Contoh Khutbah Jum’at Singkat Pilihan Berbagai Topik Lengkap

Contoh khutbah jum’at singkat pilihan yang lengkap tentang berbagai macam topik diantaranya, khutbah jum’at bulan rajab, khutbah jum’at bulan muharram, khutbah jum’at tentang kematian, khutbah jum’at menyambut ramadhan, untuk pelajar dan bacaan khutbah jum’at.

Khutbah jum’at pendek ataupun panjang bisa kita pakai, yang terpenting adalah kita sesuaikan dengan tema  khutbah yang akan kita sampaikan dan juga keadaan para jamaah jum’atnya.

Tapi memang yang lebih bagus adalah khutbah singkat tapi berkesan, dan bisa tersampaikan semua bagian penting dari isi khutbah yang kita harapkan bisa bermanfaat untuk para jamaah.

Contoh Bacaan Khutbah Jum’at Lengkap

Sebelum kita masuk ke contoh khutbah jum’at pilihan yang singkat, perlu kami tuliskan juga bacaan khutbah jumat secara lengkap, dari khutbah pertama sampai khutbah ke dua.

Yang kami maksudkan disini adalah tata cara khutbah jum’at yang di antarannya adalah mukadimah khutbah jumat pertama dan penutup khutbah pertama lalu mukadimah jumat kedua serta doa pada khutbah ke dua.

Berikut adalah tata cara khutbah jumat dengan contohnya.

Khutbah Pertama

Assalamu ‘alaikum Warahmatullaahi wa barakatuh

Di lanjutkan dengan Adzan, setelah muadzin selesai adzan dan kita membaca doa setelah adzan, baru khatib memulai khutbahnya, dengan membaca mukadimah khutbah:

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Kaum muslimin rahimakumullah.

Marilah kita memanjatkan Puja dan Puji Syukur kehadirat Allah SWT dengan nikmatnya dan hidayahnya kita dapat berkumpul disini untuk dapat menunaikan solat jumat.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah menyampaikan Agama yang sempurna kepada umat manusia. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang selalu berpegang teguh dengan sunnah Beliau hingga ajal menjemput kita.

Kaum muslimin rahimakumullah

Dilanjutkan dengan menyampaikan isi khutbah, setelah menyampaikan isi khutbah, lalu membaca penutup khutbah pertama sebagai berikut:

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

Dalam khutbah kedua ini, setelah membaca mukadimah atau pujian seperti di bawah, lalu kita bisa isi dengan kesimpulan dari khutbah pertama lalu di lanjutkan dengan membaca doa, atau bisa langsung memanjatkan doa.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Kaum muslimin rahimakumullah

…….Isi kesimpulan khutbah pertama……

Demikian khutbah yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat, terutama bagi diri kami dan jama’ah sekalian
Semoga kita tetap didalam golongan hamba2 Allah yg soleh

اَللَّهُـمَّ إِنيِّ أَعوُذُ بِكَ مِنْ عَذاَبِ جَهَنَّمَ،وَمِنْ عَذاَبِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَماَتِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَسيِحِ الدَّجاَّلِ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Tambahan

Kami telah menuliskan contoh mukadimah ceramah lengkap yang pendek maupun panjang yang bisa kita gunakan pada saat menjadi khatib jumat, silahkan pilih pembukaan khutbah yang anda sukai di artikel mukadimah ceramah.

Contoh Khutbah Jum’at Singkat Pilihan

Baik, sekarang akan kami tuliskan contoh khutbah jum’at pilihan yang pendek dan ringkas sesuai tema yang biasa di pakai oleh khatib.

Kami akan tuliskan contoh khutbah jum’at singkat berdasarkan tema berikut ini.

Contoh Khutbah Jum'at Singkat

Contoh Khutbah Jum’at Singkat Bulan Rajab

Setelah kita membaca mukadimah khutbah, sholawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam dilanjutkan dengan isi khutbah sebagai berikut:

Keutamaan bulan Rajab

Bulan rajab adalah salah satu bulan haram yang mulia, yang mana keutamaan dari bulan rajab adalah, akan dilipat gandakan ibadah sekecil apapun dan juga Allah ancam pelaku maksiat dengan dosa yang lebih besar di banding bulan lainnya.

Sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat At-Taubah ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allâh ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allâh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. [At-Taubah ayat 36]

4 bulan yang suci tersebut adalah 1. Dzulqo’dah, 2. Dzulhijjah, 3. Muharram dan 4. Rajab, sebagaimana hadits riwayat Bukhari dan muslim

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Amalan Bulan Rajab

Amalan apapun yang kita lakukan pada bulan rajab, maka akan Allah lipat gandakan pahalanya dan ini sifatnya umum, tapi tidak ada amalan khusus berdasarkan hadits sahih terkait bulan rajab.

Kita bisa contoh para salaf ketika masuk di bulan rajab, yaitu mereka memperbanyak puasa sunnah, hal ini dianjurkan oleh Tsufyan Ats Tsauri dan Ibnu Abbas.

Yang perlu menjadi perhatian kita adalah, tidak ada puasa khusus, misalkan puasa di tanggal sekian dan sekian pada bulan rajab, seakan berharap ada keutamaan khusus, karena tidak ada dalil yang melandasinya.

Yang benar adalah kita melakukan puasa sunnah semampu kita di tanggal dan hari apa saja pada bulan rajab tanpa mengkhususkan tanggal dan hari tertentu.

Lalu tidak ada juga amalan khusus seperti sholat sunnah rajab dan zikir zikir tertentu, karena amalan itu semua tidak berpijak pada dalil yang sahih.

Intinya adalah kita memperbanyak amalan, apapun bentuknya sesuai dengan syariat agama, seperti sholat sunnah lebih rajin, tidak tertinggal zikir pagi petang, menolong orang dan lain sebagainya.

Meninggalkan Maksiat

Sebagaimana amalan di bulan rajab yang akan di gandakan pahalanya, begitu juga dengan kemaksiatan, maka Allah akan lipat gandakan juga dosanya.

Maka penting untuk kita di bulan rajab ini untuk bersungguh-sungguh meninggalkan kemaksiatan, baik yang kita sadari maupun tanpa kita sadari, dosa kecil apalagi dosa besar.

Contoh paling sederhana yang sering di lakukan oleh manusia kebanyakan, baik sadar maupun tidak adalah dosa penglihatan, dalam bulan rajab ini kita berusaha untuk menundukkan pandangan agar terhindar dari berlipat nya dosa kita.

Khutbah Jum’at Tentang Kematian

Tema khutbah jumat singkat tentang kematian adalah tema yang sangat berkesan dan akan mudah untuk membawa jamaah kepada pertaubatan dan ketaatan, karena pada hakikatnya manusia akan takut dan khawatir jika membicarakan tentang kematian.

Tapi syaratnya adalah isi ceramah atau khutbah yang menyentuh dan dibawakan dengan intonasi yang tepat, berikut kami tuliskan contoh khutbah jumat singkat tentang kematian.

Hakikat Kematian

Kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi pada setiap mahluk yang bernyawa, apakah seorang bayi yang baru lahir ataupun seorang kakek yang sudah sepuh, artinya kematian tidak memandang usia.

Kematian akan mendatangi setiap insan, apakah dia orang yang taat maupun orang yang bejat penuh dengan maksiat dan dosa.

Kematian juga akan mendatangi kita, tidak perduli dimana kita berada, di masjid kah saat kita beribadah atau di tempat kemaksiatan ketika kita berbuat dosa.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [QS. Jumu’ah ayat 8].

Kematian adalah pintu gerbang antara kehidupan dunia dan akhirat, semua manusia pasti akan melewati pintu gerbang ini dan masuk ke alam kubur sebelum terjadinya kiamat.

Jika kematian adalah benar adanya, pertanyaannya, apakah kita sudah mempersiapkan bekal untuk menyambutnya?.

Kata ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi).

Inilah yang sangat di sayangkan, karena manusia banyak tertipu olehhawa nafsu dan godaan setan, sehingga lupa dan enggan untuk mempersiapkan bekal menuju alam akhirat.

Padahal, perbandingan hidup di dunia dengan di akhirat sangat tidak sebanding, karena kehidupan di dunia terbatas oleh waktu, sedangkan kehidupan di akhirat tidak berbatas waktu dan kekal selama lamanya.

Penyesalan Orang Setelah Kematian di Alam Akhirat

Pernahkah kita menyesali suatu perbuatan di dunia, misal kita pernah di tawari untuk belajar bahasa inggris tapi kita menolaknya, dengan alasan kita tidak butuh bahasa inggris.

Setelah berjalannya waktu, ternyata di perusahaan tempat kita bekerja ada promosi kenaikan jabatan, tapi ada satu syarat yang wajib di penuhi, yaitu kita harus pandai bahasa inggris.

Posisi jabatan tersebut sejatinya adalah milik kita, karena kita yang lebih senior dan berpengalaman di bidang tersebut, tapi karena bahasa inggris kita tidak lancar, maka jabatan tersebut tidak jadi diberikan kepada kita.

Setelah kejadian tersebut, baru timbul penyesalan, kenapa dulu saya tidak belajar bahasa inggris seakan menyalahkan diri sendiri, ini adalah penyesalan didunia yang kita tidak mendapatkan siksa, hanya terhalang dari mendapatkan jabatan saja.

Sekarang bayangkan, jika kita berada di akhirat, kobaran api neraka ada di depan kita, dan kita tidak mempunyai bekal untuk menghindarinya, karena dahulu sewaktu hidup di dunia, kita selalu menolak untuk beramal sholeh.

Inilah penyesalan yang tidak ada gunanya, penyesalan yang akan menambah siksa kita diakhirat, penyesalan saat kita bertemu dengan pencipta dan pengatur alam semesta.

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Artinya: Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin [as-Sajdah ayat 12]

Mumpung kita masih diberikan nafas dan hidup di dunia ini, maka alangkah bijaksananya jika kita sedari sekarang untuk mempersiapkan bekal untuk menghadap Allah ta a’la.

Yakinlah bahwa kehidupan di dunia ini hanya sebentar saja, paling banter kita hidup selama 100 tahun itupun sudah jarang orang sampai ke usia itu, maka gunakan waktu yang semakin menipis ini untuk beramal shalih.

Penyesalan di dunia saja sudah sebegitu berat dan merasa ruginya kita, apalagi penyesalan di akhirat kelak.

Contoh Khutbah Jum’at Singkat Menyambut Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia, karena didalamnya banyak keutamaan yang akan kita raih, dan untuk menyambut bulan suci ini, jauh jauh hari kita berusaha untuk mempersiapkan nya.

Berikut ini adalah contoh khutbah jum’at yang pendek untuk menyambut bulan ramadhan.

Bulan Ramadhan Bulan Mulia

Jika kita tahu bahwa dalam satu bulan kedepan akan datang tamu dari jauh, yang akan datang berkunjung ke tempat kita, dan tamu itu mengabarkan bahwa beliau akan membawa banyak sekali hadiah yang istimewa bagi kita.

Tentu kita sebagai tuan rumah yang baik dan berharap untuk mendapatkan buah tangan yang di bawa oleh tamu kita tersebut akan menyambut tamu tersebut dengan suka cita dan persiapan yang matang.

Perumpamaan tersebut hanya semu dan tidak nyata, tapi tahukah kita bahwa akan ada tamu yang nyata yang kriterianya sama dengan perumpamaan tersebut.

Tamu tersebut membawa banyak sekali hadiah istimewa yang tidak kita dapatkan dari selainnya, siapakah tamu yang real atau nyata tersebut, yang layak kita sambut dengan suka cita dan persiapan yang matang?.

Tamu yang akan datang tersebut adalah “Bulan Suci Ramadhan” Inilah tamu yang jelas jelas membawa segudang hadiah istimewa yang akan kita dapatkan.

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan yang istimewa karena di bulan inilah permulaan AL Quran di turunkan, di wajibkannya berpuasa sebulan penuh, di bukanya pintu surga dan di tutup nya pintu neraka juga setan-setan di belenggu dan amalan kita akan di lipat gandakan oleh Allah ta’ala.

Keistimewaan-keistimewaan ini sangat bermanfaat bagi kita, jika kita mau mengambil nya, lalu dengan apa kita mengambil keistimewaan tersebut?.

Caranya sangat mudah, yaitu kita memperbanyak amal salih sesuai dengan yang di ajarkan syariat islam, diantaranya adalah.

Berpuasa selama sebulan penuh, yang mana puasa ini adalah amalan wajib yang merupakan salah satu rukun islam.

Sholat malam atau tarawih, membaca Al Quran, melakukan infak dan sedekah, dan semua amalan kebaikan yang bisa kita lakukan.

Sebelum sampainya kita ke bulan yang mulia tersebut alangkah baiknya jika kita mempersiapkan semuanya dengan bersunguh sungguh, agar ketika tamu agung itu datang kita siap menyambutnya dan siap melayaninya dengan amalan yang di syariatkan.

Salah satu cara persiapan untuk menyambut bulan ramadhan adalah dengan berusaha melakukan amalan amalan tersebut secara rutin.

Tujuannya adalah agar nanti saat ramadhan tiba, kita sudah terbiasa dan dengan mudah melakukan amalan amalan puasa, sholat malam,baca Quran dan juga sedekah.

Sehingga tatkala tamu agung ini pergi meninggalkan kita, semua buah tangan yang di bawa tamu kita bisa kita ambil seluruhnya yang pada akhirnya dosa kita bersih dan kita termasuk orang yang beruntung.

Khutbah Jum’at Muhammadiyah

Apa maksudnya khutbah jum’at muhammadiyah?, mengapa kami menuliskan tentang khutbah jum’at muhammadiyah?, Apakah memang beda antara muhammadiyah dan NU dalam hal khutbah jum’at?.

Mengapa kami menuliskan tambahan ini, yaitu tentang khutbah jum’at muhammadiyah, karena banyak dari masyarakat kita yang mencari frasa atau kata kunci tersebut.

Yang artinya, banyak orang ingin tahu bagaimana cara khutbah jumat yang di lakukan oleh kalangan muhammadiyah, atau mungkin orang muhamadiyahnya sendiri yang ingin tahu.

Perbedaan Khutbah Muhammadiyah dan NU

Ada dua maksud atau perbedaan dari khutbah jumat muhammadiyah dan NU, yaitu:

Pertama adalah bacaan mukadimah jumat dan isi khutbahnya itu sendiri, karena mukadimah khutbah jumat yang di gunakan oleh kalangan muhammadiyah adalah mukadimah yang sesuai sunnah.

Maksudnya mukadimah ini berdasarkan dalil hadits, Tapi bukan berarti mukadimah yang tidak sesuai dalil di larang, tidak sama sekali, karena ulama sudah merinci bagaimana tata cara bacaan mukadimah secara umum baik dalam khutbah jumat atau ceramah.

Bahasan tentang ini sudah kami tulis dalam artikel mukadimah ceramah.

Kedua adalah dari isi khutbahnya itu sendiri, karena kalangan muhammadiyah selalu menyampaikan nasihat dalambahasa indonesia, seperti yang kami tuliskan di atas, yaitu tentang contoh isi ceramah.

Karena ada dari kalangan NU yang tidak menggunakan bahasa indonesia dalam isi ceramahnya, melainkan semua dalam bahasa Arab, sehingga banyak orang yang tidakpaham tentang isi khutbahnya.

Catatan Tambahan

Tidak semua kalangan NU membaca mukadimah karangan ulama atau bukan sesuai sunnah tapi ada juga kalangan NU yang menggunakan mukadimah jumat dengan mukadimah yang sesuai dengan sunnah, berarti sama dengan muhammadiyah.

Tidak semua kalangan NU hanya menggunakan isi ceramahnya dalam bahasa arab, tapi kebanyakan sama dengan muhammadiyah yaitu dalam bahasa indonesia.

Kedua tata cara khutbah jumat tersebut benar dan sah, disini kami tidak menjudge atau menganggap salah yang satu dan menganggap benar yang lain.

Disini kami hanya menjelaskan sedikit perbedaannya saja, yang sebenarnya tidak tepat juga karena kalangan NU pun ada yang sama cara khutbah dalam hal bacaan mukadimah dan isinya dengan muhammadiyah.

Demikian bahasan kali ini tentang contoh khutbah jum’at singkat, bacaan khutbah jum’at, khutbah jumat pilihan sesuai topik di antaranya khutbah jum’at bulan rajab, khutbah jum’at tentang kematian, khutbah jum’at bulan ramadhan dan terakhir tambahan tentang maksud dari khutbah jum’at muhammadiyah.

Jika nanti kami menemukan ide khutbah ceramah terbaru, maka in sya Allah akan kami tambahkan disini, atau mungkin nanti kami buatkan khutbah jumat singkat pdf agar mudah dalam membacannya. Wallahu a’lam.


Speak Your Mind

*