Dalil Doa dan Cara Sholat Mayit Yang Ringkas

Sebelumnya sudah dibahas bagaimana cara sholat mayit yang mudah dan ringkas, dan dalam postingan tersebut kami hanya menyebutkan 1 dalil saja, berikut ini dalillengkap tentang sholat jenazah.

Dalil Sholat Mayit Yang Ringkas

Dalil cara shalat jenazah pertama yang ringkas berdasarkan hadits dari Abu Umamah Al Bahili radhiallahu’anhu:

أنَّ السُّنَّةَ في الصَّلاةِ على الجِنازة أن يُكبِّرَ الإمامُ، ثم يقرأَ بفاتحةِ الكتابِ- بعدَ التكبيرة الأولى- سِرًّا في نفْسِه، ثم يُصلِّيَ على النبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم، ويُخلِصَ الدُّعاءَ للميِّت في التكبيراتِ، لا يقرأُ فى شىءٍ منهنَّ، ثم يُسلِّم

“Bahwa sunnah dalam shalat jenazah adalah imam bertakbir kemudian membaca Al Fatihah (setelah takbir pertama) secara sirr (lirih), kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, kemudian berdoa untuk mayit setelah beberapa takbir. Kemudian setelah itu tidak membaca apa-apa lagi setelah itu. Kemudian salam” [HR. Asy Syafi’i dalam Musnad-nya [no. 588], Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra [7209], dishahihkan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz 155].

Perhatikan hadist diatas:

Bertakbir lalu baca AL’Fatihah, Bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, Berdoa untuk mayit, lalu diam dan tidak melakukan apa apa sebelum salam.

Dalil Jumlah Takbir dan Mengangkat Tangan

Takbir shalat jenazah adalah empat kali. berdasarkan hadist Muslim dan Bukhari, Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu:

أنَّ رسولَ الله صلَّى الله عليه وسلَّم صلَّى على أَصْحمَةَ النجاشيِّ، فكبَّر عليه أربعًا

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menshalati Ash-hamah An Najasyi, beliau bertakbir empat kali” [HR. Bukhari no. 1334, Muslim no. 952].

Ulama telah ijma tentang disyariatkannya mengangkat tangan pada takbir yang pertama. Ibnu Mundzir dalam kitab Al Ijma mengatakan:

أجمَعوا على أنَّ المصلِّي على الجِنازَة يرفع يديه في أوَّل تكبيرة يُكبِّرها

“Ulama ijma bahwa orang yang shalat jenazah disyartiatkan mengangkat tangan di takbir yang pertama” (Al Ijma, 44).

Tapi untuk masalah mengangkat tangan saat takbir 2, takbir 3 dan takbir 4 para ulama berselisih, tapi yang kuat insya ALLAH mengangkat tangan di setiap takbir, dalilnya adalah Hadist riwayat Ibnu Abi Syaibah:

كان يرفعُ يَديهِ في كلِّ تكبيرةٍ على الجِنازة

“Ibnu Umar radhiallahu’anhu mengangkat tangannya di setiap kali takbir dalam shalat jenazah” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf [11498], dihasankan Syaikh Ibnu Baz dalam Ta’liq beliau terhadap Fathul Baari [3/227]).

Juga riwayat dari Ibnu Abbas yang mengatakan:

أنَّه كان يرفعُ يَديهِ في تكبيراتِ الجِنازة

“Bahwasanya beliau biasa mengangkat kedua tangannya setiap kali takbir di shalat jenazah” (dishahihkan Ibnu Hajar dalam Talkhis Al Habir, 2/291).

Dalil Perbedaan Bacaan Mayit Pria dan Wanita

Dalil atau alasan berbedanya doa antara orang yang meninggal pria dan doa orang meninggal perempuan.

Sudah dijelaskan oleh ulama, bahwa doa yang kita panjatkan harus tertuju kepada yang di doakan, dan di dalam bahasa Arab, untuk kata ganti laki-laki dan perempuan itu berbeda, maka di dalam doa shalat jenazah kita mengganti kata ganti tersebut dengan jenis kelamin dari jenazah yang kita shalatkan.

Demikian beberapa dalil tentang tata cara pelaksanaan sholat jenazah yang menjadi landasan kita untuk mengamalkan cara dan bacaan doa sholat yang kuat dan jelas.

Wallahu A’lam

Silahkan di Share:

Speak Your Mind

*