Doa Menyembelih Hewan Aqiqah Yang Mudah Sesuai Hadis

Doa menyembelih hewan aqiqah kambing yang mudah dan sesuai dengan dalil hadis sahih akan kami tuliskan pada artikel ini, silahkan di simak.

Aqiqah adalah menyembelih hewan jenis kambing saat kelahiran bayi di hari ke 7 atau hari ke 14 atau hari ke 21, ini menurut sebagian besar ulama, terutama mazhab Imam Asy Syafi’i yang merupakan mayoritas di Indonesia.

Hewan yang di sembelih atau diqurbankan adalah jenis kambing, mau itu kambing jawa, domba dan jenis lainnya, asalkan masih masuk kedalam kambing.

Banyaknya kambing yang di sembelih adalah 2 jika bayi yang akan di aqiqahi adalah anak laki laki dan 1 kambing jika bayi perempuan, selengkapnya untuk bahasan ini silahkan anda baca hukum aqiqah, karena disini kita akan bahas cara penyembelihan hewan aqiqah.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah dan Dalilnya

doa menyembelih hewan aqiqah

بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bacaan Doa penyembelihan aqiqah Latin:

“Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan

Artinya:

“Dengan Nama Allah, Allah maha besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqoh fulaan

***Keterangan: Saat bacaan sampai aqiiqotu, maka langsung sebutkan nama bayi yang kita aqiqahkan, jadi  ‘fulaan’ dalam doa aqiqah ini tidak di baca, melainkan di ganti dengan nama bayi.

Dalil Doa Saat Penyembelihan Hewan Aqiqah

Dalil dari cara penyembelihan hewan aqiqah kambing ini adalah hadis tentang aqiqah riwayat Imam Al Baihaqi dan Musnad Abu Ya’la, yang berbunyi:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : يُعَقُّ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ ، وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ ، قَالَتْ عَائِشَةُ : فَعَقَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ شَاتَيْنِ شَاتَيْنِ يَوْمَ السَّابِعِ ، وَأَمَرَ أَنْ يُمَاطَ عَنْ رَأْسِهِ الأَذَى وَقَالَ : اذْبَحُوا عَلَى اسْمِهِ وَقُولُوا بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَنٍ

Artinya

Dari Aisyah radhiyallahu anha beliau berkata: Anak laki-laki diaqiqohi dengan dua kambing yang setara. Dan anak perempuan satu kambing.

Aisyah berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mengaqiqohi al-Hasan dan al-Husain masing-masing dua kambing pada hari ketujuh (kelahiran). Beliau memerintahkan agar pada kepala anak itu dihilangkan kotoran. Dan beliau bersabda: Sembelihlah dengan (juga) menyebut nama (anak yang akan diaqiqahi).

Katakan: Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, Ini adalah aqiqoh fulaan). [HR Al Baihaqi]

Pendapat Ulama Tabi’i

Qotadah Rahimahullah yang merupakan seorang tabi’i mengatakan tentang doa penyembelihan hewan sebagai berikut.

Mengucapkan bismillah sesaat sebelum menyembelih kambing aqiqoh seperti mengucapkan bismillah pada saat memotong hewan kurban, yaitu dengan mengucapkan: Bismillah, aqiqoh fulaan [riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih, para perawinya adalah rijal al-Bukhari dan Muslim]

Dalam Tuhfatul Mauduud fii Ahkaamil Mauluud Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah Rahimahullah juga menyebutkan bahwa pendapat ini adalah pendapat yang di pakai Imam Ahmad bin Hanbal.

Waktu Menyembelih Hewan Aqiqah

Maksud waktu penyembelihan disini adalah jam berapa-nya, bukan waktu hari-nya, kalau hari-nya ulama sepakat bisa di hari ke 7 atau ke 14 atau ke 21, lalu jam berapa waktu terbaik untuk aqiqah?.

Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitabnya yang berjudul Alfiqhul Islami Wa Adillatuhu, menyebutkan bahwa waktu terbaik untuk menyembelih hewan aqiqah adalah saat masuk waktu dhuha sampai sebelum masuk waktu sholat dhuhur. Dan tidak boleh penyembelihan di lakukan pada malam hari.

Adapun pembagian waktu, jika di urutkan dari waktu terbaik adalah sebagai berikut.

  1. Waktu terbaik (mustahab). Yaitu dimulai sejak waktu Duha atau setelah matahari terbit sampai tengah hari sebelum masuk waktu duhur.
  2. Waktu makruh (karahah). Yaitu waktu setelah fajar subuh hingga matahari terbit (saat masuk waktu subuh sampai sebelum waktu duha) dan saat tengah hari hingga matahari terbenam (setelah duhur sampai sebelum maghrib).
  3. Waktu terlarang (mamnu). yaitu pada waktu malam dimulai sejak matahari terbenam (maghrib) hingga fajar subuh terbit (subuh).

Waktu terlarang, berarti jika kita melakukan di waktu tersebut maka aqiqah-nya tidak sah, dan perlu di ulang kembali.

Menyembelih Hewan Aqiqah Sesuai Syari’at

Kita akan jabarkan cara penyembelihan hewan yang sesuai dengan sunnah dan syariat agar hewan sembelihan sah dan halal untuk di makan. Yang pertama akan kami tuliskan tentang syarat sah-nya.

Syarat Orang Yang Akan Menyembelih

Muslim yang sudah tamyid baik laki-laki maupun perempuan dan berakal, dan yang terbaik adalah orang tua sang bayi.

Jadi disini anak kecil yang belum tamyid dan orang gila atau orang yang sedang mabuk tidak sah sembelihannya, artinya hewan tersebut haram di makan karena menjadi bangkai.

***Ada tambahan lain bahwa sembelihan ahli kitab juga bisa kita makan dagingnya sebagaimana Surat Al Maidah ayat 5, asalkan ahli kitab tersebut sebelum menyembelih mengucapkan Nama Allah.

Menyebutkan Nama Allah Saat Menyembelih

Kita sudah tuliskan di atas tentang doa penyembelihan hewan aqiqah, dan itu adalah yang afdhol, tapi hanya dengan mengucapkan Bismillah dan meniatkan untuk aqiqah itu juga sudah mencukupi.

Intinya disini adalah ada penyebutan atas Nama Allah, jika tidak maka hewan sembelihan tersebut menjadi bangkai dan haram untuk di makan.

Alat Yang di Gunakan

Alat yang di gunakan harus berupa besi, baja atau yang semisal, baik tajam maupun tumpul, karena hakikatnya menyembelih adalah memotong urat leher, saluran darah, saluran pernafasan dan kerongkongan. Yang terbaik adalah dengan pisau atau golok tajam.

Dilarang memotong hewan dengan tulang atau kuku, sebagaimana hadis riwayat Bukhari berikut:

نْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ ، فَكُلُوهُ ، لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ ، وَسَأُحَدِّثُكُمْ عَنْ ذَلِكَ ، أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ

Artinya: “Segala sesuatu yang mengalirkan darah dan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, silakan kalian makan, asalkan yang digunakan bukanlah gigi dan kuku. Aku akan memberitahukan pada kalian mengapa hal ini dilarang. Adapun gigi, ia termasuk tulang. Sedangkan kuku adalah alat penyembelihan yang dipakai penduduk Habasyah (sekarang bernama Ethiopia).” [HR Bukhari]

Baik, sekarang kita masuk ke tata cara penyembelihan hewan aqiqah yang sesuai dengan sunnah.

Cara Menyembelih Kambing Aqiqah

  1. Berbuat baik kepada hewan yang akan kita potong.
    yaitu dengan tidak memperlihatkan pisau atau mengasah pisau di hadapan hewan tersebut, dan juga menutup mata hewan tersebut ketika kita sedang menyembelih hewan lainnya(jika yang kita akan sembelih 2 kambing)
  2. Menajamkan pisau.
    Tujuannya agar mudah dalam memotong dan tidak menyebabkan penderitaan kepada hewan.
  3. Membaringkan hewan ke kiri.
    Membaringkan kambing di sisi sebelah kiri, memegang pisau dengan tangan kanan dan menahan kepala kambing ketika menyembelih.
  4. Meletakkan kaki di sisi leher hewan.
    “Nabi shallallaahu ’alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor kambing kibasy putih. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu beliau membaca basmalah dan takbir, kemudian beliau menyembelih keduanya.”[HR Bukhari]
  5. Menghadapkan hewan ke arah kiblat.
    “Sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap kiblat.” tentu ini bukan wajib, hanya sebatas lebih utama, kalaulah ini wajib tentu ada penjelasan dari Allah.
  6. Membaca Doa Aqiqah.
    Mengucapkan doa ketika akan menyembelih aqiqah seperti yang kami tuliskan di atas.
  7. Memotong kambing dengan sekali sayatan, maksudnya jangan mengangkat pisau ketika sudah memotong, tapi sayatkan terus sampai terputus saluran darah, kerongkongan dan saluran nafasnya.

Kesimpulan Cara dan Doa Penyembelihan Hewan Aqiqah

  • Penyembelih adalah Muslim, berakal dan tamyid
  • Membaca doa ketika menyembelih, minimal membaca bismillah dan takbir sebelum melakukan penyembelihan.
  • Menggunakan pisau yang tajam, dan jangan menggunakan alat yang terbuat dari tulang atau kuku.
  • Membaringkan kambing ke sisi kiri.
  • Meletakkan kaki yang akan menyembelih di dekat leher kambing agar mudah memegang pisau dengan tangan kanan dan memegang kepala kambing dengan tangan kiri.
  • Menghadapkan kambing kearah kiblat.
  • Memotong kambing dengan sekali sayatan yang sebelumnya di dahului dengan membaca doa menyembelih hewan aqiqah.
  • Wallahu’alam.

Speak Your Mind

*