5 Keutamaan Tauhid

Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39).

Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi berupa Malaikat, para Nabi, orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja.

Zholim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Kenapa syirik di katakan dzolim, karena menempatkan ibadah yg hanya khusus untuk Allah kepada selainNya

5 Keutamaan Ahli Tauhid

5 keutamaan tauhid

source: pixabay.com

1. Aman dan Mendapatkan Hidayah

Allah Azza wa Jallaa akan memberikan nikmat berupa rasa aman dan juga hidayah, Dalilnya di Surat Al An’am ayat 82:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ

Artinya :
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk. [Q.S Al An’am ayat 82]

2. Jaminan Masuk Surga

Allah pasti akan memasukan dia ke dalam surga, tapi ada pembagian lagi yang langsung masuk surga dan yang mampir dahulu ke neraka.

  1. Yang langsung masuk ke surga, yaitu orang yang merealisasikan tauhid dan tidak terjatuh ke dalam perbuatan syirik
  2. Yang masuk neraka dahulu dan kelak akan masuk surga, yaitu mereka yg terjatuh dalam dosa selain syirik

Di dalam Surat fathir ayat 32 :

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ

Artinya :
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzhalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. [Q.S fathir ayat 32]

Surat Fathir, Ayat 32 membagi mereka ke dalam 3 macam yaitu :

  1. Orang yang mendzholimi dirinya sendiri, yaitu orang yang selamat dari dosa syirik tapi tidak selamat dari dosa selainnya
  2. Gol pertengahan, yaitu mereka yang hanya mengerjakan yang wajib dan meninggalkan yang sunnah.
  3. Orang yang bersegera dalam kebaikan, mereka yang menyucikan diri dari dosa syirik dan bid’ah. Dia tidak hanya meninggalkan perkara yg haram bahkan yang makruh pun di tinggalkan.

3. Allah Mengharamkan Baginya Neraka

Ada 2 pengertian/makna dari haramnya ahli tauhid masuk neraka, yaitu:

  1. Sama sekali tdk menginjakkan kaki di neraka
  2. Dimasukkan ke dalam neraka tapi tidak kekal/ haram kekal

4. Pemberat Timbangan di Mizan

Di Mizan ada 3 yang di timbang, Yaitu:

  1. Buku Catatan Kita
  2. Amal Kita
  3. Badan atau Fisik Kita

Buku Catatan Kita

Diantara dalil yang mendukung pendapat ini adalah hadis dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari Kiamat dimana ketika itu dibentangkan 99 gulungan catatan (dosa) miliknya. Setiap gulungan panjangnya sejauh mata memandang.

Kemudian Allah berfirman, ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini? Apakah para (Malaikat) pencatat amal telah menganiayamu?,’

Dia menjawab: ‘Tidak wahai Rabbku,’

Allah bertanya: ‘Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?,’

Dia menjawab: ‘Tidak Wahai Rabbku.’

Allah berfirman: “Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikitpun. Kemudian dikeluarkanlah sebuah kartu (bithoqoh) yang di dalamnya terdapat kalimat:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

Lalu Allah berfirman: ‘Hadirkan timbanganmu.’

Dia berkata: ‘Wahai Rabbku, apalah artinya kartu ini dibandingkan seluruh gulungan (dosa) itu?,’

Allah berfirman: ‘Sungguh kamu tidak akan didzalimi.’

Kemudian diletakkanlah gulungan-gulungan tersebut pada satu daun timbangan dan kartu itu pada daun timbangan yang lain. Maka gulungan-gulungan (dosa) tersebut terangkat dan kartu (laa ilaaha illallah) lebih berat. Demikianlah tidak ada satu pun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat Nama Allah.” [HR. Turmudzi 2639, Ibnu Majah 4300 dan dishahihkan al-Albani]

Amal Kita

Hadis dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ

Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika diletakkan di mizan, melebihi akhlak yang mulia. [HR. Turmudzi 2003, Ibnu Hibban 481 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth].

oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani. Beliau mengatakan,

والصحيح أن الأعمال هي التي توزن

Yang ditimbang kelak di hari kiamat adalah amal.

Badan Kita

Hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّهُ لَيَأْتِي الرَّجُلُ الْعَظِيْمُ السَّمِيْنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ

“Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk, tetapi ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk.” [HR. Bukhari 4729 dan Muslim 2785]

5 Menghapuskan Dosa

Sebagaimna di jelaskan dalam hadits qudsi:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً))

“Allah berfirman: “Hai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula”.
[HR. Tirmidzi]

Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( قَالَ مُوْسَى يَا رَبِّ، عَلِّمْنِيْ شَيْئًا أَذْكُرُكَ وَأَدْعُوكَ بِهِ، قَالَ: قُلْ يَا مُوْسَى: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ، قَالَ: يَا رَبِّ كُلُّ عِبَادِكَ يَقُوْلُوْنَ هَذَا، قَالَ: يَا مُوْسَى لَوْ أَنَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرَهُنَّ غَيْرِيْ وَالأَرْضِيْنَ السَّبْعَ فِيْ كِفَّةٍ، وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ فِيْ كِفَّـةٍ، مَالَتْ بِهِـنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ ))

“Musa berkata: “Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu”, Allah berfirman:” ucapkan hai Musa لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ Musa berkata: “ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan itu”, Allah menjawab:” Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya –selain Aku- dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu sisi timbangan dan kalimatلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ diletakkan pada sisi lain timbangan, niscaya kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ lebih berat timbangannya.” [HR. Ibnu Hibban, dan Hakim sekaligus menshahihkan-nya]

Surat An-Nisa’ Ayat : 48

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا

Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa-apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar. [Q.S Surat An-Nisa’ Ayat : 48]

Rangkuman kajian Rabu 28 agustus 2019, Oleh Ust. Abdullah Syahroni L.C M.A dangan tema : Keutamaan Tauhid.

Sebagai tambahan pembahasan tentang Aqidah yang shahih agar Aqidah kita di terima oleh ALLAH Azza wa Jallaa , silahkan baca juga: Pembagian Ilmu Tauhid, dan Syarat Kalimat Tauhid Laa Ilaha Ilallaah.

Wallahu A’lam

Leave a Reply