Doa Setelah Sholat Dhuha Arab, Latin dan Artinya Yang Pendek

Doa Setelah Sholat Dhuha Arab, Latin dan Artinya Yang Pendek Sesuai Sunnah Lengkap akan kami uraikan dalam artikel ini, tidak lupa kami tuliskan juga tentang kontroversi doa sholat dhuha yang sudah umum di amalkan oleh masyarakat kita.

Waktu Sholat Duha 

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang di lakukan di pagi hari setelah matahari terbit kurang lebih 15-20 menit, misalkan waktu syuruk jam 06:00 maka sholat dhuha dilakukan jam 06:15 batas terakhir waktu dhuha adalah beberapa saat sebelum masuknya sholat dzuhur, kurang lebih 10 menit sebelum dzuhur.

Waktu yang paling utama adalah saat matahari sudah terik sampai sebelum masuk duhur sebagaimana yang di sabdakan oleh Nabi Muhammad yang mahfumnya: “Shalat awwabin hendaknya dikerjakan ketika anak unta merasakan terik matahari” [HR. Muslim no. 748].

Hukum Sholat Dhuha 

Hukum Sholat dhuha adalah sunnah, Ulama semua mazhab sudah sepakat akan hukum-nya, berdasarkan hadits berikut, yang mahfumnya:

Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at” [HR. Muslim no. 720].

Jumlah Rakaat Dhuha

Jumlah rakaat dhuha adalah minimal 2 rakaat, tapi untuk maksimal nya ulama berselisih, ada yang mengatakan 8 rakaat dan ada yang mengatakan tidak terbatas, yang mendekati kebenaran insya Allah yang tidak terbatas,berdasarkan dalil hadits,

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dhuha empat raka’at dan beliau biasa menambahkan sesuka beliau” [HR. Muslim no. 719].

Pendapat ini yang dipegang oleh Ath Thabari, Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Ibnu Al Utsaimin. Untuk keutamaan sholat dhuha akan kami tuliskan pada artikel lain, sekarang kita akan bahas tentang doa setelah sholat duha.

Doa Sholat Dhuha

doa setelah sholat dhuha

Inilah yang banyak di tanyakan dan di perdebatkan tentang doa setelah sholat dhuha, karena sudah beredar di masyarakat tentang doa sholat dhuha yang oleh sebagian pihak di cap sebagai doa yang tidak bersanad atau tidak ada dalam hadits, sehingga tidak layak untuk di amalkan, benarkah demikian?.

Memang dalam beragama kita mengenal berbagai macam kaidah, dan salah satu kaidah agama adalah, setiap amalan yang kita lakukan harus berdasarkan tuntunan dalil dan ikhlas lilahi taala, tapi pembahasan ini juga kalau di jabarkan akan panjang dan rinci.

Misal tentang amalan itu sendiri, apakah masuk ke amalan yang khusus yang sudah di tentukan jumlah, waktu dan caranya, atau ibadah umum yang tidak ada pembatasan dari segi waktu, jumlah dan cara.

Untuk amalan doa setelah sholat dhuha sendiri masuk ke amalan umum, karena tidak ada hadits yang tegas yang menerangkan tentangnya, walaupun ada satu hadits yang menerangkan bacaan doa yang pernah di baca oleh Nabi setelah sholat dhuha.

Tapi doa tersebut sebenarnya pernah juga di baca oleh Nabi di lain waktu dhuha, jadi intinya tidak ada keterangan yang jelas dan tegas tentang doa setelah sholat dhuha.

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa doa setelah sholat dhuha bersifat umum, dan kita bisa berdoa apapun sesuka kita termasuk doa Allahumma inna dhuha…, yang sudah sangat populer di tengah masyarakat kita, walaupun memang lebih afdhol membaca doa yang pernah di baca oleh Nabi.

Selanjutnya akan kami tuliskan doa yang sudah di amalkan oleh masyarakat kita dan juga doa dhuha yang sesuai sunnah di bawah ini.

Doa Setelah Sholat Dhuha

buku tuntunan doa sholat dhuha

Kenal dengan buku ini?

Doa di bawah ini adalah doa yang sudah sangat populer di masyarakat kita, karena doa ini terdapat di dalam buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap karya Drs Moh Rifa’i Penerbit PT KARYA TOHA SEMARANG, yang buku ini menjadi panduan amalan masyarakat indonesia secara umum.

Memang ada beberapa atau sebagian kecil dari buku ini yang tidak sesuai dengan dalil, tapi sebagian besarnya berdalil walau memang penulis tidak mencantumkan dalilnya, berikut doa dhuha dalam buku tersebut.

Doa Sholat Dhuha Arab

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Doa Sholat Dhuha Latin

“Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.”

“Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.”

Doa Sholat Dhuha dan Artinya

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu”

“Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh”

Doa Dhuha Yang Pendek Sesuai Sunnah

Maksud doa setelah dhuha sesuai sunnah disini adalah doa ini pernah di panjatkan nabi seusai sholat dhuha, yang berbunyi:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

Doa dhuha latin pendek: “Allaahummagh firlii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim”

Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku, dan terimalah taubatku, sungguh Engkau adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Doa dhuha sesuai sunnah yang pendek ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari dari bunda Aisyah Radhiallahuanha berikut:

صلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الضحى، ثم قال: “اللهم اغفر لي، وتب علي، إنك أنت التواب الرحيم” حتى قالها مائة مرة

Artinya: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah shalat duha, kemudian membaca doa “Ya Allah, ampunilah dosaku, dan terimalah taubat-ku, sungguh Engkau adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. Beliau baca doa ini 100x” [HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no. 219, di sahih-kan Al Albani dalam Sahih Al Adabul Mufrad]

Tapi seperti yang kami tuliskan di atas, bahwa doa ini bukan khusus untuk sholat bada dhuha saja, karena Nabi pernah juga melafadzkan doa ini di sholat yang lain.

Doa Duha Dengan Bahasa Indonesia

Seperti yang kami jelaskan di atas bahwa doa sesudah sholat dhuha masuk ke dalam ibadah yang umum, karena tidak ada dalil yang tegas tentang doa tersebut.

Sehingga kita bisa memakai doa apapun setelah kita menunaikan sholat dhuha, termasuk di dalamnya adalah doa dengan memakai bahasa yang kita pahami, baik Bahasa Indonesia atau bahasa daerah, karena Allah maha mengetahui apapun, termasuk apa yang ada di dalam hati kita.

Bagaimana doanya?, terserah kita, apapun yang kita minta maka panjatkanlah tapi sebaiknya meminta ampunan kepada Allah aatas dosa dan kesalahan kita, karena seperti dalam hadits di jelaskan bahwa sholat dhuha adalah sholatnya orang yang kembali kepada Allah (bertaubat).

Sholat Duha = Rezeki?

Sudah bukan rahasia lagi kalau sholat duha di pandang sebagai sholat yang akan mendatangkan rezeki (harta benda), lalu apa yang mendasari pemikiran tersebut?.

Ternyata yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadist tentang sholat dhuha berikut:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Artinya: “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” [HR. Ahmad, 5: 286; Abu Daud, no. 1289; At Tirmidzi, no. 475; Ad Darimi, no. 1451 . Syaikh Al-Albani dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Dan hadits dari Uqbah bin Amir Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ‎shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِى أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai ‎anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi ‎dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” [HR. Ahmad, 4: 153. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi kitab shahih kecuali Nu’aim bin Himar termasuk dalam perawi Abu Daud dan An-Nasa’i].‎

Pandangan Ulama Tentang Hadits Ini

Al Azhim Abadi

Al Azhim Abadi menerangkan bahwa, “Hadits ini bisa saja diartikan bahwa shalat Dhuha akan menyelamatkan pelakunya dari apapun yang membahayakan. Bisa juga diartikan dengan shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus kedalam dosa atau jika pun dia terjerumus maka akan dimaafkan. Atau maknanya bisa jadi lebih luas dari semua itu.” [‘Aun Al-Ma’bud, 4: 118].

Baca Juga: Panduan Sholat Tahajud

At-Thibiy

At-Thibiy mengatakan bahwa hadits ini bermakna, “Engkau akan diberi kecukupan dalam kesibukan dan urusanmu, juga akan di hindarkan dari hal-hal yang tidak disukai, setelah engkau shalat hingga akhir siang (dhuha). Dan yang dimaksud, selesaikanlah urusanmu dengan beribadah pada Allah di awal siang (di waktu Dhuha), maka Allah akan mudahkan urusanmu di akhir siang.” [Tuhfah Al-Ahwadzi, 2: 478].

Al-Munawi

Al-Munawi dalam Faidh Al-Qadir juga menjelaskan maksud kalimat, akan dicukupi di akhirnya adalah akan diselamatkan dari cobaan dan musibah di akhir siang. [Faidh Al-Qadir 4: 615].

Dari keterangan di atas, ternyata tidak ada hubungannya dengan rezeki (harta), tapi ada hadits yang menyebutkan bahwa shalat dhuha sebagai shalat awwabin, yang artinya ini adalah shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (bertobat). Sebagaimana Hadits berikut:

صلاةُ الأوَّابينَ حين تَرمَضُ الفِصَالُ

Artinya: “Shalat awwabin adalah ketika anak unta merasakan terik matahari” [HR. Muslim no. 748].

Sedangkan orang yang bertobat adalah orang yang sangat di sukai oleh Allah, dan bisa masuk kedalam orang yang bertaqwa, dan orang bertaqwa akan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak di duga, sebagaimana QS At Talaq ayat 2-3, berikut:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”[At Talaq ayat 2-3].

Hubungan Doa Duha Dengan Rezeki

Ini selaras dengan doa setelah sholat dhuha yang pendek diatas yang di dalam doa tersebut di sebutkan permintaan ampun dan pujian kepada Allah sebanyak 100 kali, jika kita menerapkan dan menghayati makna doa ini maka kita akan di golongkan sebagai orang yang kembali kepada Allah.

Inilah yang lebih tepat dan cocok dengan keumuman hadits rezeki akan datang jika melaksanakan sholat dhuha karena akan masuk kedalam golongan orang yang bertobat. Tapi yang perlu menjadi catatan adalah.

Tidak meniatkan semata untuk rezeki harta benda, tapi niatkan ikhlas sebagai ibadah agar dapat pahala di akhirat, adapun rezeki maka akan otomatis Allah cukupkan.

Kesimpulan

Ada tiga doa sholat dhuha yaitu:

  1. Yang sudah umum tersebar di masyarakat dengan lafaldz “Allahumma duha…dan seterusnya”
  2. Sesuai sunnah yang pernah di contohkan oleh Nabi Muhammad Sallalhu alaihi wassalam dengan doa zikir taubat, “Allaahummagh firlii ..
  3. Doa dengan bahasa Indonesia yang kita paham.

Semua in sya Allah bisa kita pakai, karena doa setelah sholat dhuha ini bersifat umum layaknya doa lainnya setelah sholat. Wallahua’lam.

Speak Your Mind

*