9 Elemen Bisnis Model Canvas

Bisnis Model Canvas adalah rancangan bisnis kita yang di tuangkan ke dalam bentuk visual dengan memasukkan 9 elemen atau blok, di kenal dengan 9 Elemen Bisnis Model Canvas.

9 Elemen Bisnis Model Canvas

9 Elemen Bisnis Model Canvas ini digambarkan sebagai blok blok yang harus kita isi sesuai dengan usaha kita, berikut gambar blok elemen bisnis model canvas:

9 elemen bisnis model canvas

Kesembilan blok bisnis pada gambar diatas kita sebut dengan kanvas bisnis model atau business model canvas. Sekilas alat ini seperti kanvas pelukis. Anda diminta untuk menggambarkan model bisnis perusahaan Anda diatas selembar kanvas atau karton yang telah disediakan. Anda menggunakan alat-alat seperti post it, spidol, pengaris dan lain-lainnya untuk mempermudah orang lain memahami model bisnis kita.

Sekarang kami akan jelaskan dengan detail apa saja yang perlu kita lakukan ketika akan mengisi ke 9 elemen bisnis model canvas di atas, berikut penjelasannya.

1. Segmen Pelanggan atau Customer Segment.

Elemen Bisnis Model Canvas pertama adalah segmen pelanggan atau Customer segment, yaitu berisi gambaran orang (pelanggan) yang seperti apa yang akan menjadi target dari produk yang kita buat.

Pelaku usaha harus menyadari pelanggan adalah jantung dari setiap bisnis. Tanpa adanya pelanggan, tidak ada satupun perusahaan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan, perusahaan mengelompokkan pelanggan-pelanggan ke beberapa segmen yang berbeda berdasarkan kesamaan kebutuhan, kesamaan perilaku, dan lain-lain.

Oleh karena itu pelaku usaha harus terlebih dahulu mengenal siapa pelanggan atau calon konsumen yang kita sasar untuk produk yang akan kita buat.

Mengenal siapa pelanggan dengan mengetahui kebutuhan apa yang hendak dibuat untuk  mereka, dan bagaimana nanti bisa memuaskan mereka.

Pasar terdiri dari berbagai macam pembeli yang membeli suatu produk sesuai dengan keinginan, sumber daya, lokasi, dan kebiasaan. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri.

Maka pelaku usaha idealnya mendesain program pemasaran tersendiri untuk masing-masing segmen pasar tersebut. Namun tidak semua kumpulan pelanggan dapat disebut sebagai segmen pasar.

Suatu kelompok pelanggan dapat disebut sebagai segmen pasar apabila:

  • Memerlukan pelayanan (value propositions) yang tersendiri karena permasalahan dan kebutuhan secara khusus.
  • Dicapai dan dilayani dengan saluran distribusi (channels) yang berbeda.
  • Perlu pendekatan hubungan (customer relationship) yang berbeda.
  • Memberikan keuntungan yang berbeda.
  • Mempunyai kemampuan bayar yang berbeda sesuai dengan persepsi terhadap nilai yang mereka terima.

Contoh Kasus:

Misalnya kita akan usaha laundry, jasa usaha laundry kita khususkan untuk memenuhi kebutuhan segmen konsumen di suatu daerah tertentu, misalnya kecamatan Panakukang di kota Makassar.

Kita sebagai pengusaha harus dengan cepat mengenal baik secara spesifik kebutuhan apa, karakteristik apa, nilai unggul apa yang akan kita tawarkan usaha laundry kita kepada pasar konsumen di daerah tersebut yang tidak dimiliki (ditawarkan) oleh pesaing yang sudah ada.

Pertanyaan kepada Anda:

  1. Siapa-siapa pembeli dan pelanggan utama dari produk/jasa Anda ?
  2. Mengapa mereka?

2. Nilai Unggul atau Value Proposition.

Elemen Bisnis Model Canvas kedua adalah nilai unggul, yaitu elemen yang menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai unggul untuk segmen pelanggan yang spesifik.

Nilai unggul adalah alasan yang membuat pelanggan beralih dari suatu perusahaan ke perusahaan lain.

Beberapa elemen yang berkontribusi pada pembentukan nilai unggul (value proposition) adalah:

  • Pembaharuan (Newness):
    Proposisi nilai kebaruan adalah proposisi nilai yang sebelumnya tidak pernah ditawarkan oleh perusahaan manapun, baik dari segi fitur atau layanan baru dan sifatnya inovasi. Hal ini sering terjadi pada produk teknologi, misalnya smart phone dengan operasi berbasis android yang sepuluh tahun lalu belum dikenal.
  • Kinerja (Performance):
    Meningkatkan kualitas produk ataupun kinerja dalam pelayanan merupakan cara yang umum untuk membuat nilai tambah. Namun kinerja yang telah ditingkatkan memiliki keterbatasan, misalnya pertumbuhan kinerja laptop yang cepat, terus membutuhkan data penyimpanan yang lebih besar dan grafik yang semakin bagus sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan lagi saat ini dan kedepannya.
  • Kustomisasi (Customization):
    Customization adalah produk atau jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan individual pelanggan. Sekarang dikembangkan konsep mass cuztomization yaitu bentuk penyesuaian kebutuhan individu tetapi bisa diproduksi secara massal. Dewasa ini, produk-produk mass customization dan co-creation menjadi semakin penting. Misalnya handpone yang memiliki berbagai macam asesoris yang bisa di costume sesuai dengan selera personal.
  • Menyelesaikan pekerjaan
    (Getting the Job Done). Nilai tambah ini dapat dibuat dengan cara membantu pelanggan dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan. Misalnya, perusahaan periklanan membantu pelanggan dalam merancang dan membuat iklan. Dengan bantuan perusahaan periklanan ini, maka pelanggan dapat lebih berkonsentrasi dalam menjalankan strategi promosi.
  • Desain (Design):
    Nilai tambah desain adalah atribut yang penting namun sulit untuk diukur. Sebuah produk dapat tampak mewah karena desain yang bagus. Dalam industri fashion dan elektronik, desain adalah value proposition yang sangat penting.
  • Merek/Status (Brand/ Status)
    Pelanggan dapat menemukan nilai tambah dalam merek dari suatu produk ataupun jasa. Nilai tambah merek ini dianggap dapat meningkatkan status sosial ekonomi pelanggan yang memakai produknya. Misalnya, pelanggan jam tangan Rolex akan merasa bangga ketika memakai jam tangan tersebut.
  • Harga (Price):
    Ketika perusahaan menawarkan produk yang mirip dengan produk yang telah ada di pasar dan lebih murah dibanding produk lain tersebut adalah cara umum untuk memenangkan segmen pasar yang sensitif terhadap harga. Misalnya, RIM mengeluarkan Blackberry di bawah dua juta rupiah untuk memberi nilai tambah dari aspek harga.
  • Pengurangan Biaya (Cost Reduction):
    Perusahaan dapat memberikan nilai kepada pelanggan berupa pengurangan biaya dari aktivitas yang dilakukan oleh pelanggan. Misalnya, aplikasi akuntansi berbasis cloud membantu pelaku usaha mengurangi biaya pembuatan laporan keuangannya tanpa harus membeli software.
  • Pengurangan Risiko (Risk Reduction).
    Perusahaan dapat memberikan nilai kepada pelanggan dengan cara mengurangi risiko yang dihadapi pelanggan. Misalnya adalah garansi produk atau jasa dari sebuah perusahaaan untuk melayani keluhan pelanggan akibat produk atau jasa tersebut rusak atau tidak dapat digunakan.
  • Akses (Accessibility).
    Cara lain untuk memberikan nilai tambah adalah membuat produk atau jasa yang dapat dijangkau oleh pelanggan dimana pelanggan sebelumnya tidak dapat menjangkau produk atau jasa tersebut. Hal ini merupakan hasil dari inovasi model bisnis, teknologi baru, maupun gabungan dari keduanya.
  • Kenyamanan/Kemudahan Penggunaan (Convenience/ Usability).
    Perusahaan juga dapat menciptakan nilai tambah dengan cara membuat produk yang lebih nyaman dan mudah untuk digunakan pelanggan adalah pembentukan nilai tambah yang sangat penting. Misalnya perusahaan iPod dan iTunes yaitu Apple menawarkan kenyamanan pelanggan untuk mencari, membeli, mendownload, dan mendengarkan musik digital.

Value Proposition atau nilai unggul harus menjadi keunikan yang menentukan mengapa produk atau jasa kita pantas dipilih oleh pelanggan, memecahkan masalahnya, memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, kalau perlu betul-betul didambakan oleh mereka.

Contoh kasus:

Sebagai contoh kita mengambil kasus bagaimana Garuda Indonesia Airline membuat Citilink sebagai salah satu varian penerbangan mereka terhadap konsumen. Garuda Indonesia adalah maskapai bertaraf internasional, dengan pasar sasaran konsumen menengah atas, dengan nilai unggul layanan penerbangan berkelas dunia.

Karena itu harga tiket yang diberikan tentu harus sesuai dengan pelayanan yang diberikan. Pelayanan ramah dari awak kabin, suasana pesawat yang luas dan nyaman, hiburan selama perjalanan dan lainnya.

Hal ini berbeda untuk penerbangan citilink milik maskapai Garuda Indonesia juga. Citilink menyasar konsumen kelas menengah bawah. Kualitas pelayan yang diberikan sangat biasa, pelayanan pramugari terbatas, tidak mendapatkan fasilitas-fasilitas seperti penumpang Garuda Indonesia.

Adanya nilai unggul yang diterapkan Garuda dengan membuat citi link juga konsisten dengan segmen pasar yang dituju. Garuda menyasar kelas atas maka nilai unggul yang diberikan adalah pelayanan yang prima, begitu juga sebaliknya bagi citi link maka nilai unggulnya dibawah Garuda.

Hal lain yang diterapkan Garuda Indonesia adalah tidak ingin merusak merek Garuda, dengan citilink perusahaan Garuda menciptakan merek baru untuk kelas menengah kebawah yang melayani pasar sasaran yang lebih luas, mereka juga sangat sensitif terhadap harga, budget terbatas, tidak peduli dengan kemewahan dalam perjalanan.

Pertanyaan kepada Anda?

  1. Nilai unggul apa yang kita berikan kepada segmen yang kita sasar?
  2. Kebutuhan apa yang produk/jasa kita berikan kepada segmen pasar kita?
  3. Mengapa mereka harus membeli produk/jasa kita dibanding produk pesaing?

3. Saluran atau Channel.

Elemen Bisnis Model Canvas ketiga adalah elemen yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk mewujudkan nilai unggul tersebut.

Saluran komunikasi, distribusi dan penjualan merupakan penghubung atau penyambung antara perusahaan dan pelanggan. Dalam konsep BMC ini saluran menjalankan fungsinya sebagai berikut:

  • Meningkatkan kesadaran pelanggan atas produk dan jasa perusahaan
  • Membantu pelanggan mengevaluasi nilai unggul perusahaan
  • Memungkinkan pelanggan membeli produk atau jasa yang spesifik
  • Memberikan nilai unggul kepada pelanggan
  • Memberikan dukungan purna jual kepada pelanggan.

Dalam konsep Bisnis Mpdel Canvas, saluran merupakan wadah untuk menyampaikan produk/jasa (nilai unggul) kita kepada sasaran yang kita inginkan. Agar dapat berfungsi secara optimal, saluran perlu didesain dengan mempertimbangkan aspek efektivitas dan efisiensi.

Hal penting yang perlu diperhatikan pengusaha dalam membuat saluran, yaitu harus mempertimbangkan kemampuan internal perusahaan dan juga perilaku konsumen dari pasar sasaran (costumer segmen) tadi, Ini adalah suatu syarat mutlak.

Sebagai contoh

Kalau kita membuat produk cemilan untuk anak muda tentu saluran yang kita pergunakan yang lebih efektif media sosial dari pada Koran harian, karena interaksi anak muda sekarang lebih sering dengan media social daripada koran fisik.

Pertanyaan kepada Anda?

  1. Bagaimana anda menjual produk/jasa kepada pelanggan Anda?
  2. Saluran manakah yang terbaik?
  3. Bagaimana cara kita mengintegrasikan saluran tersebut dengan kebiasaan pelanggan?

4. Hubungan Pelanggan atau Customer Relationship

Elemen Bisnis Model Canvas keempat adalah hubungan pelanggan yaitu elemen yang menggambarkan berbagi jenis hubungan yang dibangun perusahaan bersama segmen pelanggan yang spesifik.

Membina hubungan dengan pelanggan bertujuan untuk mendapatkan pelanggan baru (akusisi), mempertahankan pelanggan baru (retention), dan menawarkan produk atau jasa lama dan baru pada pelanggan lama (upselling).

Sebuah usaha harus memiliki kejelasan tentang jenis hubungan yang ingin dibangun bersama kepada segmen pelanggan kita. Hubungan dapat berbentuk personal sampai menggunakan sistem robot atau otomatisasi.

Terdapat berbagai macam jenis hubungan yang dapat dibangun kepada pelanggan yaitu :

  • Bantuan personal: berdasarkan pola interaksi antar manusia, ada proses komunikasi dua arah, sifatnya personal. Pelanggan dapat berkomunikasi dengan petugas pelayanan pelanggan untuk mendapatkan bantuan selama proses penjualan atau setelah selesai pembelian. Komunikasi dapat dilakukan secara tatap muka, atau hanpone, email, whatsApp dan sebagainya.
  • Bantuan personal khusus: Dalam hubungan jenis ini, perusahaan menugaskan petugas pelayanan pelanggan yang khusus diperuntukkan bagi kline individu. Sifatnya memang di desain khusus untuk melayani kebutuhan klien agar mereka lebih mendapat perlakukan khusus. Contohnya misalnya dibank ada nasabah yang super kaya, maka perusahaan menugaskan pelayanan khusus atau priority untuk mereka.
  • Swalayan: perusahaan tidak menyediakan hubungan khusus atau petugas tetapi hanya menyediakan semua sarana yang diperlukan untul pelanggan agar dapat membantu dirinya sendiri dalam berbelanja. Contoh dalam kasus perbankan menyediakan ATM, atau Internet banking kepada nasabah untuk memfasilitasi mereka dalam bertransaksi untuk mereka sendiri tanpa lagi dilayani oleh petugas bank.
  • Layanan otomatis: dapat dikatakan gabungan antara layanan bantuan personal dan swalayan. Disini pelanggan mendapat layanan istimewa namun semua serba otomatis. Ini memerlukan invesasi khusus bagi pengusaha kecil, tapi dengan membuat web belanja online dapat mewujudkan layanan ini.
  • Komunitas : Inti dari saluran ini adalah membangun hubungan dengan pelanggan dengan membuat komunitas atau kelompok. Komunitas berdasarkan hobi atau minat tertentu. Komunitas juga membantu pengusaha mendalami kebutuhan dan mengenal lebih baik kelompok pasar nya. Misalnya polygon perusahaan produsen sepeda membentuk komunitas bersepeda ke kantor (bike to work) dan seringkali mengadakan even yang dimanfaatkan untuk promosi dan menjual produk mereka kepada komunitas tersebut.
  • Kokreasi : kita menlibatkan pelanggan atau mitra lain untuk menciptakan produk/jasa yang mereka butuhkan. Misalnya saja jasa desain interior atau eksterior bangunan rumah. Pengusaha akan melibatkan pelanggan akan model atau selera apa yang dinginkan untuk menghasilkan suatu desain rumah.

Pertanyaan kepada Anda?

1. Jenis hubungan apa yang telah dibangun atau akan bangun untuk usaha Anda?
2. Bagaimana cara kita mengintegrasikan hubungan tersebut dengan model-model
bisnis kita?

5. Sumber pendapatan atau revenue stream

Elemen Bisnis Model Canvas kelima adalah elemen yang menggambarkan keuntungan atau pendapatan yang dihasilkan perusahaan dari masing-masing segmen atau sumber-sumber pendapatan yang akan kita peroleh dari model bisnis yang kita jalankan.

Customer merupakan jantung atau inti dari model bisnis dan sumber pendapatan merupakan urat nadi. Sementara itu nilai unggul atau value proposition adalah nilai yang ditawarkan kepada pelanggan yang membuat mereka bersedia membayar kepada kita.

Pembayaran ini lah yang menghasilkan sumber pendapatan atau revenue stream bagi usaha kita. Sumber pendapatan berguna bagi pengusaha untuk merancang arus-arus pendapatan yang akan kita terima nantinya.

Untuk mengidentifikasi hal tersebut pengusaha dapat mengajukan pertanyaan Hal apa dari bisnis kita yang akan membuat para pelanggan mau membayar kita?

Ada dua jenis arus pendapatan atau sumber pendapatan yang dapat kita rancang yaitu:

  1. Pendapatan transaksi yang dihasilkan dari satu kali pembayaran pelanggan
  2. Pendapatan berulang yang dihasilkan dari pembayaran berkelanjutan baik untuk memberikan nilai unggul kepada pelanggan maupun menyediakan mereka dukungan purna jual.

Mekanisme penetapan harga yang umumnya dapat diterapkan bagi pelaku UMKM

penetapan harga UMKM pada elemen BMC

Pertanyaan kepada Anda?

  1. Untuk nilai unggul apa sehingga pelangan benar-benar bersedia membayar?
  2. Bagaimana cara pembayaran mereka terhadap Anda?
  3. Apa saja sumber-sumber penghasilan Anda dari bisnis selama ini?

6. Sumber Daya Utama atau Key Resources

Elemen Bisnis Model Canvas keenam adalah elemen yang menggambarkan asset-aset terpenting yang diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berjalan.

Setiap bisnis memerlukan sumber daya utama. Sumber daya utama atau key resources adalah sember daya yang memungkinkan organisasi menjalankan aktivitas utama yang akan membantu pengusaha menawarkan nilai unggul, menjangkau pasar, membangun hubungan dengan segmen pasar, dan memperoleh keuntungan.

Sumber daya utama ini dapat berbentuk fisik (teknologi, mesin atau perlatan), finansial, intelektual, dan manusia.

  • Fisik: kategori ini meliputi semua asset fisik, seperti fasilitas pabrikan, bangunan, kendaraan, mesin, sistem titik penjualan, atau jaringan distribusi.
  • Finansial: meliputi ketersediaan uang tunai perusahaa, baik berbentuk modal sendiri, pinjaman pihak ketiga.
  • Intelektual: meliputi merek, pengetahuan yang dilindungi, paten atau hak cipta, kemitraan atau data base palanggan. Perlu kiranya pengusaha melindungi merek mereka atau mempatenkan usaha unik untuk melindungi diri dari pesaing. Merek juga akan membantu pengusaha agar dikenal oleh konsumennya.
  • Manusia: orang-orang yang bekerja untuk kita atau bermitra untuk kita. Apakah mereka akan menjadi tenaga penjualan kita, membantu kita memproduksi produk / jasa kita yang kita recruit dengan sistem gaji atau kerjasama.

Pertanyaan kepada Anda?

  1. Sumber daya utama apa yang Anda di miliki untuk mendukung nilai unggul dari produk/jasa, saluran distribusi, hubungan pelanggan dan mendukung sumber pendapatan Anda?

7. Key Activities atau Aktivitas utama

Elemen Bisnis Model Canvas ketujuh adalah elemen yang menunjukkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya dapat terealisasi sesuai dengan keinginan kita atau apa yang sudah kita rencanakan.

Setiap bisnis memiliki kebutuhan aktivitas utama yang berbeda-beda bergantung dengan industri dan jenis usahanya. Beberapa aspek terkait dengan aktivitas utama ini adalah : kegiatan yang diperlukan untuk menghasilkan nilai unggul, menyalurkan nilai unggul kepada pelanggan, kegiatan untuk menjalin hubungan dengan pelanggan, kegiatan untuk menangani aliran pendapatan.

Aktivitas utama menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan operasional yang harus dilakukan oleh pemilik usaha dalam mewujudkan suatu produk/jasa yang unggul sesuai dengan segmen pasar yang dituju.

Setelah produk itu terwujud langkah selanjutnya pengusaha mengirimkan kepada pelanggan yang dituju dengan desain chanel yang ditetapkan sebelumnya, kemudian mempertahankan hubungan dengan pelanggan tersebut agar memperoleh pendapatan sebagaimana yang telah di tetapkan.

Secara garis besar kita mengenal tiga jenis aktivitas utama yang umumnya dilakukan perusahaan yaitu :

Aktivitas operasi produksi : terkait dengan aktivitas -aktivitas terkait dengan perancangan, pembuatan, dan penyerahan produk dalam jumlah besar dan atau kualitas unggul. Aktivitas yang lebih kompleks lagi meliputi pengadaan bahan yang diperlukan dari pemasok, pengelolaan dalam proses produksi, serta menyalurkan produk jadi kepada pelanggan. Umumnya model bisnis usaha pabrikan yang mendominasi model bisnis ini. Kita mengenal seperti ini input > transformasi/proses > output.

Operasi Jasa (pelayanan) : Bila usaha kita bergerak dibidang jasa maka aspek kualitas pelayanan yang perlu dipertahankan. Jasa harus bisa mengatasi masalah yang dihadapi oleh pelanggan. Contoh dalam hal ini seperti konsultan, rumah sakit, salon, laundry dan sebagainya. Aktifitas operasi jasa ini meliputi : penyiapan jasa yang dibutuhkan, penyampaian kepada pelanggan, pelayanan/pemenuhan harapan dan kebutuhan pelanggan ketika memanfaatkan pelayanan yang diberikan, pembinaan dan
penjagaan hubungan baik dengan pelanggan.

Platform dan jaringan : kegiatan ini umumnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang berbasis teknologi dan informasi. aktivitas-aktivitas utama pada organisasi bisnis berbasis platform dan network meliputi perancangan, pembangunan, dan pengembangan hardware dan software termasuk jaringan internet dan website.

8. Key Partnership atau Mitra Utama

Elemen Bisnis Model Canvas kedelapan adalah elemen yang menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang terlibat dalam usaha kita.

Kita harus menyadari bahwa usaha tidak akan terwujud tanpa mitra. Kita butuh kolaborasi dan bermitra dengan perusahaan-perusahaan atau orang-orang yang akan mendukung usaha untuk berjalan dan maju.

Apa tujuan kita harus berkolaborasi dengan mitra, tujuannya adalah sebagai berikut:

  • Untuk mencapai tujuan optimasi operasional perusahaan kita. Untuk mencapai efisiensi terkadang kita menyerahkan kepada pihak mitra untuk menangani salah satu aktifitas bisnis kita. Hal ini biasa dikenal dengan sebutan outsourcing atau alih daya. Misalnya saja untuk pengemasan produk kita menyerahkan kepada perusahaan pemasaran, hal ini mungkin atas dasar pertimbangan kualitas yang mereka hasilkan lebih rapi dan dari biaya juga lebih murah dibanding kita yang membuatnya.
  • Kemitraan dibangun dengan tujuan mendapatkan sumber daya yang tidak dimiliki. Keterbatasan kita tidak memiliki semua hal didunia ini, maka membangun kemitraan terhadap perusahaan yang memiliki sumber daya yang unik suatu hal yang logis. Misalnya saja masalah memulai usaha restoran dengan memutuskan membeli brand yang sudah terkenal adalah merupakan salah satu bentuk keputusan hal ini.
  • Kemitraan dibangun dengan tujuan mendapatkan pengetahuan secara organisasi. Setiap usaha yang baru kita mulai apalagi kita belum memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman disuatu bidang industri, keputusan bermitra dengan perusahaan yang telah lebih dahulu di industri sejenis adalah hal yang bisa mengurangi resiko.
  • Kemitraan untuk tujuan akuisisi pasar, baik untuk mengembangkan maupun membuka pasar baru. Hal ini biasanya menjadi pilihan logis bila perusahaan kita akan membuka pasar atau cabang baru disuatu daerah. Dimana kita membutuhkan perusahaan mitra didaerah untuk membuka pasar baru.

Hal terpenting dalam membangun kemitraan adalah mengenal masing-masing motivasi perusahaan-perusahaan mitra dan kita sendiri. Tentu hal-hal yang perlu diperhatikan disini adalah kontrak perjanjian kerjasama sebelum memulai usaha dan bagaimana menyelesaikan bila terjadi sengketa.

Baca: Contoh Proposal Bisnis dan Usaha PDF

Pertanyaan kepada Anda?

  1. Siapa-siapa mitra utama untuk mendukung nilai unggul dari produk/jasa, saluran distribusi, hubungan pelanggan dan mendukung sumber pendapatan Anda?

9. Cost structure atau struktur biaya

Elemen Bisnis Model Canvas kedelapan adalah elemen struktur biaya yaitu elemen yang mengambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan model bisnis kita tersebut.

Elemen ini menjelaskan biaya-biaya yang muncul ketika mengoperasikan model bisnis tertentu. Menciptakan dan memberikan nilai, mempertahankan hubungan pelanggan, dan menghasilkan pendapatan menyebabkan adanya biaya.

Setiap pengusaha tentu akan berpikir selalu meminimalkan biaya operasional untuk menghasilkan margin yang tinggi, tetapi hal itu tidak selamanya tepat untuk bisnis yang didorong atas penciptaan nilai jangka panjang.

Dalam ilmu bisnis modern saat ini dikenal ada dua pendekatan yaitu cost-driven (terpacu biaya) dan value driven (terpacu nilai).

  1. Terpacu Biaya, bila kita memutuskan untuk memilih cost driven maka perhatian kita untuk meminimalisir biaya agar struktur biaya lebih ringkas. Strateginya adalah menetapkan segmen pelanggan yang sensitive harga (low budget), menawarkan nilai unggul yang murah (sesuai harga), mengurangi SDM dengan otomatisasi, serta mengalihkan aktifitas non inti kepada mitra-mitra yang terpercaya.
  2. Terpacu Nilai, memungkinkan bagi pengusaha untuk tidak melakukan efisiensi sebagai hal utama, tetapi berfokus dalam memberikan pelayanan premium. Strateginya adalah menetapkan sasaran pada pelanggan yang royal (tidak melihat harga), nilai unggul yang ditawarkan memiliki kualitas diatas rata-rata, memberikan pelayanan khusus dan personal.

Para pelaku usaha sebaiknya memutuskan dengan tepat untuk kedua hal tersebut, bisa saja dijalankan untuk keduanya tapi hal itu memerlukan perencanaan yang baik.

Struktur biaya yang berlaku umum dalam suatu sistem akuntansi adalah biaya tetap dan biaya variable. Pemahaman yang benar terhadap kedua biaya tersebut mutlak harus diperhatikan bagi pelaku usaha.

Hal ini akan membantu dalam menyusukan pelaporan keuangan (neraca, laporan rugi/laba dan arus kas) bagi pelaku usaha. Tentu pemahaman dasar tentang akuntansi perlu untuk diketahui bagi pelaku usaha.

Pertanyaan kepada Anda?

  1. Biaya-biaya terpenting apa saja dalam model bisnis kita?
  2. Sumber daya utama apa yang paling mahal?
  3. Aktifitas-aktifitas kunci apa yang paling mahal?

Lalu bagaimana cara membuatnya, silahkan jawab pertanyaan yang kami ajukan diatas, dan masukan kedalam 9 Elemen Bisnis Model Canvas anda.

Untuk contoh dari BMC ini silahkan anda paca pada artikel khusus tentang Contoh Model Canvas, demikian pembahasan kali ini tentang 9 elemen bisnis model canvas, semoga bermanfaat.

Speak Your Mind

*