Doa Sholat Taubat Nasuha Pelaku Zina

Bacaan doa sholat taubat nasuha bagi para pelaku zina lengkap dengan tulisan Arab, Latin dan artinya, bagaimana kiat agar terhindar dari perzinahan, amalan dzikir untuk menghapus dosa zina dan adakah niat mandi setelah melakukan zina.

Doa Sholat Taubat Nasuha Zina

Zina adalah termasuk kedalam dosa besar, karena dosa besar, tentu pelakunya akan mendapatkan ancaman yang berat, baik di dunia mupun di akhirat, seperti yang pernah kami tuliskan dalam artikel Hadits tentang zina.

Sebelum kita tuliskan tentang doa sholat taubat nasuha pelaku zina, kita akan tuliskan terlebih dahulu bagaimana cara kita bertaubat dari dosa zina tersebut, hal apakah yang bisa kita lakukan, apakah cukup dengan Sholat taubat saja, atau adakah amalan lainnya yang bisa kita lakukan?.

Cara Taubat dari Dosa Zina

Jika kita sudah terlanjur melakukan dosa zina, apa yang harus kita lakukan agar dosa tersebut bisa di ampuni oleh Allah, ada beberapa tahapan yang bisa kita lakukan, diantara adalah:

  1. Menyesali perbuatan zina tersebut dengan sungguh sungguh dan ikhlas karena Allah. Penyesalan bisa di lakukan jika kita merasa telah bertindak bodoh dengan kemaksiatan yang kita lakukan.
    Seperti hadits Riwayat Imam Ahmad yang mahfumnya, “Penyesalan adalah hakikat taubat” (HR Ahmad).
  2. Meninggalkan dosa zina dan semua pemicu zina. Konsekuensi dari dosa zina adalah meninggalkan dosa zina dan semua yang menjadi pemicunya.
    Kita harus meninggalkan jauh dari pasangan zinanya kecuali setelah menikah.
  3. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa zina. Tanamkan dalam hati kita bahwa dosa ini berbahaya, karena bisa menghalangi kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan di dunia dan akhirat baik cepat atau lambat.
  4. Melakukan sholat taubat.
  5. Dekatkan diri dengan banyak beribadah kepada Allah. karena ketaatan atau amal sholeh bisa menghapus dosa maksiat, dalilnya adalah surat Huud ayat 114 yang artinya: “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (QS Huud ayat 114).
  6. Carilah lingkungan yang baik. Cari teman yang baik yang bisa membimbing kita menjadi Muslim yang taat, karena lingkungan merupakan salah satu pengaruh terbesar bagi kehidupan kita.
  7. Rahasiakan dosa zina, Rahasiakan dosa ini kepada siapapun sampai mati, rahasiakan walau dengan orang terdekat kita, ini berdasarkan anjuran Nabi salallahu alaihi wassalam dalam salah satu sabdanya
    “Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini yaitu zina, hendaknya dia menyembunyikannya dengan kerahasiaan yang Allah berikan” (HR Malik).

Ke 7 point di atas, poin 1 sampai 3 adalah syarat di terimanya pertaubatan kita dari zina, tidak adanya salah satu syarat ini, maka otomatis taubat kita tidak akan di terima, sedangkan poin 4 sampai 7 adalah penguat niat taubat atau kesungguhan dari taubat yang kita lakukan.

Sholat taubat bukan salah satu syarat di terimanya taubat tapi hanya sunnah saja, dalam arti kalaupun kita tidak melakukan sholat taubat tapi menyesal, meninggalkan zina dan tidak akan mengulanginya lagi, maka taubat kita in sya Allah di terima.

Dan sholat taubat hanya sebagai anjuran dan penguat saja, sebagaimana hadits riwayat Abu Bakar berikut.

« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ

Artinya: “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.”

Kemudian beliau membaca surat Ali Imran ayat 135, yang artinya:

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

#Catatan, Bacaan doanya adalah yang berwarna orange.

Cara Sholat Taubat

Sholat taubat ini sebenarnya di anjurkan (di sunnahkan) untuk di lakukan ketika kita melakukan dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar dan kita bertekad untuk meninggalkan dosa tersebut, seperti yang kami tulis sholat taubat adalah salah satu penguat dari niat kita untuk bertaubat dari perzinahan.

Lalu bagaimana cara melakukan sholat taubat?, dan berapa rakaat sholat taubat itu? lalu kapan di lakukannya.

  • Shalat taubat di lakukan cukup 2 rakaat saja.
  • Waktu Sholat taubat bisa dilakukan kapan saja, baik pagi, siang maupun malam, karena sejatinya dosa yang kita lakukan tidak mengenal waktu, ketika kita sadar dan ingin bertaubat maka lakukan ketiga syarat taubat di atas dan langsung melakukan sholat taubat, kapanpun waktunya.
  • Cara melakukan sholat taubat adalah seperti sholat sunnah lainnya yang di lakukan 2 rakaat, yang membedakannya adalah niatnya.

Niat ikhlas karena Allah untuk melaksanakan sholat taubat sebanyak 2 rakaat “Tidak ada niat khusus yang harus di lafalkan, cukup didalam hati”.

Doa Sholat Taubat Nasuha Zina

Sebenarnya tidak ada (atau kami belum menemukannya) perihal doa khusus yang terdapat dalam Al Quran dan Hadits yang menerangkan tentang doa sholat taubat pelaku zina, maupun doa untuk orang yang telah melakukan zina.

Tapi kami mendapati ada hadits yang mengajarkan kepada kita tentang bacaan doa taubat atau doa memohon ampun kepada Allah, dan doa ini adalah doa umum.

Artinya doa ini bisa kita panjatkan kapanpun kita mau, di saat waktu makbulnya doa maupun di saat kita selesai melaksanakan sholat taubat, Ingat ini bukan doa khusus untuk pezina, hadits dan doanya adalah sebagai berikut.

Doa Sholat Taubat Nasuha Zina Arab

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq, beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عَلِّمْنِى دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِى صَلاَتِى . قَالَ « قُلِ :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »

Artinya: “Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat shalat!” Maka Beliau pun berkata, “Bacalah:

Doa Sholat Taubat Nasuha Zina Latin

‘Allahumma Innii Zholamtu Nafsii Zhulman Katsiiran Wa Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illaa Anta Faghfirlii Maghfiratan Min ‘Indika Warhamnii Innaka Antal Ghafuurur Rahiim.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat Mandi Taubat dari Zina

Banyak yang menanyakan tentang mandi wajib setelah kita melakukan zina atau dosa besar, apakah ada tuntunannya dan bagaimana niatnya?.

Pertama, tidak ada anjuran untuk mandi setelah melakukan dosa besar, kecuali dosa syirik atau orang yang murtad yang kembali masuk Islam dan orang yang baru masuk islam, karena ini di contohkan oleh Rasulullah kepada sahabatnya yang bernama Qhais bin Ashim.

Karena tidak ada perintah untuk mandi wajib atau mandi besar ketika kita bertaubat dari zina, maka tidak ada niat mandi taubat zina.

Tapi kalau yang di maksud adalah mandi wajib setelah melakukan zina atau hubungan badan atau keluarnya mani *bukan karena dosa besar*, maka wajib mandi besar, dan tata caranya sama saja seperti mandi wajib, bagaimana caranya silahkan baca tata cara mandi wajib.

Kesimpulan

Untuk bertaubat dari zina tidak wajib melakukan sholat taubat, tapi ini adalah anjuran atau sunnah saja, tentu melakukannya adalah lebih baik. Dan kita harus paham setiap amalan ibadah kita, mana yang rukun atau wajib dan mana yang sunnah.

Untuk pelaku zina maka taubatnya dengan melakukan / Rukun taubat dari zina adalah:

  • Menyesal atas perbuatannya tersebut.
  • Meninggalkan dosa zina.
  • Berazzam untuk tidak mengulanginya lagi.
  • Dilakukan sebelum nyawa sampai di kerongkongan atau saat sakaratul maut dan sebelum matahari terbit dari arah barat.

Adapun anjuran agar taubat lebih cepat di terima adalah dengan melakukan amalan shalih, seperti sholat taubat, banyak berdzikir, sedekah, puasa dan semua amalan sholeh, karena setiap amalan shalih akan menggugurkan dosa kita, termasuk dosa zina.

Tidak ada syariat untuk mandi wajib ketika kita bertaubat dari dosa zina.

Tambahan, ada beberapa pertanyaan terkait dengan zina, berikut kami tuliskan pertanyaan dan jawabannya.

Bagaimana cara bertaubat dari zina setelah menikah?

Jawabnya, taubat zina bagi yang sudah menikah adalah seperti yang kami tuliskan di atas, sudah cukup hanya itu saja, dan jangan menyebarkan kepada orang lain perihal perbuatan dosa kita tersebut, cukup hanya kita dan Allah saja yang tahu.

Dengan melakukan syarat atau rukun taubat di atas, maka in sya Allah taubat kita sudah cukup dan akan di terima.

Bagaimana cara taubat zina seorang istri?

Jawabnya, sama saja, karena syarat atau rukun taubat di atas mencakup untuk setiap dosa dan mencakup untuk semua individu, baik orang awam, kiyai, ustadz, suami maupun istri.

Adakah dzikir penghapus dosa zina?

Jwabnya, tidak ada dzikir khusus, tapi semua dzikir yang kita lakukan maka akan menjadi penghapus dosa zina yang pernah kita lakukan, jadi berdzikirlah sebanyak banyaknya pada waktu waktu terbaik.

Dan yang paling bagus adalah melakukan istighfar, perbanyaklah beristigfar karena ini adalah sebab di ampuninya dosa kita.

Berzina tapi sholat

Dia berdosa karena zinanya dan dia mendapatkan pahala sholat dari sholat yang di lakukannya, karena rukun dan syarat sholat tidak berhubungan dengan zina.

Dan mudah mudahan sholat yang dilakukannya suatu saat akan merubahnya dan menghentikannya dari perbuatan zina.

Demikian bahasan kali ini tentang bagaimana cara taubat dari zina, mudah mudahan kita di jauhkan dari perbuatan ini, aamiin…,wallahu a’lam.

Baca juga:

Speak Your Mind

*