Hadits Tentang Menuntut Ilmu dan Keutamannya

√ Kumpulan hadits tentang menuntut ilmu Lengkap √  beserta latin dan artinya √ Keutamaan menuntut ilmu √  Ayat Al Quran tentang ilmu √ dan Keterangan ulama tentang menuntut ilmu.

Artikel ini panjang, dan untuk memudahkan anda, kami buat link daftar isi, silahkan buka daftar isi dan pilih tema bahasan yang hendak anda baca, atau bisa anda baca dari awal sampai akhir.

Pengertian Ilmu

Ilmu adalah Segala sesuatu yang datangnya dari Allah dan Rasullullah Sallalahu Alaihi Wassalam, dalam bentuk Ayat Al Quran maupun Hadist.

Ilmu merupakan kunci semua kebaikan, dengan ilmu kita bisa mengetahui hukum-hukum Allah, dengan ilmu kita bisa mengamalkan Agama secara sempurna, dengan ilmu kita mengetahui batasan-batasan halal dan haram dan dengan ilmu kita berpeluang besar untuk masuk surga.

Pentingnya Menuntut Ilmu

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Manusia sebenarnya lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dua atau tiga kali sehari, sedangkan ilmu diperlukan di setiap waktu.”

Imam Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitab FathulBahri, 1/92 menerangkan bahwa maksud ilmu disini adalah ilmu syar’i atau ilmu agama bukan ilmu dunia.

Bukan berarti ilmu dunia tidak baik, manfaat ilmu dunia juga baik dan kita perlu juga akan ilmu dunia, tapi tidak masuk ketaraf wajib, hanya mubah saja, dan itu juga tergantung dari tujuan kita mempelajari ilmu dunia tersebut, kalau tujuan kita baik dan bermanfaat maka akan baik juga ilmu tersebut, tapi kalau niatnya rusak maka akan mendapatkan dosa.

Hadits Tentang Menuntut Ilmu

Haditt tentang menuntut ilmu ini ada yang berkaitan dengan wajibnya, dan ada yang berkenaan dengan keutamaannya, dan yang lebih banyak adalah haditt tentang keutamaan menuntut ilmu.

Kami sertakan gambar, tuliskan arab, tulisan latin dan artinya, untuk penjelasan ulama tentang hadis akan kami tuliskan di akhir artikel ini dalam sub judul penjelasan ulama.

Untuk hadits ini sebagiannya kami tampilkan lengkap dengan sanad, matan dan rawinya, tapi ada juga yang tidak kami tuliskan secara lengkap, karena keterbatasan ilmu kami.

Hadits Tentang Wajibnya Menuntut Ilmu

Hadist pertama ini adalah hadits menuntut ilmu yang pendek yang menerangkan tentang wajibnya menuntut ilmu Agama.

hadist menuntut ilmu

Bacaan Arab Hadist Wajibnya Menuntut Ilmu:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Latinnya: “Tholibul ilmi faridhotan a’la kulli muslimin”

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” [HR. Ibnu Majah no. 224], dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913]

Hadist Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu ke 1

Hadist kedua ini menerangkan tentang penuntut Ilmu akan di mudahkan jalannya menuju surga.

Hadist tentang Menuntut ilmu

Bacaan Arabnya:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Bacaan Latinnya: “Man salaka thoriqon yaltamisu fihi i’lman sahhallahu bihi thoriqon ilal jannah”

Artinya: Barang siapa yang berjalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan dirinya jalan menuju surga. hadist dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu [HR. Muslim].

Hadist Tentang keutamaan Menuntut Ilmu ke 2

Hadist ketiga ini menjelaskan tentang tanda kebaikan pada seseorang yang di berikan oleh ALLAH berupa kepahaman akan ilmu agama.

hadist keutamaan penuntut ilmu

Bacaan Arab:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Bacaan Latin:

“Man yuridillahi khaoyron yufaqihhu fiddiin”

Artinya: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang ilmu agama.” Hadist ini datang dari sahabat Muawiyyah Radhiallahu Anhu. [HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037].

Hadist keutamaan Penuntut Ilmu ke 3

Hadist tentang menuntut ilmu ke empat ini menerangkan tentang keutamaan penuntut ilmu, yaitu di samakan kedudukannya dengan mujahid fii sabillillah.

hadist keutamaan mendatangi majelis ilmu

Bacaan Arabnya:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِى هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

Bacaan Latinnya: “manjaa amasjidii hadzaa lam yatihi illa likhoyrin yata a’llamuhu aw yua’llamuhu fahuwa bimanzilatil mujaahidi fii sabiilillah”.

Artinya: “Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini, tidaklah ia mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang akan dipelajarinya atau diajarkaannya, maka dia sama dengan kedudukan mujahid fii sabiilillah.” [HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 227].

Hadist Menuntut Ilmu ke 4

Hadist tentang menuntut ilmu keempat menjelaskan tentang fadhilah ilmu yang bermanfaat, bahwa pahalanya akan kekal dan mengalir kepada kita walaupun kita sudah meninggal.

hadist keutamaan ilmu yang bermanfaat

Bacaan Arab:

ذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Bacaan Latin: “Idzaa maatalinsaan anqothoa’ a’maluhu illa min tsalatsin; shodaqotin jaariyah, auw i’lmin yuntfu’bihi, auw waladin sholihin yadu’u lahu”

Artinya: “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang berdoa untuknya” [HR. Muslim].

Hadist Tentang Menuntut Ilmu Ke 5

Hadist ini menerangkan tentang warisan Nabi yang berupa ilmu yang di berikan kepada para Ulama.

hadist tentang menuntut ilmu ulama pewaris para nabi

Bacaan Arab:

اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Bacaan Latin: “A’l Ulamaa u warotsatul anbiyyaa, wainnal anbiyyaa lam yuwarrotsuu diinaaron walla dirhamun, walakin warrotsuul i’lma, faman akhoduhu akhodu bi hadzhon wa firin”.

Artinya: “Para ulama adalah pewaris para nabi, Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi para nbi mewariskan ilmu. Maka , barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” [HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; Di sahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6297].

Hadist Keutamaan Ilmu Ke 6

Hadist ini menerangkan tentang keutamaan ilmu atas ibadah.

hadist keutamaan ilmu atas ibadah

فَـضْلُ الْعِـلْمِ خَيْرٌ مِنْ فَـضْلِ الْعِـبَادَةِ، وَخَيْرُ دِيْنَكُمُ الْوَرَعُ

Bacaan Latin: “Fadlu al i’lmi khoiron min fadhlin al i’baadah, wakhoiru diinakumul warou’n”

Artinya: “Keutamaan ilmu adalah lebih baik dari pada keutamaan ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah ketakwaan.”

Perawi dan riwayat hadist: [Hadits ini hasan, datang dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu’anhu, dan diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (no. 3972), Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (ta’liq hadits no. 96 sebagai syahid)]

Hadist Tentang Penuntut Ilmu Ke 7

Hadist ini menerangkan tentang keutamaan penuntut ilmu yang akan mendapatkan doa kebaikan dari semua mahluk baik di langit dan di bumi.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Bacaan Latin: “Innallahu wamalaikatahu wa ahlassamawati wal arodhina hatta anamllata fii juhrihaa wa hatta alhuuta layusholluuna a’laa mua’llminnasi al khoiyro”.

Artinya: “Sesungguhnya Allah,para malaikat Nya,penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” [Hadits Abu Umamah Al Bahili di Riwayat oleh Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syehk Al Albani].

Hadist Tentang Menuntut Ilmu Ke 8

Hadist ini menerangkan tentang ketenangan atau sakinah, dikelilingi oleh malaikat dan di naungi oleh rahmat ALLAH Subhana Hu Wataala bagi para penuntut ilmu.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah atau ketenangan, dinaungi rahmat, dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” [HR. Muslim, no. 2699]

Hadits Tentang Ilmu Yang Bermanfaat

Hadits ini dirwayatkan oleh Ibnu majah, dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

سَلوا اللهَ علمًا نافعًا ، و تعوَّذوا باللهِ من علمٍ لا ينفَعُ

Yang artinya: “Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat”.

Hadits tentang ilmu yang ber manfaat ini dinyatakan hasan sanadnya oleh Syaikh al-Albani dalam kitabnya Silsilatul ahaadiitsish shahiihah no. 1511.

Makna hadits ini yang di jelaskan oleh para ulama salaf adalah ilmu yang bersumber dari Al Quran dan Hadits yang bisa di amalkan dan menjadi amal shalih.

Makna ilmu yang bermanfaat juga di jelaskan oleh Imam Ibnu Rajab al-Hambali adalah kita belajar dengan sungguh sungguh tentang dalil dalil dalam Al Quran dan sunnah, lalu berusaha memahami kandungannya sesuai dengan pemahaman para salafus shalih.

Setelah memahami kandungannya, maka kita bisa dengan mudah mengamalkan ilmu tersebut, inilah yang di sebut dengan ilmu yang bermanfaat dalam hadist tersebut.

Ayat Al Quran Tentang Ilmu

Disini kami tuliskan juga ayat AL Quran tentang ilmu, diantarannya adalah:

Al Quran Surat Al-Mujadilah Ayat Ke 11

َرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ..

“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” [QS. Al-Mujadilah : 11]

Al Quran Surats Az Zumar ayat 9

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu.” [Qs Az Zumar : 9]

Penjelasan Ulama

Penjelasan ulama atau tafsir ulama tentang maksud dari hadist menuntut ilmu di atas.

Penjelasan Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu

Ini adalah perintah yang jelas tentang kewajiban untuk menuntut ilmu agama, dan sikap sebagai seorang muslim yang baik adalah “samina Wa Athona” Kami mendengar dan kami taat.

Sesuai dengan apa yang di firmankan oleh ALLAH Subhana Hu Wataala, dalam Al Quran Surat An-Nuur Ayat 51, yang berbunyi:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya ucapan orang yang beriman adalah apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami dengar dan kami taat”. Dan merekalah orang-orang yang berbahagia.” [QS. An-Nuur (24): 51].

Hukum Wajib Terbagi Dua

Imam al-Qurthubi rahimahullaah menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu terbagi dua:

Pertama, hukumnya fardhu ai’n atau wajib untuk setiap individu: Menuntut ilmu aqidah, ilmu fiqih wajib seperti  shalat, zakat, dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib.

Kedua, hukumnya fardhu kifayah; seperti menuntut ilmu tentang pembagian berbagai hak waris, tentang pelaksanaan hukum islam atau hadd seperti qishas, potong tangan cambuk dan lainnya, menjadi penghafal Al Quran.

Penjelasan Tentang Hadist Penuntut Ilmu Dimudahkan Jalannya Menuju Surga

Di dalam hadits diatas terdapat janji Allah Subhanna Hu Wataala, bahwa orang yang berjalan dalam rangka menuntut ilmu agama atau ilmu syar’i, maka Allah akan memudahkan jalan untuknya menuju Surga.

“Berjalan menuntut ilmu” dalam hadist ini mempunyai dua makna, yaitu:

Pertama : Melakukan perjalanan dalam arti yang sebenarnya, yaitu berjalan kaki menuju majelis-majelis ilmu atau duduk di mejelis para ulama.

Kedua : Menempuh jalan diartikan dengan “cara” yang mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu syar’i  seperti menghafal ilmu dan Al Quran, belajar dengan membaca dari buku, menela’ah kitab-kitab ulama, menulis ilmu dan cara apa saja yang bisa mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu syar’i.

“Allah akan memudahkan jalannya menuju Surga” juga mempunyai dua makna, yaitu:

Pertama: Allah akan memberikan kemudahan jalan menuju surga bagi penuntut ilmu agama, dengan syarat: ikhlas karena ALLAH dan mengamalkan ilmu yang di milikinya.

Kedua: Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga pada hari Kiamat kelak, saat kita melewati shirath dan dimudahkan atau di hilangkan dari berbagai kengerian dan ketakuan pada saat itu baik sebelum dan sesudahnya.

Dengan hadist keutamaan ini saja sebenarnya dan seharusnya sudah cukup bagi seorang muslim untuk giat dan semangat dalam menuntut ilmu, karena keutamaan atau fadhilah yang di janjikan adalah Surga, yang semua orang berharap untuk masuk ke dalamnya.

Penjelasan Tentang Hadist Tanda yang Allah Berikan Kepada Ahli Ilmu

Dalam kitabnya yang berjudul Bahjatu Quluubil Abraar, hal. 38-39, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa hadits ini adalah sebagai petunjuk tentang keutamaan ilmu yang paling besar. Yaitu karena ilmu yang bermanfaat adalah tanda akan bahagiannya seorang hamba dan juga sebagai tanda bahwa Allah Ta’ala menghendaki kebaikan untuknya.

Dan begitupun sebaliknya, hadits ini juga menunjukan bahwa barangsiapa yang berpaling dari menuntut ilmu agama, berarti Allah Ta’ala tidak menghendaki kebaikan untuknya. Karena dia tidak bisa melakukan amalan yang akan mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah dalam kitabnya Kitaabul ‘Ilmi, hal. 21 menerangkan bahwa ”Yang dimaksud dengan ‘faqihu fid-din’ (paham akan agama) bukan hanya memahami hukum-hukum amaliyyah tertentu saja atau ilmu fiqih.

Tetapi yang dimaksud dengan ‘faqihu fid-din’ tersebut adalah paham akan secara keseluruhan ilmu syar’i , seperti ilmu tauhid, ilmu ushuluddin atau pokok-pokok agama, dan juga ilmu yang terkait dengan syari’at Allah.

Ulama tabiin yaitu Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata dalam kitab Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/230), “Kebaikan di dunia adalah rizki yang baik (halal) dan ilmu, sedangkan kebaikan di akhirat adalah Surga”.

Penjelasan tambahan Tentang Ilmu Yang Bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat dalam hadist di atas adalah ilmu yang (hak) benar datanganya dari Kitab Al Quran dan Sunnah atau ilmu syar’i, yang diamalkannya dan atau mengajarkannya.

Dengan mengamalkan dan mengajarkan atau menyebarkan ilmu syar’i ini, maka selama orang yang kita ajari atau orang yang mencontoh amalan kita masih mengamalkan ilmu tersebut, maka pahala akan terus kita dapatkan, walaupun kita sudah meninggal.

Pentingnya Mendidik Anak Tentang Agama

Inilah pentingnya kita mendidik anak untuk menjadi anak yang shalih dan shalihah, karena jika kita memberikan ilmu akhirat dan ilmu agama secara umum yang dengannya anak kita mengamalkan apa yang kita ajarkan, maka pahala akan terus mengalir kepada kita selama anak kita mengamalkannya.

Dan yang lebih penting lagi, setelah kita meningal dunia, maka anak kita akan senantiasa mendoakan kita, dan ini adalah doa yang akan kita terima walaupun kita sudah meninggal.

Jangan hanya memberikan pendidikan dunia tanpa memikirkan ilmu akhirat kepada anak kita, karena ini adalah kerugian yang nyata, seimbangkanlah antara kehidupan dunia dan akhirat, dan lebih tegas lagi berikan bekal agama sebelum bekal dunia.

Jihad Yang Utama

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitab Al-Kafiyah Asy-Syafiyah fil Intishari lil Firqatin Najiyyah hal. 35, berkata, “Jihad dengan hujjah dan lisan (ilmu) lebih didahulukan dari pada jihad dengan pedang dan tombak.”

Maksudnya sebelum tegaknya jihad dengan senjata, maka langkah pertama adalah dengan menerangkan dengan ilmu kepada kaum yang akan kita dakwahi, jika hujah yang kita sampaikan tidak di terima, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengangkat senjata.

Kesimpulan Tentang Hadist Menuntut Ilmu

Beberapa kesimpulan penting tentang hadits menuntut ilmu agama dalam ulasan di atas adalah:

  • Menuntut Ilmu itu hukumnya wajib untuk setiap individu, dan wajib disini adalah fardhu a’in seperti mempelajari ilmu fiqih wajib dan aqidah yang benar.
  • Kedudukan ilmu dalam agama islam adalah sangat penting, karena dengan ilmu kita bisa mengetahui mana syariat yang benar menurut Al Quran dan As Sunnah, dan ini menjadi landasan untuk kita dalam beramal.
  • Tanpa ilmu niscaya kita bisa beramal dengan benar sesuai dengan yang di contohkan oleh para ulama kita, sehingga muncul amalan amalan baru yang tidak sesuai dengan syariat atau bid’ah.
  • Jangan beramal tanpa ilmu, kaidahnya adalah amal agama haram di lakukan sampai ada dalil yang memerintahkannya, dan untuk urusn dunia kaidahnya adalah semuanya halal sampai ada dalil yang mengharamkannya.
  • Keutamaan ahli ilmu sangat banyak sebagaimana yang di terangkan dalam hadist tentang menuntut ilmu di atas dan sudah sepatutnya kita sebagai seorang muslim menjadikan keutamaan ini cambuk dan semangat untuk belajar ilmu agama.
  • Paksakan diri dan luangkan waktu untuk menghadiri majelis ilmu, karena ini adalah cara mendapat ilmu yang bermanfaat dan juga jalan pintas menuju surga, Ingat selalu, musuh yang nyata bagi kita adalah syetan, yang akan membisiki kita untuk lalai dari ilmu agama.

Semoga kita semua dimudahkan oleh ALLAH Azza Wa Jalla untuk mengamalkan hadits tentang menuntut ilmu ini dan semoga kita bisa selalu hadir di majelis ilmu, dimudahkan oleh ALLAH untuk beramal dengan ilmu yang benar dan pada akhirnya semoga ALLAH Azza Wajalla memudahkan langkah kita menuju surga.

Baca juga:

Speak Your Mind

*