Cara Mendoakan Orang Tua Yang Sudah Meninggal

Cara mendoakan orang tua yang sudah meninggal, ini penting untuk di ketahui oleh kita sebagai seorang anak, karena ini adalah bentuk dari bakti kita kepada orang tua yang sudah wafat.

Dalam bahasan kali ini akan kami bagikan cara dalam berdoa dan bacaan doa apa saja yang bisa kita panjatkan juga amalan lainnya yang bisa kita kirimkan pahalanya kepada kedua orang tua kita yang sudah meninggal.

Semua tulisan ini berdasarkan dalil sahih dari Al Quran dan Sunnah yang insya Allah bisa kita amalkan tanpa perselisihan, dan mudah mudahan kita semua bisa mengamalkan-nya dengan istiqomah.

Cara Mendoakan Orang Tua Yang Sudah Meninggal

“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” [HR. Muslim].

Dalam hadis riwayat Imam Muslim di atas, kita tahu bahwa mendoakan kedua orang tua adalah salah satu amalan yang pahalanya bisa sampai ke mereka “Rahimahullah”.

Yang pertama kita harus ketahui adalah bacaan doa yang bagaimana yang sesuai dengan Al Quran dan sunnah, walaupun setiap doa yang kita panjatkan untuk kedua orang tua kita akan sampai, asalkan di niatkan dengan ikhlas.

Tapi alangkah lebih baiknya kita mengikuti apa yang telah di anjurkan oleh Rasulullah Sallalahu alaihi wassalam dan para sahabat melalui penjelasan para ulama.

Bacaan Doa Untuk Orang Tua Yang Telah Wafat

Cara Mendoakan Orang Tua Yang Sudah Meninggal

Dan bacaan doa ini sudah banyak di hafal oleh kita, karena sangat ringkas sehingga mudah untuk di hafal, bacaan doa kepada kedua orang tua kita yang sudah meninggal adalah:

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Bacaan Latin: “Allohummaghfirli Waliwaalidayya War Hamhumaa Kama Robbayaanii Shaghiira”

Artinya : “Wahai Tuhanku, ampunilah saya dan kedua orang tua saya dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi saya diwaktu kecil”

Doa ini adalah gabungan dari doa yang ada di dalam AL Quran Surat Nuh ayat 28 dan AL Isro ayat 24

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ

Latinnya: “Rabbigh frli wa liwalidayya”

Artinya : “Ya Tuhanku! ampunilah Aku, dan kedua orang tuaku.” (QS. Nuh : 28)

وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latin: “Wa qul: Rabbiirhamhuma kama Rabbayani shoghiro”

Artinya : “Dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al Isra : 24).

Kapan Dibacanya?

Waktunya kapan saja boleh, tapi yang lebih afdhol adalah setelah kita melakukan amalan sholeh seperti setelah sholat 5 waktu, pada saat akan berbuka puasa, di antara adzan dan iqomat, setelah ashar pada hari jumat, di sepertiga malam setelah sholat tahajud.

Perbanyaklah membaca doa istighfar untuk kedua orang tua kita ini, karena dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang mahfumnya:

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga, hamba itu kemudian berkata; ‘Wahai Rabb, dari mana semua ini? ‘ maka Allah berfirman; ‘Dari istighfar anakmu.’”

Inilah salah satu bentuk bakti kita kepada Orang Tua setelah beliau wafat yang akan sangat berguna bagi kedua orang tua kita di akhirat kelak.

Amalan Lain Untuk di Kirimkan Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal

1. Sedekah

Sedekah yang kita lakukan dan kita niatkan untuk mengirimkan pahalanya kepada orang tua kita yang sudah tiada adalah salah satu amalan yang bisa kita lakukan selain doa istigfar, dalilnya adalah hadits riwayat Imam Muslim, dari Bunda Aisyah Radhiallahu anha.

Bahwa ada seorang lelaki menemui Nabi Muhammada Salallahu alaihi wassalam seraya berkata:

“Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, Bersedekahlah atas nama ibumu.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Satu lagi hadits riwayat Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas, yang mengatakan bahwa salah satu sahabat yang bernama Sa’d ketika Ibunya meninggal, beliau tidak ada di tempat, lalu Sa’d bertanya kepada Nabi Sallalahu alaihiwassalam.

“Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia (Ibunya) mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” [HR. Bukhari 2756]

2. Menjadi Anak Sholeh

Sebenarnya ini adalah kewajiban kita sebagai individu yang beragama Islam, dan ini juga yang akan mengalirkan pahala kepada kedua orang tua kita yang telah tiada, jika memang orang tua kita yang mengajarkan, mengarahkan dan menjadi penyebab dari shalihnya sang anak.

Dan dalam hadits juga di sebutkan “Anak shalih yang mendoakannya”,  Maka ini bisa kita ambil i’tibar atau pelajaran bagi kita yang mungkin sekarang sudah menjadi orang tua, atau kelak akan menjadi orang tua, agar kita bisa andil dalam menjadikan anak kita anak yang shalih.

Entah dengan mengajarkannya ilmu yang bermanfaat atau menyekolahkan mereka ke pondok pesantren atau Ismaic Boarding School, agar mereka lebih paham dalam ilmu Agama yang secara tidak langsung menjadikan anak kita sebagai anak yang sahlih.

3. Membayarkan Hutang Orang Tua

Ketika orang tua kita meninggal dalam keadaan memiliki hutang, maka kewajiban kita sebagai anak untuk membayarkan hutang tersebut, karena perkara hutang yang belum terbayarkan akan memberatkan mereka di alam akhirat.

Ini juga bisa kita ambil pelajaran, bahwa jangan bermudah mudah dalam berhutang, jika tidak mendesak dan ketika kita secara finansial tidak mampu melunasi suata pinjaman, maka jangan nekat untuk berhutang.

Baca Juga: Hadits Tentang Hutang

4. Membayarkan Hutang Puasa

Hutang puasa atau qadha puasa yang belum di tunaikan oleh orang tua, maka kewajiban kita sebagai anaklah yang harus melunasinya, dan tentu ini adalah amalan sholih yang bermanfaat untuk kedua orang tua kita yang sudah meninggal.

5. Menyambung Silaturahmi Dengan Kerabat Orang tua

Kami telah bahas Hadits tentang silaturahmi dan keutamaannya, dan ini adalah salah satu amalan yang di anjurkan dalam Islam, lebih khusus lagi silaturahmi dengan kerabat dari orang tua adalah salah satu bentuk bakti kita kepada orang tua, sebagaimana Hadits berikut.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ

“Bentuk kebaktian kepada orang tua yang paling tinggi adalah menyambung hubungan (silaturahmi) dengan orang yang dicintai bapaknya, setelah ayahnya meninggal.” [HR. Muslim].

Kesimpulan Cara Mendoakan Orang Tua Setelah Meninggal

Cara mendoakan disini adalah semua cara atau amalan yang bisa bermanfaat untuk kedua orang tua kita yang sudah meninggal, dan amalan tersebut sudah kami jabarkan di atas, berikut adalah kesimpulannya secara singkat.

  • Menjadi anak yang shalih
  • Mendoakan mereka dengan Istigfar dan juga rahmat
  • Sedekah dengan niat untuk orang tua yang sudah wafat
  • Membayarkan hutang mereka
  • Membayarkan qadha puasa mereka
  • Menjalin hubungan silaturahmi dengan kerabat orang tua

Demikian pembahasan kali ini, tentang doa anak kepada kedua orang tua dalam bentuk amal sholeh yang di hadiahkan kepada mereka. Wallahu a’lam.

Baca Juga:

Speak Your Mind

*