Doa Untuk Orang Meninggal Yang Mudah, Arab dan Latin

Pertama yang wajib dipahami oleh kita sebagai seorang muslim adalah, ibadah yang kita lakukan harus mempunyai dasar hukumnya yaitu dari Al’Quran dan Al’Hadist (sunah). Kalau tidak ada dasarnya maka ibadah kita akan tertolak.

Begitu juga dengan doa untuk orang meninggal, harus di pahami apakah bermanfaat atau tidak berdasarkan Al’Quran dan Sunah.

Dan pendapat yang benar insya ALLAH doa untuk orang yang sudah meninggal adalah bermanfaat. Untuk memudahkan pembahasanini maka dalil atau argumen dari ulama akan tuliskan di bagian akhir dari artikel ini.

Doa Untuk Orang Meninggal

doa untuk orang meninggal

Shalat adalah doa, karena arti shalat tersebut secara bahasa adalah berdoa dan di dalam shalat terdapat banyak lafadz doanya, begitupun dengan shalat Jenazah. Ya..,shalat jenazah adalah doa untuk orang meninggal yang paling afdhol dan shahih.

Karena di dalam shalat jenazah terkandung doa untuk mayit dan juga doa untuk keluarga yang di tinggalkannya. Silahkan baca tata cara shalat mayit sesuai sunah.

Baca: Cara Shalat Jenazah

Tapi jika kita tidak bisa menshalatkan jenazah, misal yang meninggal jaraknya beda kota dan tidak memungkinkan untuk mengikuti shalat jenazah tersebut, atau kita ingin mendoakan kerabat kita yang sudah lama meninggal. Apakah bisa di ganti dengan doa atau dengan shalat ghaib?

Untuk perkara shalat ghaib ada bahasan lanjutan tentang syarat dan rukunnya, pendapat yang mendekati kebenaran Ins Sya Allah, tidak perlu shalat ghaib jika sudah ada yang menshalatkannya.

Baca: Tata Cara Shalat Ghaib

Berarti tinggal doa yang bisa kita lakukan.

Doa untuk orang yang sudah meninggal adalah sebagaimana doa shalat jenazah, Tapi ada juga yang berkata dengan alasan, wah…doanya panjang, apa ada doa yang lebih pendek agar mudah di amalkan?.

Karena ini adalah doa yang bukan termasuk ke dalam amalan yang membutuhkan syarat dan rukun seperti halnya shalat, maka doa untuk mayit bisa di ringkas, bahkan bisa juga menggunakan bahasa indonesia.

Doa yang Pendek dan Ringkas Untuk Orang yang Sudah Meninggal

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Latinnya:Allahummagfir lahu warhamhu wa’afihi wa fu anhu”

Artinya: Ya ALLAH ampunilah dia, rahmatilah dia, Selamatkanlah dan maafkanlah dia.

Note:

Jika mayit laki laki lafazdnya seperti di atas, tapi kalau untuk wanita maka akhiran anhu di rubah menjadi anha.

menjadi: “Allahummagfir laha warhamha wa’afihi wa fu anha”

Dan perlu di ingat bahwa doa untuk orang meninggal yang pendek dan ringkas ini tidak untuk diamalkan selamanya, ini hanya untuk sementara saja sebelum anda menghafal doa yang lebih lengkap, hafalkan doa yang lengkap agar doa kita lebih afdhol.

Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal Yang Panjang dan Lengkap

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Artinya:

“Ya Allah, ampuni dia, rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim)

Untuk mayit atau yang meninggal wanita maka akhiran hu diubah menjadi ha.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ

Di ubah menjadi:

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا

Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dalam Bahasa Indonesia.

Kalau anda memang sangat susah menghafal doa dalam bahasa arab karena beberapa hal yang termasuk udzur syari, maka di persilahkan anda menggantinya dengan bahasa ibu atau indonesia, dan doa menggunakan bahasa ibu ini di perbolehkan.

Doanya bisa anda baca arti dari doa untuk mayit di atas, atau bisa anda buat sendiri yang inti doanya adalah agar si mayit di ampuni, di terima amalnya, di rahmati, di lapangkan kuburnya, dijauhkan dari neraka dan di masukan kedalam surga.

Note:

Udzur syari yang di maksud adalah jika kita sudah tua atau baru mengenal islam, ada kelainan pada otak kita sehingga sulit untuk menghafal dan membaca huruf arab dan udzur lainnya yang memang menyebabkan kita tidak bisa untuk baca huruf arab.

Tapi secara umum, udzur syar’i ini jarang di jumpai, jadi wajib bagi anda untuk mempelajari Al’Quran yang merupakan wahyu ALLAH dalam bahasa Arab.

Memang ada beberapa dari kita yang terasa sulit mempelajari  atau membaca AL’Quran, tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Dan perlu di ingat usaha anda dalam mempelajari pembacaan AL’Quran akan di nilai sebagai pahala yang sangat besar disisiNYA.

Dalil Sampainya Doa Untuk Orang Orang Yang Sudah Meninggal

Ada pernyataan dari Ibnu Taimiyah Rahimahullah bahwa “Orang yang mengingkari sampainya doa untuk orang yang meninggal (mayit) adalah ahli bid’ah”

Pernyataan beliau, Rahimahullah didapat dari kitabnya Maj’mu Fatawa perihal pertanyaan, bagaimana dengan Ayat Al’Quran surat An-Najm ayat 39, yang berbunyi:

َأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إلَّا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” [QS. An-Najm: 39].

Juga bagaimana dengan hadist yang menerangkan bahwa terputus amalan seorang anak adam setelah meninggal dunia, yang berbunyi:

إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih” [HR. Muslim no. 1631].

Apakah berarti memang sesuai dengan ayat dan hadist di atas semua doa tidak akan bermanfaat bagi si mayit, kecuali 3 perkara saja?

Ibnu Taimiyah Rahimahullah menjawab:

“Tidak ada dalam ayat dan hadits yang dimaksud yang menunjukkan bahwa mayit tidak akan mendapatkan manfaat dari doa yang lain untuknya, begitu juga dengan amalan kebaikan yang lain untuknya. Bahkan kaum muslimin sepakat akan manfaat doa dan amalan kebaikan untuk orang yang telah mati. Hal ini sudah diketahui secara pasti dari Dalil Al-Qur’an dan Hadist (As-Sunnah) dan ijma’ (kesepakatan para ulama) telah mendukung hal ini. Siapa yang menyelisihi pendapat tersebut, maka ia adalah AHLUL BID’AH.” (Majmu’ Al-Fatawa, 24: 306)

Cukuplah pernyataan dari Ibnu Taimiyah Rahimahullah di atas menjadi landasan bahwa doa yang kita panjatkan untuk orang yang meninggal akan bermanfaat.

Dalil Bolehnya Berdoa Dengan Bahasa Ibu atau Bahasa yang Kita Pahami

Perkataan Ibnu Taimiyah:

وَالدُّعَاءُ يَجُوزُ بِالْعَرَبِيَّةِ وَبِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ يَعْلَمُ قَصْدَ الدَّاعِي وَمُرَادَهُ وَإِنْ لَمْ يُقَوِّمْ لِسَانَهُ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ ضَجِيجَ الْأَصْوَاتِ بِاخْتِلَافِ اللُّغَاتِ عَلَى تَنَوُّعِ الْحَاجَاتِ .

“Berdo’a boleh dengan bahasa Arab dan bahasa non Arab. Karena Allah Aja wa Zala pasti mengetahui setiap maksud hambanya walaupun lisannya tidak bersuara. Allah Maha Mengetahui setiap do’a dalam berbagai bahasa dan Dia juga Maha Mengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan.

Fatwa Lajnah Daimah, volume 24, nomor 5782, yang berbunyi:

“Seseorang diperbolehkan berdoa kepada Allah di dalam shalatnya dan di luar shalatnya dengan menggunakan bahasa Arab atau selain bahasa Arab, sesuai dengan keadaan yang paling mudah menurut dia. Hal ini tidak akan membatalkan shalatnya, ketika dia berdoa dengan bahasa selain Arab. Namun ketika ia berdoa dalam shalat, selayaknya dia memilih doa yang terdapat dalam hadis yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,”.

Ringkasan Doa Untuk Orang Yang Sudah Wafat

  • Doa yang afdhal untuk orang yg  meninggal adalah shalat jenazah
  • Jika tidak bisa shalat jenazah karena udzur, atau ingin mendoakan kerabat yang sudah lama meninggal bisa kita ganti dengan doa yang ada pada bacaan shalat jenazah
  • Doa untuk orang yg sudah meninggal bisa singkat saja mengambil dari awal doa dalam shalat jenazah
  • Jika tidak bisa dalam bahasa arab maka doa untuk orang yang sudah meninggal bisa dalam bahasa non arab, atau bahasa yang kita pahami.
  • Untuk doa dalam bahasa non arab bisa anda panjatkan permintaan keselamatan di dalam kubur, diampuni dosanya, di terima amal ibadahnya dan yang semisal.
  • Berusaha untuk menghafal doa yang panjang agar lebih afdhal.
  • Belajar baca AL’Quran dengan sungguh-sungguh karena ini adalah fardhu A’in atau kewajiban yang di bebankan kepada hambanya.
  • Berusaha untuk memahami dan menghayati arti doa yang kita panjatkan.
  • Maksud dari doa untuk orang meninggal ini, bukan tentang pahala doa yang kita lakukan di berikan kepada mayit, tapi di kabulkan oleh ALLAH atau tidak doa kita tersebut, jika di kabulkan, maka doa yang kita panjatkan akan memberikan manfaat kepada sang mayit.

Wallahu A’lam


Referensi: Kajian Ustadz Maududi Abdullah Hafizahullah (Doa untuk jenazah)

Tags:

Leave a Reply