kepada fakir miskin.

Beliau juga menjelaskan bahwa doa malaikat tidak akan di tolak dan pasti mustajab, dalilnya adalah hadist yang menerangkan tentang “aamiin”, bahwa orang yang mengucapkan aamiin bersamaan dengan malaikat maka doanya tidak tertolak.

Dan doa tersebut adalah berupa penggantian dari apa yang di sedekahkan, bahkan dalam hadist yang lain ada keterangan sedekah akan di ganjar sebanyak sekian dan sekian (tidak hanya 1x).

Sedekah Semampunya

فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Artinya: “Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik.” [HR. Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016].

Penjelasan:

“Hanya dengan” di dalam hadist diatas maksudnya, jika kita tidak punya apa-apa dan hanya setengan biji kurma saja maka sedekah dengannya akan menjaga kita dari api neraka.

Tapi jikalau kita mempunyai lebih selayaknya kita bersedekah dengan nilaiyang wajar, tidaklantas menggunakan hadist ini untukmenyedekahkan setengan biji kurma.

Dan hadist ini menunjukan bahwa sedekah adalah semampu yang kita bisa, dan Allh maha mengetahui kemampuan kita.

Hadist Sedekah Kepada Kerabat

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِيْ الْقَرَابَةِ اثْنَتَانِ : صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

Artinya: “Sedekah kepada orang miskin hanyalah sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat akan mendapatkan dua ganjaran, yaitu ganjaran sedekah dan ganjaran silaturahim.” (HR. Tirmidzi no. 658, Ibnu Majah no. 1844, Ibnu Khuzaimah no. 2067, 2385, Ahmad no. 17, 18, dan Ad-Darimi no. 1687, 1688. Dinilai shahih oleh al-Albani di Shahih al-Jami’ no. 3858)

Penjelasan

Banyak yang salah paham tentang orang yang menerima sedekah, dan kebanyakan kita hanya memberikan kepada fakir miskin saja, sedangkan kerabat kita sendiri tidak di perhatikan.

Hadist ini menerangkan tentang keutamaan sedekah kepada kerabat di bandingkan kepada orang miskin secara umum, akan lebih tepat lagi jika orang miskin yang kita sedekahi adalah masih kerabat kita.

Dan lebih utama lagi adalah bersedekah kepada keluarga yaitu Istri dan anak, berikut hadistnya.

Hadist Keutamaan Sedekah Kepada Istri

إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ نفقَةً يحتَسبُها فَهِي لَهُ صدقَةٌ

Artinya: “Jika seorang lelaki memberikan kepada keluarganya (anak dan istrinya) nafkah maka hal itu terhitung sebagai sebuah sedekah.” [Muttafaqun ‘Alaih]

أَفْضَلُ دِيْنَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ، وَدِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِي سَبِيْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَدِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Artinya: “uang yang paling utama yang dibelanjakan oleh seseorang adalah uang yang dibelanjakan untuk keluarganya, dan dinar yang dibelanjakan oleh seseorang untuk tunggangannya dalam jihad fii sabilillah dan dinar yang diinfakkan oleh seseorang untuk teman-temannya di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.” [HR. Muslim no. 994]

دِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَدِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ وَدِيْنَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِيْنٍ وَدِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Artinya: “Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah subhanahu wa ta’ala, satu dinar yang engkau keluarkan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya dari semua nafkah tersebut adalah satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.” [HR. Muslim no. 995]

Penjelasan

Hadist-hadist di atas menjelaskan tentang keutamaan bersedekah kepada keluarga (anakdan istri), karena menafkahi keluarga adalah kewajiban sebagai suami dan nafkah tersebut akan bernilai sodaqoh jika kita meniatkannya, sebagaimana yang di jelaskan oleh Imam An Nawawi dalam syarahnya.

Keutamaan amal adalah amalan yang wajib, setelahnya baru yang sunah, inilah mengapa sedekah kepada keluarga lebih diutamakan daripada sedekah kepada selainnya, karena terkandung kewajiban di dalamnya.

Jadi urutan sedekah yang terbaik adalah, sedekah kepada anak dan istri, lalu kerabat dan selanjutnya fakir miskin terdekat, jangan di balik.

Hadist Tentang Sedekah Jariyah

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

Artinya: “Jika anak keturunan Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak shalih yang senantiasa mendoakannya.” [HR. Muslim].

Penjelasan

Ini dalil yang di gunakan oleh ulama yang mengatakan bahwa tahlilan tidak akan memberikan manfaat kepada sang mayit, karena dalam hadist di atas di sebutkan terputus amalan kecuali 3 saja, dan salah satunya adalah sedekah jariyah.

Apa itu sedekah jariyah:

Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya bisa di nikmati bersama atau tidak dikhususkan untuk satu orang saja, contohnya adalah membangun masjid, memberikan tanah wakaf, membantu pembangunan pesantren, membuat sumur yang airnya bisa di pakai bersama dan lainnya.

Hadist Sedekah Kepada Anak Yatim

عن سهل بن سعد قال: قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا » وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً. رواه البخاري

Artinya: Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya [HR Bukhari].

Keterangan:

Hadist ini menerangkan tentang kautamaan menyantuni anak yatim, menyantuni disini berarti mencukupi semua sandang papan dan pangannya, jadi sedekah secara keseluruhan atau full.

inipula yang melandasi keutamaan kita memelihara anak yatim, memelihara adalah memberikan semua kebutuhnnya.

Tapi kalau kita hanya sesekali saja bersedekah kepada anak yatim, maka tidak mendapatkan keutamaan tersebut, tapi tetap akan mendapatkan pahala sebagaimana yang di janjikanNya terkait sedekah.

Lalu siapa yang di sebut sebagai anak yatim?.

Anak yatim adalah anak yang belum baligh yang di tingga mati oleh ayahnya, jadi kalau yang meninggal adalah ibunya maka bukan termasuk anak yatim dan jika anak tersebut sudah baligh maka tidak lagi di katakan anak yatim.

Hadist Senyum Adalah Sedekah

‎تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Artinya: “Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” [HR. Tirmidzi ]

‎لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْق

Artinya: ‎“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu ‎terhadap saudaramu.” [HR. Muslim].‎

Penjelasan

Sedekah tidak melulu tentang uang, seperti definisi di atas tentang sedekah yaitu memberikan apapun yang kita miliki kepada orang lain, nah bentuknya seperti dalam hadist di atas adalah senyuman dan wajah yang ceria.

Kita tahu jika kita bertemu dengan saudara kita dan saudara kita tersebut selalu memberikan senyum yang tulus, maka perasaan kita akan terbawa adem dan nyaman, perasaan ini tentu akan bermanfaat buat kita, dan inilah manfaat dari sedekah senyum.

Ini adalah sedekah yang semua orang bisa melakukannya, bagaimana tidak seseorang yang cacat sekujur tubuhnya kakupun masih bisa bersedekah dengan senyum.

Maka mulai saat ini pasang wajah ceria dan wajah optimis di iringi dengan senyuman agar aura positif kita akan membuat orang lain mendapatkan manfaat dai kehadiran kita.

Ingat, sekali-kali jangan remehkan senyum di hadapan saudara kita, bagaimanapun keadaan hati kita, maka dengan senyuman ini hati kitapun akan terbawa suasana.

Hadist Sedekah Dapat Menghapus Dosa

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ وَالْحَسَدُ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Artinya: “Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api. Hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.”[HR. Al Baihaqi].

Penjelasan

Hadist ini menguatkan hadist yang menerangkan tentang amal kebaikan yang kita lakukan akan menghapus dosa, termasuk sedekah ini, dan menurut ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc,orang banyak salah tentang penafsiran hanya dosa kecil saja.

Tapi menurut beliau yang berdasarkan perkataan Ibnu Taimiyah, tidak hanya dosa kecil, tapi bisa saja dosa besarpun akan di hapuskan, jadi jangan lelah untuk berbuat baik, percayalah tidak akan sia-sia, semuanya akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar.

Sedekah Bisa Menyembuhkan Penyakit

دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

Artinya: “Mintalah kesembuhan penyakitmu (kepada Allah) dengan bersedekah.” [HR. Al-Baihaqi, hadist ini di hasankan oleh Syaikh Al-Albani]

Penulis kitab Al-Mustadrak yaitu Imam Al-Hakim bercerita kisah nyata dalam kitab Atruk Atsaran Qobla Ar Rahil, Beliau pernah mengalami cacar hampir setahun lamanya. lalu beliau meminta doa kepada orang-orang saleh, dan beliau terus memperbanyak itu.

Beliaupun rajin melakukan sedekah kepada kaum muslimin yaitu dengan memberikan minum pada rumah-rumah mereka. Orang-orang itupun mengambilmanfaat dari minuman tersebut. Setelah beberapa waktu, Allah Aja Mazalla memberikan kesembuhan baginya, penyakit cacar yang di deritanya hilang dan sembuh total.

Jadi jelas jika kita berdoa kepada Allah dan melakukan sedekah maka amalan itu bisa menyembuhkan penyakit yang kita derita, atas izin Allah.

Manfaat Sedekah

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitab Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin, hlm. 313, manfaat sedekah itu sangat banyak dan kita tidak bisa menghitungnya, Allah sajalah yang mengetahui manfaatnya, diantara manfaat sedekah menurut beliah Rahimahullah adalah:

أَنَّهَا تَقِيَ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَتَدْفَعُ البَلاَءَ حَتَّى إِنَّهَا لَتَدْفَعَ عَنِ الظَّالِمِ , قاَلَ إِبْرَاهِيْمُ النَّخَعِي: وَكَانُوْ يَرَوْنَ أَنَّ الصَّدَقَةَ تَدْفَعُ عَنِ الرَّجُلِ الظَّلُوْمِ ,وَتُطْفِئُ الخَطِيْئَةَ وَتَحْفَظُ المَالَ وَتَجْلِبُ الرِّزْقَ وَتُفْرِحُ القَلْبَ وَتُوْجِبَ الثِّقَّةَ بِاللهِ وَحُسْنَ الظَّنِّ بِهِ

Artinya: “Sesungguhnya sedekah itu akan mencegah kematian yang buruk, mencegah musibah atau bala, pelindung dari orang yang zalim. Ibrahim An-Nakha’i mengatakan, ‘Orang-orang dahulu memandang bahwa sedekah akan melindungi dari orang yang suka berbuat zalim.’ Sedekah juga akan menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati, serta menyebabkan hati yakin dan berbaik sangka kepada Allah.”

Hadist yang dituliskan diatas sudah banyak yang menerangkan tentang keutamaan dan manfaat sedakah, kita tuliskan di dalam kesimpulan.

Kesimpulan Manfaat dan Kautamaan Sedekah

  1. Sedekah tidak mengurangi harta
  2. Sedekah akan di ganti oleh Allah dengan pahala dan juga penggantinya di dunia dengan berkali-kali lipat
  3. Sedekah bisa menghapuskan dosa
  4. Sedekah bisa menyembuhkan penyakit
  5. Sedekah bisa menolak bala atau musibah
  6. Sedekah akan membuat hati kita Qonaah atau merasa cukup
  7. Sedekah akan memasukkan kita kedalam surga
  8. Sedekah bisa menjadi penghalang masuknya kita ke dalam neraka
  9. Sebagai indikasi keimanan yang sempurna
  10. Kunci diterimanya sedekah adalah Ikhlas karena Allah

Demikian tulisan hadist tentang sedekah, semoga bermanfaat, silahkan share jika bermanfaat dan silahkan berikan komentar jika ada kekeliruan.

Wallahu A’lam

Sumber:

  • Muslim.or.id
  • Rumaysho.com
  • Muslimah.or.id

Baca Juga:

Speak Your Mind

*