Boarding School atau Pesantren, Pilih Mana?

Boarding School atau Pesantren, pilih mana yah !!!, apa perbedaan dan persamaannya?, lalu mana pilihan yang tepat untuk Anak kita?, berikut kami berikan gambaran tentang pengalaman kami.

boarding school

Memilih sekolahan untuk putra putri kita di zaman sekarang, di mana media informasi begitu mudah di akses adalah sesuatu yang penting dan bisa menjadi hal yang fatal terkait adab dan akhlaknya.

Kita bisa lihat dengan mata kepala kita sendiri, bagaimana akhlak dan adab yang ada pada para pemuda sekarang, kebanyakan mereka tidak mempunyai adab dan akhlak yang baik terhadap sesama maupun kepada Allah dan Rasul-Nya.

Mengapa demikian?, Karena mereka memiliki lingkungan pergaulan yang salah, salah satu lingkungan pergaulan yang akan membentuk karakter anak adalah lingkungan sekolah, tentu ini bukan hanya satu satunya faktor, masih ada faktor lainnya yang akan membentuk karakter anak, seperti lingkungan tempat tinggal, dan di dalam rumah itu sendiri.

Hal yang perlu di perhatikan dalam memilih pendidikan untuk anak adalah, apakah di sekolah tersebut, menerapkan syariat Islam yang ketat, dalam artian apakah hal hal yang haram dalam syari’at masih di legalkan atau tidak.

Contoh seperti pakaian yang menutup aurat, tidak bercampurnya antara siswa perempuan dan laki laki, mengajarkan Ilmu Agama dengan porsi yang lebih banyak dari porsi Ilmu Umum, dan lain sebagainya.

Tentu kalau kita lihat sekolah sekolah umum, sangat sedikit atau jarang yang menerapkan seperti ini, bahkan kami belum pernah menemukan sekolah umum yang memisahkan siswa pria dan perempuan, apalagi porsi pelajaran Agama yang lebih banyak dari Ilmu Umum.

Untuk itulah di zaman sekarang banyak sekali di buka sekolahan swasta yang mempunyai nama atau istilah boarding school, yang dahulu di sebut dengan pesantren, tapi kedua istilah ini ada perbedaan dan persamaannya.

Apa Itu Boarding School?

Boarding School adalah pesantren modern, yang kalau dari segi bahasa artinya Sekolahan Berasrama, artinya siswa dan siswi sekolah tersebut menginap di asrama, layaknya pesantren, dan ada juga yang menyebutnya sebagai Islamic Boarding School.

Mata pelajaran di boarding school juga menitik beratkan ke Agama, walau ada juga dengan porsi yang seimbang antara pelajaran Umum dan Agama dan menitik beratkan adab, akhlak dan Ilmu Agama baru Ilmu Umum.

Walau demikian, bukan berarti lulusan dari sekolah ini tidak bisa bersaing dengan sekolahan umum dalam hal ilmu Umum, bahkan kebanyakan boarding school biasanya lebih unggul.

Boarding school ini juga merupakan cara yang di tempuh untuk mendapatkan pendidikan Agama dan Ilmu umum yang seimbang, karena kita ketahui bersama pesantren pesantren “tradisional” yang ada di indonesia umumnya tidak menyediakan kurikulum dari dinas pendidikan, kalaupun ada maka akan mengikuti paket.

Mengapa Biaya Masuk Boarding School Mahal?

Banyak pertanyaan, kenapa untuk masuk ke boarding school mahal?, sekolah Islam kok mahal-mahal yah?, bagaimana saya bisa menyekolahkan anak saya ke sekolah Islam?, dan pertanyaan yang semisal.

Kita akui bahwa untuk sebagian kalangan biaya yang di bebankan akan terasa mahal, Tapi ada beberapa alasan mengapa bisa semahal ini, berikut beberapa alasannya.

  1. Sekolah ini adalah sekolah swasta yang tentu tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah, dan pihak sekolah harus membangun gedung dan prasarana lainnya menggunakan uang pribadi atau yayasan.
  2. Sekolah ini mengejar fasilitas yang lebih layak dan lengkap agar para santri bisa betah dan bisa mengikuti pelajaran dengan aman dan nyaman.
  3. Untuk menarik para anak pejabat atau anak orang kaya yang ingin mendapatkan pendidikan yang berkualitas dengan memadukan ajaran Islam dan Ilmu Umum, sehingga fasilitas yang ada harus di sesuaikan.

Dari ketiga point tersebut, intinya semua biaya tersebut untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana santri, dan untuk point ke tiga, ini banyak terjadi anak orang kaya dan bermateri atau anak pejabat yang notabene orang islam, tapi menyekolahkan anaknya ke sekolah kristen yang mereka anggap lebih profesional dan berkualitas.

Itulah beberapa alasan kenapa biaya untuk masuk jenis sekolah ini terasa sangat mahal.

*** Catatan

Tidak semua boarding school berbiaya mahal, dan kita juga bisa menilai dari diri kita dengan jujur akan kemampuan finansial dan penilaian kita terhadap seberapa penting pendidikan agama anak anak kita.

Seperti ini harusnya kita berfikir, kita mempunyai kendaraan, misal mobil, dan tidak mempunyai tabungan, lalu untuk memasukkan anak kita ke boarding school kita perlu menjual mobil kita, maka juallah mobil tersebut, dan sisa uang dari pendaftaran kita belikan kendaraan lain yang lebih sederhana.

Atau, bisa kita mengutang jika memang tidak ada barang yang di jual atau tidak ada duit sama sekali, tapi dengan catatan, kita ada pegangan atau jaminan bahwa kita bisa membayar utang tersebut, misal dari gajih atau dari penghasilan usaha kita.

Tapi jangan juga kita nekat meminjam uang 20 juta tapi secara kasat mata atau secara teori kita tidak akan mampu mengembalikan hutang tersebut, misal kita hanya seorang pedagang kecil yang penghasilan perhari hanya 100 ribu.

Intinya jujur dengan kemampuan finansial kita, kira kira kita mampu tidak menyekolahkan anak kita ke sekolah tersebut.

Bagaimana Dengan Orang Miskin?

  • Pertama, menyekolahkan anak ke boarding school bukan suatu kewajiban dan juga bukan suatu kepastian akan baiknya adab, akhlak dan ilmu agama anak kita, ada faktor lain yang mempengaruhinya.
  • Kedua, Apa niat dan tujuan kita menyekolahkan anak?, ingin anak yang pintar sehingga sukses dunianya, ingin anak yang sukses dunia dan akhirat atau ada tujuan lain, dan itu semua bukan hanya milik boarding school, artinya kita bisa mencetak anak kita sesuai dengan apa yang kita niatkan tanpa harus sekolah di tempat tersebut.
  • Ketiga, Allah maha adil dan semua sudah di tuliskan di Lauhulmanfudz tentang semua kejadian yang akan kita jalani, imani itu dan jalankan semua kehidupan dengan syukur dan perkuat iman serta ilmu agama.
  • Keempat, Bukan suatu kehinaan jika anak kita tidak sekolah di boarding school, tapi kehinaan adalah ketika anak kita jauh dari Allah subhana hu wataala, dan ini bisa kita peroleh tanpa harus sekolah di tempat mahal.
  • Kelima, ada pesantren yang sama dengan boarding school tapi dengan biaya murah bahkan ada yang gratis, carilah informasi dan sesuaikan dengan finansial kita.

Pondok Pesantren

Pondok pesantren adalah tempat pendidikan agama dimana santri yang menuntut Ilmu Agama menginap atau mondok di tempat tersebut, murni hanya belajar agama dan alat alatnya.

Seiring majunya zaman sekarang santri di pondok pesantren bisa mengikuti materi pelajaran umum dengan ikut paket A. B dan C, yang tujuannya adalah mendapatkan ijazah formal.

Sebagian orang masih berfikir bahwa pondok pesantren identik dengan kehidupan yang kumuh, susah dan tidak jelas masa depannya.

Anggapan tersebut tentu ada benarnya tapi banyak salahnya, ada benarnya karena memang kami mendapati masih ada pondok tradisional yang dinamakan “kobong” untuk daerah Banten, dengan tempat dan fasilitas yang kurang layak, dan terkesan kumuh juga sengsara.

Tapi sekarang sudah banyak berdiri pondok pesantren modern, yang kalau bicara masalah biaya, masih banyak yang murah dan terjangkau.

Dan sebenarnya pondok pesantren modern ini masuk kedalam ranah boarding school, tapi mereka tidak menamakan dengan istilah tersebut, ini yang kami maksud tidak semua boarding school itu mahal.

Perbedaan dan Persamaan Boarding School dengan Pesantren

Perbedaan

  • Boarding school lebih lengkap dalam hal sarana dan prasarana di banding pesantren.
  • Boarding school memadukan antara pendidikan Agama dan umum sedangkan pesantren murni belajar agama, kalaupun mau maka harus mengikuti paket dari pemerintah.
  • Boarding school biayanya mahal “bagi sebagian orang”, pesantren murah bahkan gratis.
  • Boarding school menerapkan batasan usia, karena berjenjang dari SMP sampai SLTA, sedangkan pesantren tidak mengenal pembatasan usia.

Persamaan

  • Sama sama mengajarkan Ilmu agama yang lebih dominan di bandingkan ilmu Umum.
  • Santri menginap atau pihak sekolah atau pesantren menyediakan tempat untuk menginap.
  • Para santri berasal dari berbagai macam kalangan dan daerah atau beragam.

Home Scchooling

Satu lagi alternatif pendidikan anak bagi kita sebagai orang yang tidak mampu, yaitu melaksanakan pembelajaran di rumah, yang kita kenal dengan home schooling.

Dan pada kenyataannya, banyak juga dari kalangan orang berada yang menerapkan sistem pendidikan seperti ini, tentu mereka “orang berduit”, akan memanggil guru khusus untuk mengajar putra putrinya kerumah.

Tapi kalau kita yang tidak berduit, maka kita bisa mengajarkan pendidikan oleh kita sendiri, tanpa memanggil guru khusus, repot dong?.

Tentu, makanya tidak semua orang bisa menerapkan pembelajaran sistem ini, karena kita di tuntut untuk menguasai berbagai macam bidang ilmu sekaligus untuk mengajarkan anak kita.

Dan kebanyakan yang saya tahu, banyak dari kalangan ustadz yang notabene mereka lebih mementingkan pelajaran Agama di banding dengan ilmu umum.

Dan ini juga salah satu kendala dari sistem pembelajaran home schooling, banyaknya dari kita tidak menguasai ilmu yang bisa kita ajarkan kepada anak kita.

Sehingga jika kita melihat kemampuan kita terbatas, jangan mengambil metode ini, kecuali jika kita sebagai seorang penuntut ilmu yang menginginkan anak kita terhindar dari fitnah pergaulan di sekolah umum, yang semakin rusak karena pergaulan tanpa batas antara wanita dan pria.

Bisa kita terapkan metode ini, dengan catatan kita harus konsisten dan terus tanpa lelah membimbing putra putri kita agar bisa beragama dengan baik dan benar, jauh dari syirik, tahayul dan juga bid’ah.

Kesimpulan, Pilih Mana?

Dari paparan di atas, seharusnya kita sudah paham apa itu boarding school termasuk di dalamnya pesantren modern dan apa itu pesantren “tradisional”, semua pilihan ada pada kita pribadi.

Bahkan ketika kita memilih untuk memasukkan anak kita ke sekolahan umum, setidaknya kita bisa memilih sekolahan yang sudah sedikit lebih baik dari segi Agama dari sekolahan lain.

Atau lebih baik lagi jika kita menerapkan home schooling, dengan segala resiko dan perjuangan yang akan kita hadapi, kalau misal memang ini adalah pilihan terbaik bagi putra putri kita.

Karena tujuan kita memiliki anak adalah mendidiknya agar mengenal sang pencipta dan menjadikannya sebagai anak yang salih serta salihan serta bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla.

Karena sejatinya anak adalah aset untuk kehidupan akhirat bagi kita sebagai orang tua.

Ingat satu hal, tidak cukup kita menyekolahkan anak kita ke sekolah mahal yang mempunyai kurikulum agama sangat baik, ataupun kita sekolahkan anak kita ke pesantren tradisional yang notabene pelajaran agama 100%, lalu berharap berharap putra putri kita akan menjadi seorang yang beriman dan bertakwa kepada Allah.

Tidak seperti itu, tapi ada faktor lain yang sangat penting, yaitu kesalihan dan ketaqwaan dari kita sendiri sebagai orang tua dan doa yang kita panjatkan untuk mereka dalam menuntut ilmu agar memperoleh keberkahan.

Wallahu a’lam

Artikel terkait tentang informasi boarding school yang ada di indonesia.

Speak Your Mind

*