بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saya adalah Adullah, hamba ALLAH yang fakir Ilmu dan sedang berusaha untuk mempelajari Ilmu Agama dengan benar sesuai tuntunan Al’Quran dan Hadist (As Sunah) dan sesuai dengan pemahaman Shalafus Shaleh.

Perjalanan Mencari Hidayah

Perjalanan saya dalam dunia Dakwah dan Ilmu di mulai saat saya menikah di usia 23 th pada tahun 1421 hijriyah atau th 2000 masehi.

Di awali dengan pertanyaan dan pemikiran saya saat itu, “Apa sih tujuan hidup saya” Apakah hanya seperti ini saja?, Apakah saat menginginkan dunia, lalu mendapatkannya dan setelahnya merasa biasa saja. Lalu muncul lagi keinginan yang lain, dan mendapatkannya, lalu biasa lagi…dan begitu seterusnya.

Merasa tidak ada habisnya, dan keinginan yang saya dapatkan tersebut, sebelum tercapai serasa akan sangat indah jika mendapatkannya, tapi setelah mendapatkannya, kok terasa biasa saja.

Bapak Shaleh Yang Merubah Jalan Hidup

Suatu hari saya melihat seorang bapak dengan memakai jubah, jenggot lebat dan istrinya bercadar menggendong anak yang sedang menunggu angkot.

Dalam pandangan saya saat itu “Adem dan menyejukan sekali orang ini “, Lalu terbersit dalam hati saya, “orang ini adalah orang Shaleh, dan kayanya tidak takut mati, karena kalaupun Ia meninggal maka surgalah balasannya”.

Pandangan saya terhadap bapak shaleh tersebut secara tidak langsung dan secara tidak sadar menggambarkan ke takutan saya di dalam hati yang terdalam akan kematian (karena sadar akan kelalaian saya selama ini dengan perkara Akherat).

Mulai saat itu, saya bertekad untuk memperdalam ilmu agama dan memperbanyak amal agama untuk menjadi seperti bapak dan keluarganya yg saya lihat “Semoga ALLAH Aja Wa Zala melimpahkan rahmatnya kepada Bapak tersebut”. (saya tidak mengenal bapak ini dan saya hanya melihatnya sekali ini saja).

Mencari Pengajian/Kajian

Waktu itu belum masif dan sangat jarang gerakan dakwah di daerah saya (BANTEN), sambil saya mencari info pengajian, ada beberapa majalah yang suka saya baca, yaitu Sabili dan Hidayatullah.

Hingga suatu hari bertemulah dengan teman yang mengajak ke pengajian yang sudah di ikutinya sejak lama, Pengajian ini di adakan di rumah atau di masjid yang mengizinkannya (saya waktu itu tidak paham kenapa tidak di terima di masjid pada umumnya, malah terkesan sembunyi-sembunyi).

Yang pada akhirnya saya mengetahui bahwa pengajian ini adalah menyimpang, yaitu DI TII yang menghalalkan darah, mencuri kepada selain jamaah pengajiannya dan banyak sekali ketidak sesuaian dengan syariat untuk tujuan mendirikan khlaifah.

Tidak terlalu lama saya ikut pengajian ini, kurang lebih sekitar 3 bulan, karena saya di kenalkan oleh seorang teman semasa sekolah dengan JAMAAH TABLIG.

Di Jamaah tablig inilah, gerakan dakwah dan ghirah agama saya meningkat dan saya ikut jamaah ini lebih dari 10 tahun, pernah keluar 40 hari, masturah ke luar propinsi, 3 hari setiap bulan, dan sempat akan ke India Pakistan Bangladesh (IPB).

Mengenal Jamaah Tablig

Sejak ikut Jamaah Tablig, saya sering mendapatkan info kalau jamaah tablig ini di anggap sesat dan ahli bid’ah oleh Salafi, dan saya waktu itu sama seperti anggota jamaah tablig lainnya akan membantah dan mempertanyakan apa kesesatannya dan menganggap inilah yang di jalankan oleh para Sahabat Radiyallahuanhum Aj’main.

Dan saya menganggap memang tidak ada yang salah dengan jamaah ini, dan saya mempunyai argumen atau bantahan terhadap pernyataan dari para Ikhwan salafi tersebut.

Paling yang di permasalahkan oleh mereka (Ikhwan Salafi) dalil khuruj 3 hari, 40 hari dan 4 bulan, tentang banyaknya kelemahan hadist dalam kitab rujukan Fa’dhail A’mal, tentang dalil meninggalkan keluarga selama khuruj, tentang menyembah kubur dan tentang tidak berilmunya para jamaah tablig.

Bantahan tersebut saya landasi dengn dalil dan ijma, dan untuk masalah menyembah kubur saya tidak mendapati teman-teman saya (yang saya kenal) juga para petinggi gerakan ini yang melakukannya, kalaupun memang ada itu merupakan indvidu.

Dan yang perlu di luruskan tentang penyembah kubur adalah keadaan di india, yang mana saat turun dari bandara, yang bandara itu dekat dengan masjid Nijhamudin dan di sinilah para penyembah kubur berada, dan ini bukan markas tablig (karena pakaian mereka sama dengan pakaian jamaah), para jamaah hanya lewat dan tidak singgah di sini, karena tujuan mereka adalah markas tablig yang memang tidak begitu jauh dari masjid tersebut. Wallahu A’lam.

Saya tuliskan disini agar tidak terjadi fitnah terhadap mereka tentang masalah ini, karena insya ALLAH saya sedikit tahu luar dan dalam tentang jamaah ini (saya 10 tahun lebih aktif dalam jemaah ini, mengikuti program-programnya, dari musyawarah Halaqah, Musyawarah markaz, khuruj 3 hari sebulan, dan 40 hari, walau saya belum sempat 4 bulan karena terbentur dengan waktu)

Kalau tentang anggapan salafi bahwa para jamaah tidak berilmu, memang keadaan inilah yang benar walau tidak seratus persen karena ada juga beberapa jamaah dan ustadz yang berilmu, dan ini saya rasakan tidak sesuai dengan 6 sifat sahabat yang sering di muraja’ah oleh mereka, salah satunya adalah tentang pentingnya menuntut ilmu.

Kebanyakan dari jamaah, termasuk saya sendiri, menjawab pertanyaan agama atau memberikan ceramah sesuai dengan logika saja, minim dalil (walaupun kalau dicari dalilnya pasti akan ketemu dan cocok).

Dan untuk masalah ini, harapan saya kepada ikhwan salafi tidak memusuhi dan menjauhi mereka, kalau bisa rangkul mereka dan berikan pemahaman pentingnya Ilmu agama sebelum beramal dan berkata, karena mereka adalah aset umat yang mempunyai ghirah tinggi.

Karena siapapun mereka,apakah jamaah tablig, LDII, DI TII dan lain lain, selama mereka ikhlas mencari wajah ALLAH Aja wa Zala, maka ALLAH Aja wa zala akan berikan petunjuk dan hidayahnya menuju jalan yang di ridhainya.

Mengenal Manhaj Salaf

Kalau tidak salah sekitar tahun 2013 masehi, yang mana sudah terjadi perubahan teknologi, yang tadinya saya hidup di dunia yang tidak ada Handphone ke Hanphone jadul lalu ke era SmartPhone. Saya penasaran bagaimana sih pandangan Ustadz Salafi terhadap Jamaah Tablig?.

Saya browsing via Youtube, dan ketemulah dengan Ustadz yang merubah pemikiran saya selama ini tentang islam dan Salaf, Yaitu Ustadz Khalid Basalamah Hafidzahullah.

Kalau tidak salah isi ceramah itu tentang pertanyaan jamaah kajian ustadz Khalid tentang jamaah tablig.

Dan jawaban Ustadz Khalid sangat meneduhkan, Ia tidak melihat kejelekan di jamaah tersebut, bahkan bagus jika ada orang yang mengajak orang lain ke ketaatan, dan Ia membawakan dalilnya.

Dari mendengarkan Ustadz Khalid inilah saya membuka diri dengan mendengarkan kajian kajian beliau, dan masya ALLAH semua bahasan di bawakan dengan santun dan jelas di sertai dengan dalil dalil yang shahih.

Berawal dari Ustadz Khalid lah, saya mulai belajar ilmu agama yang benar, saya mulai mendengarkan kajian di youtube (ustadz Firanda, Ustadz Safik, Ustadz Maududi, Ustadz Nuzul Dzikri dan Ustad-Ustadz salaf lainnya Hafidzahullah Ta’ala) dan saya mendatangi kajian-kajian yang saat ini sudah menjamur di BANTEN.

Tujuan Blog penaungu.com

Penaungu.com adalah website atau blog pribadi yang di gunakan oleh Saya dan In Sya ALLAH juga beberapa Ikhwan, sebagai Thalabul Ilmi untuk menuliskan ilmu yang telah kami pelajari.

Harapan Kami, dengan menuliskan kembali catatan-catatan kecil dari hasil mendengarkan kajian, membaca kitab dan membaca situs islam terpercaya juga ilmu yang Kami dapatkan selama ini, akan memberikan kekuatan kepada Kami agar bisa mengikat ilmu tersebut dan bisa mengamalkannya.

Seperti perkataan Imam Asy Syafi’i rahimahullah:

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ * قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ
فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

yang artinya: Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya, Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat, Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i)

Metode penulisan akan Kami gunakan sesimple mungkin dan mudah untuk di pahami, Pertama akan kami tuliskan inti dan dalilnya, kemudian untuk dalil yang terperinci akan kami sertakan di bagian akhir dari tulisan yang Kami buat.

Ini bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami point penting bahasan yang kami tuliskan.

Tentu tulisan pada Penaungu.com jauh dari kata semprna, oleh karena itu Kami mengharapkan masukan, kritik, saran dan nasehat dari para pembaca Penaungu.com.

Untuk menghubungi Kami silahkan gunakan form Contact Us ataupun bisa langsung di tulis pada kolom komentar diartikel yang kami tulis.

Demikian, semoga website Penaungu.com bisa menjadi salah satu wasilah untuk kami dan anda untuk memahami ilmu agama dengan baik dan benar dan juga bisa mengamalkannya dengan istiqamah sampai ajal menjemput.

*** Dari saudaramu Abullah, Seorang hamba ALLAH yang fakir Ilmu ***

Wallahu A’lam